[Non-Review] 20 Perpustakaan Terkeren di Dunia

Banyak orang yang enggan memasuki perpustakaan karena berbagai alasan. Ada yang menganggap bangunannya berkesan suram dan menakutkan. Ada yang tak suka perpustakaan karena mengasosiasikan tempat itu dengan aktivitas belajar yang membosankan.

Bagi sebagian orang lainnya, perpustakaan justru merupakan “surga” karena di sinilah bacaan-bacaan paling menarik menunggu untuk ditemukan. Sejak dulu, perpustakaan telah menjadi bagian dari peradaban di dunia. Para penguasa dari masa lalu membangun perpustakaan tak hanya untuk menyimpan buku, tapi juga menjadikannya sebagai balai penelitian, pusat kajian para cendekiawan, dan pusat kebudayaan. Jadi tak mengherankan kalau perpustakaan zaman dulu hampir selalu megah.

Bagaimana dengan perpustakaan zaman sekarang? Megahnya tak kalah dari perpustakaan yang dibangun ratusan tahun lalu. Desainnya serba unik. Jumlah koleksinya pun tak kalah impresif.

Berikut ini deretan perpustakaan dengan desain paling keren di seluruh dunia yang sudah saya rangkum dari berbagai sumber.

1. George Peabody Library (Baltimore) – Amerika Serikat

George Peabody Library © Wikimedia Commons/Matthew Petroff 
George Peabody Library © Wikimedia Commons/Matthew Petroff 

Pertama, ada George Peabody Library yang ada di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat. Condé Nast Traveller menyebut bangunan ini sebagai salah satu perpustakaan tercantik di dunia.

Ini adalah perpustakaan “sumbangan” saudagar kaya raya dan filantropis asal Baltimore, George Peabody. Koleksi George Peabody Library kebanyakan adalah literatur abad 19.

George Peabody Library © Pexels.com/Rick Otten 
George Peabody Library © Pexels.com/Rick Otten 

Mereka punya sekitar 300.000 buku. Beberapa di antaranya adalah cetakan pertama novel klasik macam Don Quixote. Edisi pertama karya-karya Edgar Allan Poe, Nathaniel Hawthorne, dan Herman Melville juga ada di sini, lho!

2. Perpustakaan Klementinum (Praha) – Ceko

Perpustakaan Klementinum, Praha, Ceko © Wikimedia Commons/Václav Jiroušek
Perpustakaan Klementinum, Praha, Ceko © Wikimedia Commons/Václav Jiroušek

Beralih ke Ceko, ada perpustakaan Klementinum yang bergaya Baroque. Bangunan megah ini dipilih sebagai salah satu perpustakaan terindah di dunia oleh pembaca Bored Panda.

Perpustakaan Klementinum, Praha, Ceko © Pexels.com/
Matteo Milan
Perpustakaan Klementinum, Praha, Ceko © Pexels.com/
Matteo Milan

Sebenarnya, Klementinum adalah kompleks bangunan bersejarah di Praha. Perpustakaannya sendiri dibuka pada tahun 1722 dan merupakan bagian dari Jesuit University.

Bagian paling keren dari perpustakaan ini adalah aulanya. Langit-langit ruangan tersebut dihiasi fresko karya Jan Hiebl.

3. Perpustakaan Biara Admont (Admont) – Austria

Admont Abbey Library, Austria © Wikimedia Commons/Jorge Royan
Admont Abbey Library, Austria © Wikimedia Commons/Jorge Royan

Austria juga punya perpustakaan keren bergaya Baroque, yaitu Admont Abbey Library. Ini adalah perpustakaan biara terbesar di dunia.

Perpustakaan ini meniru desain Imperial Court Library (Austrian National Library) di Wina.

Admont Abbey, Austria © Wikimedia Commons/Friedrich Beren

Langit-langitnya dihiasi fresko yang menggambarkan hubungan agama, seni, dan ilmu pengetahuan. Fresko tersebut dilukis oleh Bartolomeo Altomonte.

4. Calgary Central Library (Alberta) – Kanada

Calgary Central Library © Pexels.com/Julia Berdo
Calgary Central Library © Pexels.com/Julia Berdo

Kanada punya Calgary Central Library yang berdiri megah di Calgary, Alberta. Sebenarnya, bangunan ini adalah perpustakaan umum milik Calgary Public Library.

