[Listopia] 6 Manga Terpopuler Naoki Urasawa yang Sudah Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

Kalian suka baca manga karya Naoki Urasawa? Buat yang belum familiar dengan namanya, Urasawa adalah mangaka yang dipuji-puji sutradara pemenang Oscar, Bong Joon Ho sebagai “pencerita paling ulung di zaman ini”. Beberapa judul manga buatannya laku puluhan juta kopi di seluruh dunia.

Bicara soal gaya bercerita Naoki Urasawa, saya setuju banget dengan pendapat Bong Joon Ho. Urasawa jago membuat cerita yang kompleks, cocok buat pembaca dewasa yang suka thriller diramu teori konspirasi. Karya-karyanya kurang lebih seperti Da Vinci Code tapi dengan penggarapan yang lebih matang.

Urasawa kerap membawa pembacanya ke dalam kisah thriller psikologis yang terjalin rumit dengan alur maju-mundur, plot twist, misteri di dalam misteri, multiple main characters, fakta sejarah yang diputar balik 180 derajat, dan latar tempat yang berganti-ganti. Bagi saya, baca mangamanga Urasawa bisa mengundang rasa penasaran untuk mengulik fakta sejarah yang dia selipkan.

Artwork Naoki Urasawa juga berbeda dari mangaka lainnya. Gambarnya detail banget dan cenderung realistis. Setiap karakter punya facial features yang berbeda, nggak beda di rambut doang.

Nah, kalau suka manga bernuansa thriller psikologis, silakan coba baca judul-judul berikut. Semuanya sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, kok!

1. Master Keaton

Master Keaton adalah seri manga Naoki Urasawa yang sudah lama banget diterbitkan di Indonesia. Sekarang bukunya terhitung langka. Harga jual second-nya di martketplace nggak ngotak.

Master Keaton adalah manga Naoki Urasawa yang ceritanya termasuk ringan jika dibandingkan dengan judul lain di daftar ini. Fokusnya adalah sosok Taichi Hiraga-Keaton, anak dari pakar zoologi Jepang dan wanita ningrat Inggris.

Keaton adalah lulusan arkeologi Oxford yang pernah bergabung dengan tentara Inggris dan menjadi anggota SAS, unit khusus yang bertugas di Perang Falkland.

Lepas dari militer, Keaton alih profesi menjadi dosen arkeologi merangkap investigator asuransi. Ia meminjamkan jasanya kepada Lloyd’s of London, sebuah perusahaan asuransi ternama yang dikenal dengan metode penyelidikan tak biasa.

Karakter Keaton ini seperti McGyver yang jago memanfaatkan objek-objek random di sekitar untuk meloloskan diri atau melumpuhkan musuh. Jago berantem pula. Cuma tampangnya aja yang agak culun, jadi sering disepelekan orang yang baru pertama kali bertemu dengannya.

Master Keaton termasuk salah satu manga terlaris sepanjang masa yang laku lebih dari 20 juta kopi. Manga ini mengusung genre misteri, petualangan, hingga drama keluarga.

Nuansa thriller di manga ini nggak begitu kental. Ceritanya seru, tapi nggak terlalu njelimet. Satu chapter berisi satu kasus yang harus diselesaikan oleh Keaton.

Manga ini juga menampilkan berbagai latar belakang budaya dan sejarah yang menarik, seperti asal-usul peradaban Eropa Timur, Timur Tengah, hingga Mongolia.

trailer anime Master Keaton © Shogakukan | VAP

2. Monster

Monster pertama kali diterbitkan di Indonesia oleh m&c!. Ini adalah manga pertama Naoki Urasawa yang menuai kesuksesan bertaraf internasional. Belakangan, manga ini diterbitkan ulang oleh penerbit imprint-nya m&c!, yaitu Akasha. Anime-nya bisa ditonton di Netflix.

