[Review Buku] Nostalgia yang Tak Seindah Memori dengan Pengantin Kecilku-nya Maria A. Sardjono

Buku ini saya pinjam di app iPusnas cuma buat nostalgia. Kepingin baca ulang, karena dulu saya merasa ceritanya bagus. Ternyata, saya yang sudah berusia 30-an bete banget sama novel ini.

Pengantin Kecilku © Gramedia Pustaka Utama

Judul: Pengantin Kecilku
Penulis: Maria A. Sardjono
Bahasa: Indonesia
Format:paperback, 328 hal.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2014)
Genre: roman, drama

Cerita

Taken from Goodreads:

Nunik datang kembali ke kota kecil tempat ia dibesarkan, dengan harapan akan dapat melupakan kepahitan yang dialaminya di Jakarta. Di kota itu pulalah ia berharap orang akan dapat memaklumi dan menerima perceraiannya dengan Hardiman yang mengkhianatinya itu. Dan di kota itu ia juga berharap dimengerti oleh Wawan, teman mainnya, bahkan pelindung dan pengawalnya dulu semasa ia masih kecil.

Baginya, Wawan adalah satu-satunya orang yang teramat dekat dengannya. Demikian juga sebaliknya. Nunik adalah orang terdekat bagi Wawan. Maka tak heran apabila pertemuan itu menghangatkan hati keduanya dan menguntai kembali kemanisan-kemanisan masa kecil mereka dulu.

Tapi keduanya baru tersadar kemudian, bahwa ternyata hubungan mereka yang semula berawal dengan persahabatan telah berubah menjadi cinta dewasa yang matang. Sayang, keadaan tak memungkinkan adanya peratautan di antara kedua hati itu. Wawan sudah bertunangan dengan Astri, dan Hardiman, suami Nunik, datang untuk menyatakan keinginannya rujuk kembali. Sementara itu seorang bujangan ganteng yang sedang mencari istri, muncul pula di antara mereka dan jatuh hati kepada Nunik.

1 Point for:

Story

Setting

Characterization

Writing Style

Moral/Interesting Trivia

Level of Interest

❤️❤️

Review

Jadi ini adalah cerita mbak-mbak privileged yang ngabur dari masalah perceraiannya ke kampung halaman, Lalu, dia bertemu pemuda ‘keset’ aka safety net dari masa kecilnya, menjadikan si mas sebagai rebound, dan memelakori masnya dari seorang perempuan lain. And they live happily everafter as dom and sub. Sekian dan terima kasih.

Bagian dom and subs-nya bercanda, sih. Tapi sisanya memang gitu. Waktu SMA baca cerita ini dan nonton FTV-nya terasa oke-oke saja. Sweet-sweet aja. Setelah baca ulang di usia segini, lah, pingin nampol saja.

Ini female lead, si Nunik rasanya masih anak-anak kalo ngadepin masalah. Suka gaslighting dan memanfaatkan inferiority complex si masnya untuk menghindari tanggung jawab. Bagian menariknya cuma pas ngomongin aneka jenis jajan pasar. Namanya juga pembaca nggragas.

Kalau diperhatikan, novel-novel Indonesia zaman dulu memang banyak yang karakternya kurang simpatik. Ceritanya pun masih klise khas sinetron. Untungnya, sekarang ini novel Indonesia sudah banyak berkembang. Penulis-penulis yang namanya mulai besar di tahun 2000-an sudah lebih apik dalam meramu cerita yang menarik, tapi tetap cukup realistis. Tema yang diangkat pun makin kompleks dan dekat dengan pembaca.

Soal penilaian saya terhadap buku ini, ternyata, seorang pembaca pun bisa berubah selera seiring pertambahan umur, pengalaman hidup, referensi bacaan, dan ragam pemikiran yang ditemui. Jadi, ya, wajar kalau berubah pendapat soal buku yang dulunya kita anggap menarik. Tapi, lumayanlah buat baca-baca dalam rangka nostalgia.

Oh, ya, Pengantin Kecilku ini dulu ada FTV-nya. Waktu itu kayaknya saya masih SMP, ya. Zaman-zaman FTV-nya stasiun tipi ‘matahari yang pake hembody‘ masih variatif. Soundtrack-nya masih “Cinta Kan Membawamu Kembali” versi Reza, belum “Cinta Untukmu Luar Biasa”. Pemain-pemain favoritnya masih Inez Tagor, Devi Permatasari, atau Wanda Hamidah. Saya ingat Pengantin Kecilku ini bintangnya Inez Tagor sama Herman Felani. Ya Allah, lawasnya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.