Gedung empat lantai berbentuk oval ini dirancang dengan nuansa urban dan beberapa fitur desain yang“sustainable”.

Calgary Central Library © Calgary Municipal Land Corporation

Uniknya, perpustakaan ini dibangun di atas terowongan CTrain. Jadi, kereta yang lewat tampak seperti keluar dari kaki bangunan.

5. Starfield Library (Seoul) – Korea Selatan

Starfield Library, Korea Selatan © Pexels.com/Ben Cheung
Starfield Library, Korea Selatan © Pexels.com/Ben Cheung

Penggemar K-drama mungkin sudah tak asing dengan Starfield Library. Perpustakaan ini muncul di drama Record of Youth, Kkondae Intern, The Beauty Inside, dan Lovestruck in the City.

Starfield Library merupakan bagian dari COEX Mall yang berlokasi di Gangnam. Ciri khasnya adalah rak-rak setinggi 13 meter berisi 70.000 buku.

Starfield Library, Korea Selatan © Pexels.com/
Ehsan Haque
Starfield Library, Korea Selatan © Pexels.com/
Ehsan Haque

Bukan cuma buku fisik, perpustakaan ini juga memberikan pengunjung akses gratis untuk 600 majalah (lokal dan internasional) serta iPad yang penuh berisi e-book.

6. Trinity College Library (Dublin) – Irlandia

Trinity College Library, Irlandia © Pexels.com/Andrea barsali
Trinity College Library, Irlandia © Pexels.com/Andrea barsali

Nggak tahu kenapa, perpustakaan ini mengingatkan saya kepada Hogwarts Library di film-film Harry Potter.

Trinity College Library adalah perpustakaan kebanggaan Dublin, Irlandia. Perpustakaan ini beridi sejak tahun 1592.

Trinity College, Irlandia © Pexels.com/Sofía Marquet
Trinity College, Irlandia © Pexels.com/Sofía Marquet

Ini adalah perpustakaan “khusus copyright”. Jadi, setiap penerbit di Irlandia wajib menyumbangkan satu eksemplar naskah yang mereka publikasikan ke sini.

7. Stadtbibliothek Stuttgart (Stuttgart) – Jerman

Stadtbibliothek © Pexels.com/Eddson Lens
Stadtbibliothek Stuttgart © Pexels.com/Eddson Lens

Nama reseminya adalah Stuttgart City Library, tapi perpustakaan ini lebih populer dengan nama Stadtbibliothek.

Kebanyakan perpustakaan keren di Jerman bergaya klasik. Namun, Stadtbibliothek ini mengusung desain modern dengan bentuk kubus nan minimalis.

Stadtbibliothek Stuttgart © Wikimedia Commons/Pjt56
Stadtbibliothek Stuttgart © Wikimedia Commons/Pjt56

Dilansir Arch Daily, desain lobinya terinspirasi oleh “Cenotaph for Newton” karya Étienne-Louis Boullée. Sementara desain perpustakaannya yang terdiri dari empat lantai terinspirasi oleh pantheon peninggalan Romawi.

8. Rampur Raza Library (Uttar Pradesh) – India

Rampur Raza Library © Just Dial
Rampur Raza Library © dok. Just Dial

India juga punya perpustakaan keren, lho! Namanya Rampur Raza Library. Jika dilihat dari luar, gedung yang berdiri di Rampur, Uttar Pradesh ini lebih mirip kediaman raja daripada perpustakaan. Soalnya, aslinya ini memang istana.

Rampur Raza Library © Wikimedia Commons/Deepak G Goswami
Rampur Raza Library © Wikimedia Commons/Deepak G Goswami

Dilansir Travel + Leisure, awalnya Rampur Raza Library adalah kediaman Hamid Ali Khan dari Rampur sekaligus pusat ilmu pengetahuan Islam dan litetarur dari seluruh Asia.

Siapa itu Hamid Ali Khan dari Rampur? Dia adalah nawab (gelar kebangsawanan setara pangeran) yang memerintah Rampur dari 1889 sampai 1930.