Pada masanya, Monster merupakan manga yang dianggap “keren” bagi pembaca milenial. Ceritanya nggak biasa dan jauh lebih gelap daripada kebanyakan manga yang diterbitkan di Indonesia saat itu. Soalnya, waktu itu belum ada penerbit mayor yang mengkhususkan diri pada manga dengan mature theme seperti Level Comics atau Akasha.

Baca Monster untuk pertama kalinya bikin saya merinding. Johan, karakter antagonis utama di manga ini jadi salah satu villain paling berkesan bagi saya.

Monster bercerita tentang Kenzo Tenma, seorang dokter bedah asal Jepang yang tinggal di Düsseldorf, Jerman. Kehidupannya berubah drastis setelah ia terlibat dengan Johan Liebert, seorang psikopat yang mampu “membangunkan sisi tergelap manusia”. Mirip Jim Moriarty di serial Sherlock gitulah, tapi jauh lebih creepy.

Bagaimana ceritanya hingga Tenma bisa berurusan dengan kriminal skala global begini? Sembilan tahun sebelum cerita Monster dimulai, sepasang anak kembar bernama Johan dan Anna dibawa ke rumah sakit tempat Tenma bekerja. Mereka adalah korban selamat dari sebuah peristiwa pembantaian sadis. Tenma memutuskan untuk mengoperasi Johan yang tertembak di kepalanya, membuat posisinya di rumah sakit terancam.

Bertahun-tahun kemudian, ia kembali bertemu dengan Johan yang kini menjadi dalang serangkaian pembantaian dan pembunuhan di beberapa negara dengan julukan “Monster”.

Demi menghentikan “Monster”, Tenma harus menguak tabir masa lalu Johan dan Anna, dimulai dari panti asuhan 511 Kinderheim yang menyimpan rahasia kelam. Panti tempat Johan dibesarkan ini ternyata adalah “laboratorium” pencetak calon tentara sempurna. Saat tinggal di sana, Johan yang masih berusia 10 tahun membuat 50 anak dan para guru saling bunuh.

3. Pluto

Sebelum baca manga-nya, saya nonton anime Pluto di Netflix dan suka banget. Setelah baca manga-nya juga, saya berkesimpulan kalau ini adalah karya Naoki Urasawa yang paling saya sukai.

Pluto merupakan reinterpretasi Astro Boy, manga superhero karya Osamu Tezuka yang populer di tahun 1980-an hingga 1990-an. Ceritanya dikembangkan dari story arc “The Greatest Robot on Earth”.

Menurut saya, judul ini menarik banget karena menceritakan ulang Astro Boy dengan nuansa thriller khas Urasawa. Pluto juga mengeksplorasi tema identitas, keadilan, perang, perdamaian, dan kemanusiaan. Meskipun tokoh utamanya bukan manusia semua, ceritanya kerap menyentuh hati. Saya aja sampai nangisin lima robot mati.

Seperti biasa, Urasawa menampilkan lebih dari satu tokoh utama di Pluto. Tokoh utama pertamanya bukan Atom (nama Astro Boy di Jepang), tapi Gesicht, robot detektif Europol yang ditugaskan untuk menyelidiki serangkaian pembunuhan robot dan manusia.

Gesicht dan Atom adalah dua dari tujuh robot tercanggih di dunia. Gesicht memiliki rangka tubuh dari “zeronium” yang membuatnya jadi senjata paling mematikan. Sementara itu, Atom dilengkapi dengan kecerdasan buatan tercanggih yang membuatnya mampu merasakan emosi layaknya manusia.

Gesicht dan Atom bekerja sama untuk menyelidiki tewasnya robot-robot tercanggih di dunia yang menjadi rekan seperjuangan mereka di Central Asian War. Rupanya, ada robot canggih lain yang mampu bertindak di luar International Robot Laws dan menciptakan kekacauan. Robot itu adalah Pluto.

official trailer anime Pluto © Netflix/Pluto

4. 20th Century Boys

20th Century Boys adalah manga dengan genre thriller dan fiksi ilmiah yang bahkan lebih laris manis lagi daripada Monster dan Master Keaton. Manga ini sudah diadaptasi menjadi anime dan live action movie pula. Coba baca judul ini kalau suka cerita yang berbau konspirasi, aksi, dan misteri. Menurut saya, ini adalah manga Naoki Urasawa yang ceritanya paling kompleks.

