[Review Serial TV] YOU: Ketika Seorang Sosiopat Menjadi Tokoh Utama nan Memikat

Sudah nonton YOU? Ini adalah TV show baru yang ditayangkan Lifetime dan Netflix. Kalau belum, mungkin kalian bisa masukkan judul ini ke bucket list. Terutama kalau kalian suka tokoh utama yang intriguing, dialog dengan referensi dari buku-buku terkenal, pustakawan/penjaga toko buku ganteng, atau pernah ngefans Gossip Girl seperti saya.

Lalu kenapa YOU bisa keselip di antara postingan review The Stupid Bookworm? Karena diangkat dari novel thriller berjudul sama karya Caroline Kepnes yang masih belum rampung saya baca. Buku yang dipuji habis-habisan oleh Stephen King dan Colleen Hoover, kalau boleh saya tambahkan. Sementara season keduanya nanti akan didasarkan pada buku kedua yang berjudul Hidden Bodies.

Apa bagusnya serial televisi anyar ini? Kenapa juga saya menyebut Joe Goldberg sebagai sosiopat nan memikat di judul? Selengkapnya silakan baca review tipis-tipis yang saya tulis setelah menonton season pertama ini.

YOU. Photo: Lifetime/Netflix
YOU. Photo: Lifetime/Netflix

Judul: YOU (Season 1)
Diangkat dari: YOU (You #1) oleh Caroline Kepnes
Developer: Greg Berlanti, Sera Gamble
Bahasa: Inggris
Jumlah episode: 10
Tahun rilis: 2018
Stasiun televisi: Lifetime, Netflix
Produksi: Warner Bros. Television, Alloy Entertainment, A&E Studios
Genre: psychological thriller, drama kriminal

Sinopsis

When aspiring writer Guinevere Beck strides into the East Village bookstore where Joe works, he is instantly smitten. Beck is everything Joe has ever wanted: She is gorgeous, tough, razor-smart, and as sexy as his wildest dreams.

Beck does not know it yet, but she is perfect for him, and soon she cannot resist her feelings for a guy who seems custom made for her.

But there is more to Joe than Beck realizes, and much more to Beck than her oh-so-perfect facade. Their mutual obsession quickly spirals into a whirlwind of deadly consequences.

Level of Interest

Review

YOU dibintangi oleh Penn Badgley, the lonely boy Dan Humphrey yang kita kenal dari serial Gossip Girl. Di sini dia memerankan Joe Goldberg yang bertugas sebagai tokoh utama dan narator cerita.

Ceritanya diawali dengan pertemuan pertama Joe dan Beck. Sebuah adegan yang mengingatkan saya pada You’ve Got Mail, jika saja latarnya bukan toko buku gelap nan suram. Tak ada yang romantis dari isi kepala Joe saat memandang Beck. Tak ada yang layak disebut romantis juga dari adegan-adegan sesudahnya, kecuali penonton adalah fans garis keras stalker atau tokoh utama model Hannibal Lecter.

Joe & Beck di serial YOU. Photo: Lifetime/Netflix
Joe & Beck di serial YOU. Photo: Lifetime/Netflix

Cuma perlu sehari bagi Joe untuk melanggar privasi Beck lewat dunia maya maupun dunia nyata. Tak butuh waktu lama juga baginya untuk menculik, menyiksa, dan pada akhirnya membunuh mantan pacar Beck. Semua itu Joe lakukan ‘demi’ Beck.

Separuh Thriller, Separuh Romance

YOU diceritakan dari sudut pandang Joe, sama seperti bukunya. Bisa ditebak, kisah dengan tokoh utama yang beraroma antagonis seperti ini selalu sukses memancing minat penonton.