9. Biblioteca do Convento de Mafra (Mafra) – Portugal

Mafra Palace Library © Wikimedia Commons/Rosino
Biblioteca do Convento de Mafra (Mafra Palace Library) © Wikimedia Commons/Rosino

Biblioteca do Convento de Mafra atau Perspustakaan Istana Mafra adalah bagian dari Istana Kenegaraan Mafra.

Dilansir The Guardian, ruang perpustakaannya yang bergaya Rococo memiliki panjang 88 meter. Lebih dari 36.000 buku bersampul kulit dari abad 14 sampai 19 tertata rapi di rak-rak kayu.

Mafra Palace Library © Wikimedia Commons/
Joseolgon
Biblioteca do Convento de Mafra (Mafra Palace Library) © Wikimedia Commons/
Joseolgon

Sayangnya, perpustakaan ini jadi tempat tinggal kelelawar. Namun, keberadaan mereka sengaja dibiarkan karena hewan-hewan malam itu juga berguna untuk memburu hama yang bisa merusak koleksi buku.

10. Ithra (Riyadh) – Arab Saudi

King Abdulaziz Center for World Culture Library (Ithra) © dok. Snøhetta
King Abdulaziz Center for World Culture Library (Ithra) © dok. Snøhetta

Arab Saudi punya King Abdulaziz Center for World Culture Library yang berdesain unik. Perpustakaan ini lebih dikenal dengan nama Ithra.

Dilansir Vogue Arabia, Ithra berdiri di Dhahran, Provinsi Timur Arab Saudi. Bangunannya bergaya modern dan terdiri dari empat lantai.

King Abdulaziz Center for World Culture Library (Ithra) © dok. MOJEH Magazine
King Abdulaziz Center for World Culture Library (Ithra) © dok. MOJEH Magazine

Koleksinya meliputi literatur cetak dan digital dalam bahasa Arab dan Inggris. Perpustakaan ini juga memiliki museum, bioskop, auditorium, serta area studi dan penelitian seluas 6.000 meter persegi.

11. Stiftsbibliothek St. Gallen (St. Gallen) – Swiss

Stiftsbibliothek di St. Gallen, Swiss © Wikimedia Commons
Stiftsbibliothek di St. Gallen, Swiss © Wikimedia Commons

Perpustakaan terindah selanjutnya adalah Abbey Library of Saint Gall atau Perpustakaan Biara Saint Gallen. Gedung ini berlokasi di St. Gallen, Swiss.

Abbey Library of Saint Gall lebih dikenal dengan nama Stiftsbibliothek Saint Gallent. Perpustakaan ini berdiri sejak tahun 719.

Stiftsbibliothek tercatat sebagai salah satu situs UNESCO World Heritage. Desainnya mengadopsi gaya arsitektur Rococo.

Koleksi perpustakaan ini mencapai 160.000 literatur, yang tertua berasal dari abad 8.

12. Perpustakaan Abbazia di Novacella (Novacella) – Italia

Novacella Abbey Library © dok. Kloster Neustift
Novacella Abbey Library © dok. Kloster Neustift

Ini adalah perpustakaan yang berada di dalam Abbazia di Novacella atau Biara Novacella, sebuah biara Augustinian yang hampir berusia 900 tahun di Tyrol Selatan, Italia.

Perpustakaan bergaya Baroque ini sekarang merupakan bagian dari museum biara.

Novacella Abbey Library © Wikimedia Commons/Adrian Michael
Novacella Abbey Library © Wikimedia Commons/Adrian Michael

Perpustakaan Novacella terdiri dari dua lantai yang masing-masing dibangun pada 1770 dan 1775. Lantainya terlihat seperti papan catur dan dibuat dari batu asli. Sementara dindingnya dihiasi stucco berlapis emas.

Perpustakaan ini dibangun untuk menyimpan 20.000 naskah yang penting bagi pendidikan para biarawan.

13. Bishan Public Library – Singapura

Bishan Public Library © Wikimedia Commons/Someformofhuman
Bishan Public Library © Wikimedia Commons/Someformofhuman

Dilansir Timeout, bangunan ini dirancang oleh Look Architects. Idenya adalah menciptakan ruang baca yang bernuansa rumah pohon.