20th Century Boys berlatar akhir abad 20 hingga abad 21. Manga ini menyuguhkan banyak detail nostalgic dari tahun 60-an sampai 70-an seperti musik rock klasik dan misi pendaratan di bulan. Sayangnya detail-detail itu kurang mengena buat pembaca dari Gen Y seperti saya. Tapi cerita-cerita flashback-nya sukses bikin saya merinding seperti Monster.

Ceritanya sendiri tentang sekelompok teman masa kecil melawan pemimpin kultus misterius yang dikenal dengan julukan “Sahabat”. “Sahabat” berencana untuk menghancurkan dunia bermodal Buku Ramalan yang ditulis oleh Kenji, tokoh utama cerita ini dan teman-temannya saat masih kecil. Buku Ramalan tersebut berisi tentang skenario masa depan yang fantastis bak cerita Power Rangers.

Sepertinya tak ada kejadian yang benar-benar istimewa di masa kecil Kenji dan kawan-kawan. Namun, satu per satu skenario di Buku Ramalan iseng yang mereka buat justru menjadi kenyataan, dimulai dengan serangan bom dan teror virus di San Francisco, London, sampai Jepang.

Kenji dan teman-temannya mencoba untuk mengingat siapa saja yang mengetahui tentang buku tersebut. Mereka juga berusaha untuk mengungkap identitas “Sahabat” demi menghentikan rencana jahatnya.

5. 21st Century Boys

Manga 21st Century Boys adalah sekuel dari 20th Century Boys. Kenapa dibuat sekuel? Karena ending 20th Century Boys belum terasa tuntas.

Setelah Kenji dan teman-temannya berhasil menghentikan “Sahabat”, masih ada dua pertanyaan di benak pembaca yang belum terjawab. Siapa sebenarnya “Sahabat”? Apakah ancaman “bom anti-foton” yang ia lontarkan menjelang ajal benar-benar nyata?

21st Century Boys cuma punya dua volume. Saya rasa ceritanya lebih pas kalau disebut epilog dari 20th Century Boys.

Pembaca diajak mengikuti petualangan Kenji di dunia VR untuk menemukan identitas “Sahabat”. Dia bekerja sama dengan PBB untuk memasuki program VR yang dibuat dari kenangan masa kecil “Sahabat”. Melalui program tersebut, pembaca bakal melihat lagi momen-momen kenangan masa kecil Kenji dari sudut pandang “Sahabat”.

6. Yawara!

Sama seperti Master Keaton, Yawara! juga termasuk terbitan lawas. Saya juga belum sempat baca manga ini. Bahkan dengar judulnya disebut saja jarang. Padahal Yawara! ini juga termasuk karya terlaris Naoki Urasawa. Peringkat sales-nya bahkan lebih tinggi daripada Monster. Sudah ada adaptasi anime dan live action-nya juga.

Kalau baca sinopsisnya, manga ini punya tone cerita yang cukup berbeda dari karya-karya Naoki Urasawa pasca Monster. Ceritanya tentang Yawara Inokuma, siswi SMA nan modis yang kepingin menjalani hidup normal layaknya remaja putri.

Masalahnya, kakek Yawara adalah legenda judo Jepang. Sang kakek mendidiknya sejak kecil untuk menjadi atlet judo yang bisa meraih medali emas di Olimpiade.

Nah, sekian daftar manga terlaris dan terbaik Naoki Urasawa yang sudah diterbitkan di Indonesia. Sebenarnya saya kepingin Billy Bat dan Asadora! diterjemahkan ke bahasa Indonesia juga. Entah bakal kesampaian atau nggak.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.