[Non-Review] 11 Manfaat Membaca yang Sudah Teruji, Antara Lain Tingkatkan Konsentrasi dan Critical Thinking

Membaca adalah hobi yang mendatangkan banyak manfaat. Saya rasa semua orang tahu hal ini. Namun, manfaat seperti apa yang bisa didapatkan dari membaca rangkaian huruf dan kata secara teratur? Mana yang lebih bermanfaat, membaca fiksi atau nonfiksi?

Nah, berikut ini beberapa manfaat membaca yang sudah teruji. Sekadar mengingatkan, beberapa penelitian yang dicantumkan di tulisan ini masih perlu pengujian lebih lanjut dengan skala yang lebih luas. Jadi, hasilnya bisa berbeda jika ada penelitian yang lebih mutakhir.

1. Memperkaya Kosakata

Salah satu manfaat membaca adalah memperkaya kosakata (©Pexels.com/lil artsy)
Salah satu manfaat membaca adalah memperkaya kosakata (©Pexels.com/lil artsy)

Manfaat membaca yang paling mudah dirasakan adalah memperkaya kosakata dalam berbahasa.

Kosakata adalah perbendaharaan kata yang dimiliki seseorang. Ia berkaitan erat dengan keterampilan verbal seseorang. Kedua hal ini merupakan bagian dari kecerdasan umum manusia.

Menurut penelitian yang diterbitkan di PubMed Central, membaca buku akan membuat seseorang menemukan kata-kata baru. Tanpa membuka kamus pun, pembaca bisa belajar mengurai makna dari kata-kata baru tersebut melalui konteks kalimat yang digunakan.

Ini adalah cara saya untuk mempelajari bahasa Inggris secara otodidak saat masih sekolah dulu. Jadi, saya mulai dengan baca kumpulan cerpen (The Square Persimmon) dan novel ringan seperti Twilight.

Awalnya, terlalu banyak kata yang tidak saya pahami artinya. Lama-lama, saya bisa mulai memahami maknanya karena kata-kata ini sering digunakan si penulis. Konteksnya jadi makin gamblang.

Pelan-pelan, saya beranjak dari memahami arti kata ke arti frasa dan idiom (ungkapan). Tahu-tahu sudah bisa baca artikel atau novel berbahasa Inggris tanpa kesulitan berarti.

Khusus untuk audiobook, pembaca juga sekaligus bisa belajar pronunciation (pelafalan) setiap kata. Ini berguna banget buat belajar bahasa asing.

Lalu bagaimana dengan buku atau bacaan lain dalam bahasa Indonesia yang sudah kita kuasai sejak kecil? Pasti tetap ada kata-kata baru yang bisa ditangkap, kok! Coba baca karya penulis Indonesia yang diksinya kaya seperti Dewi “Dee” Lestari atau Sekar Ayu Asmara!

Penerjemah seri buku Harry Potter, Listiana Srisanti juga kerap menggunakan diksi yang unik dan jarang digunakan. Saya suka banget baca novel Harry Potter terbitan Indonesia karena terjemahan beliau yang kece banget.

Oke, misalnya buku yang kamu baca diksinya biasa banget, nggak ada yang baru. Tapi masih bisa buat belajar tata bahasa dan penulisan dalam bahasa Indonesia yang benar, kan?

2. Menambah Pengetahuan dalam Berbagai Subjek

Salah satu manfaat membaca adalah menambah pengetahuan dalam berbagai bidang (©Pexels.com/cottonbro studio)
Salah satu manfaat membaca adalah menambah pengetahuan dalam berbagai bidang (©Pexels.com/cottonbro studio)

Manfaat membaca yang juga langsung bisa dirasakan adalah bertambahnya pengetahuan dalam berbagai bidang. Buku, koran, majalah, atau artikel biasanya memuat informasi detail tentang satu atau beberapa subjek. Pembaca bisa menggali ilmu dari sini.

Bahkan novel fiksi pun tak jarang disertai trivia menarik. Soalnya, tak sedikit juga novelis yang melakukan riset terlebih dahulu sebelum menuliskan karyanya.

Apalagi manga. Wah, saya selalu kagum sama riset para mangaka. Manga profesi, kuliner, dan medis yang saya baca selalu sarat informasi yang dikemas dengan cara semenarik mungkin. Tema yang dibahas pun tak terbatas. Kedokteran hewan ada, ekonomi makro ada, catur Jepang juga ada.

