Kopdar BBI/GRI Area Malang

foto gath

Sabtu, Desember 2013 kemarin adalah kopdar anggota BBI/GRI Malang. Sepertinya acara ini sudah pernah diadakan beberapa tahun sebelumnya di tempat yang sama, Perpustakaan Umum Kota Malang, tapi dengan partisipan (jiah partisipan..) yang berbeda.

Kumpul-kumpul iseng para pecinta buku dari Malang dan sekitarnya ini dimulai kira-kira jam 10.00-14.15. Kegiatannya sudah pasti ngorol soal buku dan swap (seharusnya sih..tp swap-nya g jalan). Pesertanya waktu itu ada tujuh orang. Mide, Anisa, Sella, Idan, Nobel, Amel, dan aku sendiri. Pembicaraan kami seru sekali, menurutku karena kami semua tertular antusiasmenya Mide dan Idan yang sama-sama rame. Topiknya mulai dari soal buku, manga, kuliah, biaya pendidikan yang makin selangit, game, nyepik cewek, etnis, terus kembali lagi ke buku.

Mide yang menjadi koordinator rupanya adalah penggemar manga dan anime. Dia juga tergabung dalam komunitas pecinta manga. Mide mengaku kurang suka dengan manga/anime yang mainstream. Dia suka baca karyanya Khaled Hosseini dan kebetulan hari itu memang bawa buku terbarunya Khosseini (And the Mountains Echoed) yang akhirnya dipinjam Idan.

Idan yang berasal dari Bali adalah sales buat terselenggaranya acara ini. Dia mengaku sebagai omnireader yang lebih suka baca ebook karena praktis dan ekonomis. Anisa yang paling muda dan lagi sibuk bikin proposal skripsi suka baca novel-novel ringan ala metropop dan nonton K-drama. Sella dan Amel adalah teman sehobinya Mide sejak SMP. Mereka paling pendiam tapi ternyata seru juga kalau sudah ngobrol soal manga dan historical romance. Waktu itu mereka memborong banyak komik dan novel yang lagi sale di lobi perpustakaan. Sementara itu Nobel yang datangnya belakangan mengaku kalau buku yang dibaca masih sedikit.

Tapi berbeda dengan kita-kita yang memang keranjingan baca, Abel berusaha membaca untuk menambah pengetahuan. Karena itu bacaannya lumayan berat seperti ideologi politik dan sastra macam Pramoedya.

Seperti yang sudah aku jelaskan di atas, kami mengobrol tentang berbagai topik. Idan mempertanyakan kenapa goodreads didominasi cewek dan rata-rata suka bacaan romance yang ‘menjurus’ seperti erotica, BDSM, dan M/M rom. Anisa dan Mide menjawab karena cewek butuh drama dan lebih suka berfantasi lewat tulisan. Nggak seperti cowok yang lebih prefer visual (Jelas kita semua mikir cowok identik dengan bokep:D. Maaf lho kalau salah). Terus kami membicarakan tentang buku favorit masing-masing, isu sosial dalam And The Mountains Echoed, Battle Royale vs The Hunger Games, paperback vs ebook, Tetralogi Pulau Buru, film The Mist, serba-serbi pendidikan di kampus masing-masing, politik ala Machiavelli, DOTA & Three Kingdom, One Piece, JKT 48 vs AkB 48, konflik Sampit, pelajaran bahasa daerah, cowok beserta ego mereka, dan…oh iya K-drama yang menurut cowok-cowok itu berguna buat nyepik cewek. Hahahaha..

Lalu karena hujan turun kami pindah ke lobi dan akhirnya malah hunting buku obral sambil sesekali mengomentari buku pilihan masing-masing. Lalu pindah lagi ke ruang baca dan akhirnya pulang satu per satu. Bagiku kopdar Sabtu kemarin menyenangkan. Sama sekali nggak canggung. Semoga saja kopdar part II-nya bisa terlaksana dalam waktu dekat dan dengan partisipan yang lebih banyak.

Oh, iya. Thanks buat fotonya, Mide.