Ada beberapa momen di dalam TV show ini yang sempurna untuk film-film romantis dari tahun 90-an. Chemistry di antara Joe dan Beck pun sangat terasa. Walaupun begitu, jelas YOU bukan sebuah kisah romantis sungguhan. Bukan juga thriller yang menegangkan, terutama karena inner dialogue Joe kerap memberikan sentuhan dark humor di setiap episode. Tetapi dengan unsur cerita serba nanggung begitu, bisa saya yakinkan kalau serial ini adalah tontonan yang sedap.

Seperti yang disebutkan oleh Sera Gamble, salah satu developer serial ini, kamu bisa mengambil potongan salah satu adegan yang menampilkan Joe dan Beck, tambahkan lagu bertempo sedang dari band-band lawas, dan jadilah film romantis pendek.

Joe & Beck di serial YOU. Photo: Lifetime/Netflix
Joe & Beck di serial YOU. Photo: Lifetime/Netflix

Coba perhatikan gambar di atas. Tanpa dialog, siapa saja pasti mengira kalau ini adegan romantis atau mengharukan di antara pasangan yang sedang mencoba berbaikan. Di situlah letak kekuatan YOU. Serial ini menempatkan diri di atas garis batas antara romantis dan creepy.

Tokoh dengan Kepribadian ‘Berlapis’

Poin plus lain dari YOU adalah tokoh-tokohnya yang ‘berlapis’. Mulai dari Joe, Beck, Peach, sampai Candace. Dalam setiap episode, kita akan menemukan lapisan baru dari masing-masing karakter ini. Sulit untuk membenci Joe sepenuhnya, karena sang sosiopat ini pun punya beberapa sisi baik. Misalnya momen-momen saat dia rela pasang badan demi menyelamatkan Paco, tetangganya yang kerap mengalami KDRT.

Joe & Paco di serial YOU. Photo: Lifetime/Netflix
Joe & Paco di serial YOU. Photo: Lifetime/Netflix

Sementara itu, kita juga tidak bisa benar-benar bersimpati kepada Beck, Peach, dr. Nicky, atau Benji yang bisa dibilang adalah korban Joe. Ada momen-momen tertentu yang bikin saya kepingin ngeplak Beck dengan kopian Ozma of Oz-nya Peach. Cewek satu ini benar-benar fucked-up.

Dari segi akting, saya rasa Penn Badgley masih terlihat sama seperti Dan Humphrey. Tetapi di sini dia menambahkan dimensi yang berbeda pada karakter cowok pendiam dan kutu buku yang sudah melekat pada dirinya. Saya senang aktor yang satu ini punya kesempatan untuk bersinar sekali lagi. Karena sejak Gossip Girl tutup layar, saya rasa yang karirnya benar-benar melejit cuma Blake Lively dan Ed Westwick.

Penn Badgley sebagai Dan di Gossip Girl. Photo Eric Liebowitz/The CW © 2008 The CW Network, LLC. All Rights Reserved
Penn Badgley sebagai Dan di Gossip Girl. Photo Eric Liebowitz/The CW © 2008 The CW Network.

Selain itu, saya rasa pemilihan Badgley sebagai pemeran Joe Goldberg memang sempurna. Badgley adalah sosok yang menggambarkan kesan pria baik-baik dari ujung rambut hingga ujung kuku. Tak bakal ada yang percaya mas-mas ganteng nan biasah, tetangga baik hati, dan rajin membaca buku begini bisa membunuh dengan entengnya. Bukankah para pembunuh berantai di dunia nyata juga seperti itu? Kesadisan mereka tertutup sempurna dengan penampilan luar yang sangat-sangat normal. Tak bakal ada yang curiga kejahatan seperti apa yang sanggup mereka lakukan sampai mayat pertama ditemukan di halaman rumah.

Bahwa Terkadang Pangeran Berkuda Putih dan Bluebeard adalah Sosok yang Sama

Joe adalah pembunuh berantai. Dia adalah pacar yang manipulatif, tak segan melanggar privasi manusia lain, dan selalu menemukan cara untuk membenarkan tindakan egoisnya dengan alasan ‘semua demi kamu’.