3. Memupuk Empati

Salah satu manfaat membaca adalah memupuk empati (©Pexels.com/Blue Bird)
Salah satu manfaat membaca adalah memupuk empati (©Pexels.com/Blue Bird)

Menurut artikel yang dilansir situs kesehatan Healthline, membaca fiksi dapat meningkatkan empati.

Penelitian yang dipublikasikan di PubMed Central (2013) menunjukkan bahwa membaca karya fiksi lebih bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan sosial-kognitif yang disebut Teori Pikiran (Theory of Mind).

Apa itu Theory of Mind atau Teori Pikiran? Ini adalah istilah yang diperkenalkan oleh Premack dan Woodruff pada tahun 1978. 

Secara garis besar, maknanya adalah kemampuan untuk memahami kondisi mental orang lain. Saya rasa, istilah yang lebih mudah dipahami orang Indonesia adalah “kemampuan untuk bertoleransi”. Kemampuan ini penting bagi pembentukan moral seseorang ketika menghadapi masalah-masalah sosial.

Teori pikiran mencakup kemampuan untuk:

  • Memahami persepsi, keyakinan, dan keinginan orang lain 
  • Memahami dan menghargai perbedaan pandangan dalam bermasyarakat 
  • Berempati terhadap pengalaman dan sudut pandang orang lain

Membaca karya fiksi memungkinkan seseorang untuk memasuki alam pikiran orang lain, lebih tepatnya pikiran karakter dalam kisah fiksi tersebut.

Pembaca fiksi mengikuti perjalanan si tokoh dalam mengambil keputusan, memilih, dan menghadapi konsekuensi dari tindakan-tindakannya. Melalui cara ini, pembaca diajak untuk memahami alasan di balik keputusan-keputusan si tokoh.

Lebih jauh, pembaca karya fiksi juga bisa memetik pelajaran dari pengalaman tokoh-tokoh tersebut tanpa harus mengalaminya sendiri. Makin banyak karya fiksi yang dibaca, makin luas pemahaman seseorang terhadap sifat-sifat manusia.

Keith Oatley, peneliti dari Departemen Psikologi Terapan dan Perkembangan Manusia University of Toronto, Kanada mengatakan, “Karakteristik terpenting dari menjadi manusia adalah fakta bahwa hidup kita bersifat sosial.”

Lebih lanjut, Oatley mengatakan, “Hal yang membedakan manusia adalah kita membentuk norma sosial dengan manusia lain—dengan teman, dengan kekasih, dengan anak-anak—yang tidak diprogram oleh insting. Fiksi dapat memperkaya dan membantu kita memahami pengalaman sosial kita.”

4. Memperkuat Jaringan Otak

Salah satu manfaat membaca adalah memperkuat jaringan otak (©Pexels.com/meo)
Salah satu manfaat membaca adalah memperkuat jaringan otak (©Pexels.com/meo)

Saat ini makin banyak penelitian yang membuktikan kalau membaca bisa mengubah otak seseorang secara harfiah.

Menurut penelitian yang diterbitkan di PubMed Central, para peneliti telah mengonfirmasi bahwa membaca melibatkan jaringan kompleks sirkuit dan sinyal di otak. Seiring dengan berkembangnya kemampuan membaca seseorang, jaringan tersebut juga menjadi lebih kuat dan canggih.

Dalam sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2013, para peneliti menggunakan pemindaian MRI fungsional untuk mengukur efek membaca novel pada otak. Peserta studi diminta membaca novel Pompeii selama 9 hari. Saat pembaca mencapai konflik dalam cerita, makin banyak area di otak mereka yang menunjukkan aktivitas.

Pemindaian otak menunjukkan bahwa selama periode membaca dan beberapa hari setelahnya, konektivitas otak meningkat, terutama di korteks somatosensori. Ini adalah bagian otak yang merespons sensasi fisik seperti gerakan dan rasa sakit.

5. Meminimalisir Risiko Penurunan Kemampuan Kognitif Akibat Pertambahan Usia

Mengembangkan hobi membaca itu bagus buat kesehatan otak. Makin dini dimulainya, makin baik efek jangka panjangnya.

