Wishful Wednesday #4

Lama banget nggak update Wishful Wednesday. Seperti biasa aku termasuk blogger yang males. Males ngetik, males mikir bahan tulisan, dan males posting.

Karena udah lama banget nggak menyentuh historical romance, sekarang jadi kangen sama ‘genre favorit sepanjang masa’ku ini. Untuk permulaan aku mau baca Just Like Heaven (Smythe-Smith Quartet) karangan Julia Quinn. Ini sinopsisnya.

smythe

Honoria Smythe-Smith is: A) a really bad violinist
B) still miffed at being nicknamed “Bug” as a child
C) not in love with her older brother’s best friend
D) all of the above

Marcus Holroyd is: A) the Earl of Chatteris
B) regrettably prone to sprained ankles
C) not in love with his best friend’s younger sister
D) all of the above

Together they: A) eat quite a bit of chocolate cake
B) survive a deadly fever and the world’s worst musical performance
C) fall quite desperately in love
It’s Julia Quinn at her best, so you know the answer is . . .
D) all of the above

Bagi yang sudah akrab dengan karya-karya Julia Quinn pasti sudah tak asing lagi dengan Symthe-Smith, grup musik keluarga terburuk sepanjang masa yang setiap tahun membuat telinga the tons London terzalimi dengan pertunjukan musik mereka. Meskipun cuma sekedar lewat di novel-novel Quinn yang lain, deskripsi gadis-gadis Smythe-Smith ini selalu sukses bikin aku ngakak. Mereka selalu digambarkan buta nada, dan setiap gadis dalam tiap generasi kuartet tersebut selalu lebih buta nada daripada yang sebelumnya. Ini kutipan tentang gadis-gadis Smythe-Smith yang aku ambil dari Romancing Mr. Bridgerton (The Bridgertons #3)

…berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengernyit (setidaknya tidak terang-terangan) saat gadis-gadis Smythe-Smith membantai Mr. Mozart dengan musik versi mereka.

Setiap beberapa tahun akan ada satu gadis Smythe-Smith yang tampaknya sadar dirinya ambil bagian dalam apa yang hanya bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hukum pendengaran. Sementara gadis-gadis lain menyerang biola dan pianoforte mereka dengan semangat nyata, satu gadis aneh ini bermain dengan ekspresi kesakitan di wajahnya.

Keempat gadis itu melakukan pemanasan-kumpulan nada campur aduk dengan ketukan sumbang yang hanya akan menjadi lebih buruk begitu mereka mulai bermain sungguhan.

Setelah kuartet Smythe-Smith akhirnya selesai, tiga dari gadis-gadis itu berseri-seri mendengar tepuk tangan sopan yang diberikan, dan gadis keempat-si pemain selo-terlihat seolah ingin merangkak ke bawah batu.

Kasihan banget deh, kayaknya si pemain selo yang sadar diri sama ke’tidakberbakat’annya ini.

Meskipun rating-nya nggak setinggi novel-novel Quinn yang lain, aku tetep penasaran sama romance-nya cewek-cewek Smythe-Smith ini. Sekalian pingin tahu kayak apa ngaconya anggota keluarga Smythe-Smith yang lain dan kenapa mereka dengan pedenya melestarikan kuartet musik yang super parah itu.

Mau ikutan Wishful Wednesday juga? Gini caranya..

  • Follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blog kamu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kamu, dan kasih alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist.
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kamu di Mr. Linky (klik tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, boleh juga menambahkan button Wishful Wednesday di posting kamu.
  • Kalau udah semua, main-main ke blog lain yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu juga ya 😀
Click MR LINKY now..
Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.