Tetapi semua keburukan itu tak lantas membuatnya jadi karakter yang dibenci. Kenyataannya, banyak sekali penonton wanita yang meromantisasi sikap obsesifnya terhadap Beck. Sebagian terdistraksi oleh kegantengan Penn Badgley. Sisanya adalah kombinasi dari kecerdasan, wit, dan setitik kebaikan yang dimiliki Joe. Ditambah kesediaan Joe untuk melakukan apa saja demi menyingkirkan setiap orang yang menghalangi jalannya untuk bersama Beck. Sounds so Edward Cullen, right?

Penn Badgley sebagai Joe Goldberg di YOU. Photo: Lifetime/Netflix
Penn Badgley sebagai Joe Goldberg di YOU. Photo: Lifetime/Netflix

Joe adalah karakter yang cukup fenomenal, hingga menimbulkan perdebatan di dunia maya. Pasalnya tak sedikit fans YOU yang dengan sengaja mengabaikan fakta bahwa Joe adalah karakter yang negatif. Ada saja yang mencuitkan fantasi diculik atau di-stalking Joe Goldberg. Rupanya hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Penn Badgley. Hal yang paling dia inginkan adalah membuat penonton melihat Joe apa adanya, as a straightly toxic guy, tak peduli seganteng apa tampangnya.

Seperti yang dikatakan Beck di episode finale, kadang Prince Charming dan Bluebeard adalah orang yang sama. Seperti dua wajah yang dimiliki Joe sepanjang hidupnya.

Joe Goldberg Sebagai Tokoh Utama Pria yang ‘Jujur’

Bisa saya katakan, Joe Goldberg adalah sebuah sensasi baru di ranah romance. Karena hal-hal yang dia lakukan tak beda jauh dari Christian Grey, Gideon Cross, Edward Cullen, Harry Rutledge, atau Gabriel Emerson, tetapi Caroline Kepnes dan tim di balik serial YOU tidak menyalahartikan hal-hal creepy yang dia lakukan sebagai tindakan romantis.

Penn Badgley sebagai Joe Goldberg di YOU. Photo: Lifetime/Netflix
Penn Badgley sebagai Joe Goldberg di YOU. Photo: Lifetime/Netflix

Coba kita pikirkan lagi. Kalau saja 50 Shades ditulis ulang oleh pengarang lain dan diceritakan dari sudut pandang Grey, bisa jadi Christian Grey adalah Joe Goldberg dalam balutan jas yang sudah menyembunyikan tiga mayat di red room of pain miliknya.

Secara pribadi, saya merasa tidak ada salahnya mempopulerkan karakter fiktif seperti Joe. Setidaknya dia digambarkan apa adanya. Joe Goldberg adalah karakter yang direpresentasikan secara jujur.

Bagi saya, yang lebih berbahaya adalah melabeli perilaku gila kontrol Christian Grey sebagai alpha male yang tengah dimabuk cinta. Atau menyebut Edward Cullen yang menerobos jendela kamar Bella Swan untuk melihatnya terlelap sebagai tindakan so sweet. Karena jika hal-hal yang dilakukan oleh dua tokoh pria ini terjadi di dunia nyata, kita jelas lebih perlu waspada, bukannya melted.

Advertisements

5 thoughts on “[Review Serial TV] YOU: Ketika Seorang Sosiopat Menjadi Tokoh Utama nan Memikat

  1. terjemahan atau bhs inggris ini mbak buku “you”? slalu dag dig dug kalau baca buku denga tema yang begini.Saya tdk mengikuti serial TV nya sih mbak,tapi kalau baca review nya mbak tantri masih oke dibaca sama saya, karena kalau creepy nya udh kebangetan saya ga tega bacanya mbak.Mbak ada masukan buku yang sekelas thomas harris nggak mbak?tentunya yang terjemahan ya mbak hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.