Sejauh ini, belum ada penelitan yang dapat membuktikan secara konklusif bahwa membaca buku dapat mencegah penyakit degeneratif seperti Alzheimer. Walaupun begitu, studi menunjukkan bahwa lansia yang membaca dan menyelesaikan soal matematika setiap hari dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan kognitif mereka. Karena itulah, National Institute on Aging menyarankan setiap orang untuk membaca buku dan majalah agar otak tetap aktif hingga usia senja.

Sebuah penelitan lain yang dilakukan oleh Rush University Medical Center pada tahun 2013 membuktikan bahwa orang yang rutin melakukan aktivitas merangsang mental sepanjang hidup mereka cenderung lebih kecil kemungkinannya mengalami kelainan-kelainan pada otak seperti yang dialami pasien Alzheimer.

6. Meningkatkan Problem-solving Skill

Salah satu manfaat membaca adalah meningkatkan problem-solving skill (©Pexels.com/SHVETS production)
Salah satu manfaat membaca adalah meningkatkan problem-solving skillPexels.com/SHVETS production)

Melansir artikel Healthline, membaca disebut dapat meningkatkan problem-solving skill alias kemampuan untuk memcecahkan masalah.

Membaca bisa merangsang imajinasi, karena memungkinkan seseorang untuk membayangkan dan mengeksplorasi dunia yang lain, baik yang riil maupun sureal. Pada akhirnya, imajinasi bisa meningkatkan kreativitas, termasuk dalam menemukan solusi dari berbagai tantangan hidup.

Buku-buku nonfiksi seperti self-help atau motivasi umumnya menawarkan pandangan dan saran yang lugas untuk memecahkan masalah. Walaupun begitu, fiksi ternyata juga bisa memberikan “saran” yang bagus dengan mengajak pembaca menyelami masalah-masalah yang dialami para tokohnya.

Pembaca fiksi bisa memetik pelajaran dari cara para tokoh menyelesaikan masalah dalam asmara, keluarga, sekolah, pertemanan, keuangan, hingga kesehatan mental.

7. Meningkatkan Critical Thinking

Salah satu manfaat membaca adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis (©Pexels.com/Google DeepMind)
Salah satu manfaat membaca adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis (©Pexels.com/Google DeepMind)

Melansir artikel dari Today.com, membaca disebut bisa meningkatkan kecerdasan. Maksudnya gimana?

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1998 membuktikan bahwa orang yang lebih giat membaca lebih mampu menjawab soal-soal pengetahuan umum, bahkan meskipun mereka tidak benar-benar menguasai topik tersebut.

Kalau melihat hasil penelitian ini, tampaknya membaca bermanfaat untuk meningkatkan critical thinking atau keterampilan berpikir kritis. Mereka cuma perlu informasi dasar untuk menemukan jawaban yang masuk akal. Sisanya tinggal dianalisis dengan nalar.

Walaupun begitu, membaca saja tidak lantas membuat kecerdasan secara keseluruhan meningkat, ya! Kecerdasan manusia itu kompleks dan terdiri dari beberapa jenis. Faktor-faktor yang mempengaruhinya juga banyak banget.

8. Meningkatkan Daya Konsentrasi dan Fokus

Salah satu manfaat membaca adalah meningkatkan daya konsentrasi (©Pexels.com/Andrea Piacquadio)
Salah satu manfaat membaca adalah meningkatkan daya konsentrasi (©Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Saat ini, hampir semua orang menggunakan gadget. Paling tidakpakainya smartpphone-lah. Menurut statistik dari Data.ai pada 2023, rata-rata orang Indonesia menggunakan smartphone hingga 6,05 jam sehari.

Penggunaan gadget seperti smartphone membuat kemampuan untuk berkonsentrasi menurun seiring waktu. Notifikasi konstan dari smartphone saja sudah bikin perhatian mudah teralih dari aktivitas yang sedang dikerjakan.

Belum lagi kecerahan layar, bunyi, fitur-fitur interaktif yang dimiliki smartphone. Semua itu bisa menjadi overstimulasi yang “melatih” otak untuk sulit fokus saat mengerjakan aktivitas-aktivitas normal.