Bishan Public Library © dok. National Library Board Singapore
Bishan Public Library © dok. National Library Board Singapore

Perpustakaan terdiri dari empat lantai. Ada ruang bawah tanah dan teras rooftop yang nyaman untuk menikmati bacaan. Karena panel-panel kacanya bisa menyaring cahaya, ruangan jadi teduh dan sejuk.

Bishan Public Library © dok. National Library Board Singapore
Bishan Public Library © dok. National Library Board Singapore

Jika dilihat dari luar, persputakaan dilengkapi sederet “pod” yang menjorok keluar dari bangunan, menciptakan ilusi ceruk yang menggantung. Ini adalah bagian paling privat dan nyaman untuk membaca di Bishan Public Library.

14. Biblioteca Girolamini (Napoli) – Italia

Biblioteca Girolamini © Wikimedia Commons/Giuseppe Guida
Biblioteca Girolamini © Wikimedia Commons/Giuseppe Guida

Selanjutnya, ada Biblioteca Statale Oratoriana dei Girolamini. Gedung ini juga dikenal dengan nama yang lebih singkat, Biblioteca Girolamini.

Perpustakaan Girolamini sudah dibuka untuk umum sejak 1586. Pojok baca tersebut merupakan bagian dari kompleks gereja Girolamini.

Biblioteca Girolamini © Wikimedia Commons/Giuseppe Guida
Biblioteca Girolamini © Wikimedia Commons/Giuseppe Guida

Biblioteca Girolamini merupakan perpustakaan umum tertua di Napoli. Bangunan ini juga merupakan perpustakaan umum tertua di Italia setelah perpustakaan sipil Malatesta.

15. The Eye of Binhai (Tianjin) – China

The Eye of Binhai © Wikimedia Commons/Muzzleflash

Selanjutnya, ada The Eye of Binhai yang berada di Distrik Kultural Binhai, Tianjin, China. Nama resminya adalah Tianjin Binhai New Area Library.

The Eye of Binhai © dok. MRDV
The Eye of Binhai © dok. MRDV

Perpustakaan dibangun di area seluas 34.000 meter persegi dan terdiri dari lima lantai. Ciri khasnya adalah interior serba putih yang membentuk auditorium melingkar.

The Eye of Binhai © dok. MRDV
The Eye of Binhai © dok. MRDV

Bagian tengahnya dihiasi bola putih raksasa yang menjadi pusat ruangan. Rak-raknya bertingkat dan melingkar dengan artistik. Seluruhnya bisa menampung 1,2 juta literatur yang dikoleksi perpustakaan.

16. National Library of Latvia (Riga) – Latvia

National Library of Latvia © Wikimedia Commons/Yeti-Hunter
National Library of Latvia © Wikimedia Commons/Yeti-Hunter

Ini adalah perpustakaan nasional kepunyaan Latvia yang berada di Riga. Fasilitas tersebut dibuka untuk umum sejak 2014.

National Library of Latvia © Wikimedia Commons/Rob Oo
National Library of Latvia © Wikimedia Commons/Rob Oo

Bangunan National Library of Latvia dirancang oleh Gunnar Birkerts, terinspirasi dari cerita rakyat Gunung Kristal dan Kastil Cahaya. Gedungnya mengerucut dan beratap kaca seperti gunung kristal sungguhan.

National Library of Latvia © Wikimedia Commons/Ken Eckert
National Library of Latvia © Wikimedia Commons/Ken Eckert

Perpustakaan ini terdiri dari 13 lantai serta memiliki lebih dari 1000 ruang baca, area pameran, dan pusat konferensi.

Koleksinya meliputi lebih dari 6 juta literatur yang tercetak dalam lebih dari 50 bahasa.

17. Perpustakaan Biara San Lorenzo de El Escorial (Madrid) – Spanyol

Perpustakaan Biara San Lorenzo de El Escorial © Wikimedia Commons/Miguel Angel Masegosa Martínez
Perpustakaan Biara San Lorenzo de El Escorial © Wikimedia Commons/Miguel Angel Masegosa Martínez

Perpustakaan Biara San Lorenzo de El Escorial dianggap sebagai salah satu bangunan dengan arsitektur Renaisans terbaik.

Seluruh area Biara San Lorenzo de El Escorial merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO kebanggaan Spanyol.

Perpustakaan Biara San Lorenzo de El Escorial ©Wikimedia Commons/Malopez 21
Biara San Lorenzo de El Escorial ©Wikimedia Commons/Malopez 21

Biara dan perpustakaan ini dibangun atas perintah Phillip II, raja yang dikenal sebagai humanis dan pencinta buku.

18. Biblioteca Vasconcelos (Mexico City) – Meksiko

Biblioteca Vasconcelos © Wikimedia Commons/Diego Delso
Biblioteca Vasconcelos © Wikimedia Commons/Diego Delso

Beralih ke Meksiko, ada Biblioteca Vasconcelos yang dibangun di ibukota negara tersebut. Saat diresmikan pada tahun 2006, presiden Meksiko saat itu, Vicente Fox menyebutnya sebagai salah satu konstruksi paling maju di abad 21.

Biblioteca Vasconcelos © Wikimedia Commons/Diego Delso
Biblioteca Vasconcelos © Wikimedia Commons/Diego Delso

Desain interior Biblioteca Vasconcelos memang terkesan futuristik. Buku-buku dan raknya disusun sedemikian rupa sehingga tampak seperti gambaran dimensi terpikselasi dalam film fiksi ilmiah.

Selain menyimpan bacaaban, bangunan ini juga menjadi “rumah” bagi karya para seniman Meksiko.

19. Beitou Library (Taipei) – Taiwan

Beitou Library © Wikimedia Commons/台北旅遊網
Beitou Library © Wikimedia Commons/台北旅遊網

Taipei punya banyak perpustakaan dengan desain apik. Salah satu yang paling populer adalah Taipei Public Library Beitou Branch. Perpustakaan ini lebih dikenal sebagai Beitou Library.

Ini adalah perpustakaan hijau pertama di Taiwan. Desainnya terinspirasi dari alam liar.

Beitou Library © Wikimedia Commons/KaurJmeb
Beitou Library © Wikimedia Commons/KaurJmeb

Bangunan ini dilengkapi panel surya untuk menghasilkan listrik secara mandiri. Rerumputannya ditata diagonal agar dapat mengalirkan air ke tangki untuk irigasi tanaman di seluruh area gedung. Sementara atapnya dilapisi tanah agar suhu udara di dalam gedung senantiasa sejuk.

Beitou Library © Wikimedia Commons/Wpcpey
Beitou Library © Wikimedia Commons/Wpcpey

Kalau bosan membaca di dalam perpustakaan, pengunjung dapat membaca di luar ruangan dengan bangku kayu, menyusuri jalan setapak yang indah, atau sekadar menikmati pemandangan pepohonan dan kicauan burung.

20. Bibliotheca Alexandrina (Alexandria) – Mesir

Bibliotheca Alexandrina © Wikimedia Commons/Shivani Singh04
Bibliotheca Alexandrina © Wikimedia Commons/Shivani Singh04

Dahulu kala, Mesir dikenal dengan Perpustakaan Agung Alexandria yang disebut menyimpan ilmu dari seluruh dunia. Sayangnya, perpustakaan ini luluh lantak akrena gempuran pasukan Julius Caesar dari Romawi sekitar 2000 tahun yang lalu.

Sekarang, Mesir memiliki Maktabat al-Iskandarīyah atau Bibliotheca Alexandrina yang tak kalah menakjubkan meskipun desainnya berbeda jauh dari Perpustakaan Agung Alexandria. Dilansir Wanderlust, perpustakaan ini diresmikan pada tahun 2009.

Bibliotheca Alexandrina © Wikimedia Commons/Azniv Stepanian
Bibliotheca Alexandrina © Wikimedia Commons/Azniv Stepanian

Ruang baca bertingkat di perpustakaan ini mengingatkan pengunjung pada amfiteater kuno. Fasad melengkungnya terbuat dari lempengan granit besar yang diukir dengan berbagai bahasa yang umurnya mencapai 10.000 tahun. Sementara atapnya yang berbentuk diagonal menaungi delapan juta buku yang dikoleksi perpustakaan.

Sekian cerita saya soal perpustakaan-perpustakaan dengan desain eksterior dan interior terkeren di dunia. Ada yang sudah pernah saya kunjungi? Tentu tidak. Saya mainnya masih kurang jauh.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.