Pengguna smartphone yang rutin mengonsumsi konten media sosial apalagi. Attention span-nya jadi pendek. Bukan cuma sulit fokus, mencerna konten-konten yang panjang seperti film, teks panjang, atau buku jadi makin sulit kalau sudah kebiasaan mengonsumsi konten singkat seperti cuitan di Twitter ( saya masih kagok kalau mau nyebut X) dan video TikTok.

Sebuah studi yang dilakukan di Kanada pada tahun 2015 menemukan bahwa antara tahun 2000 dan 2015, rentang perhatian 77% orang pada rentang usia rata-rata 18-24 tahun turun dari 12 detik menjadi 8 detik karena penggunaan smartphone. Sementara itu, hanya 10% individu di atas 65 tahun yang mengalami masalah serupa.

Lalu, apakah ada cara untuk mengembalikan tingkat konsentrasi yang menurun ini? Ada, dong! Tips yang bisa dicoba adalah membaca buku setiap hari.

Sebuah studi menemukan bukti bahwa anak-anak sekolah dasar dengan kemampuan membaca yang lebih tinggi dapat berkonsentrasi pada tugas lebih lama. Mereka juga cenderung memiliki waktu reaksi visual yang lebih tinggi.

Coba luangkan waktu untuk membaca buku setiap hari. Cukup 23 menit, tapi harus tanpa distraksi. Jauh-jauh dari smartphone selama membaca.

Membaca tanpa distraksi dapat melatih habit untuk fokus. Makin lama baca bukunya, makin meningkat juga attention span-nya. Konsentrasi dalam aktivitas sehari-hari jadi lebih mudah.

9. Membantu Mengatasi Insomnia

Salah satu manfaat membaca adalah membantu mengatasi insomnia (©Pexels.com/Pixabay)
Salah satu manfaat membaca adalah membantu mengatasi insomnia (©Pexels.com/Pixabay)

Jam tidur yang terlalu pendek bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental. Ketika dikombinasikan dengan perawatan untuk insomnia, membaca bisa mengurangi rangsangan kognitif sebelum tidur. Dengan kata lain, membaca bisa membantu merilekskan otak sebelum tidur.

Kalau pikiran sudah tenang, kita jadi lebih mudah terlelap. Masalahnya, insomnia bukan cuma perkara sulit terlelap. Sering terbangun atau tidak bisa tidur lama juga termasuk gejala insomnia. Nah, membaca ternyata juga bisa membantu mengatasi masalah ini.

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan di PubMed Central, membaca bisa membantu meningkatkan durasi tidur. Menikmati bacaan sebentar saja sudah cukup untuk membantu kita tidur lebih lama.

Menurut penelitian tahun 2021 yang diterbitkan di BMC/BioMed Central, 42 persen pengguna media sosial yang membaca buku sebelum tidur merasakan kualitas tidur yang lebih baik. Sementara itu, hanya 28 persen pengguna media sosial yang tidak membaca sebelum tidur yang merasakan kualitas tidur lebih baik.

10. Membantu Meredakan Stres

Salah satu manfaat membaca adalah membantu meredakan stres (©Pexels.com/Dayan Rodio)
Salah satu manfaat membaca adalah membantu meredakan stres (©Pexels.com/Dayan Rodio)

Penelitian membuktikan kalau membaca sebelum tidur baik untuk menenangkan pikiran di malam hari.

Membaca buku sebelum tidur bisa membantu meredakan stres dan kecemasan. Lebih jauh, membaca di luar jam tidur juga bermanfaat untuk meredakan stres.

Menurut hasil sebuah penelitian di tahun 2009, membaca buku selama 30 menit terbukti dapat menurunkan tekanan darah, heart rate (detak jantung per menit), dan tekanan emosional pada para mahasiswa program health science.

Membaca buku selama 30 menit bahkan bisa menjadi stress reliever yang sama efektifnya dengan yoga dan menonton video komedi (pada rentang waktu yang sama).

Para peneliti menulis, “Karena keterbatasan waktu merupakan salah satu penyebab tingkat stres yang tinggi pada mahasiswa health science, 30 menit dari salah satu teknik ini bisa dimasukkan ke dalam jadwal tanpa mengganggu waktu belajar mereka.”

11. Mungkin Bisa Meningkatkan Life Expectancy (Harapan Hidup)

alah satu manfaat membaca yang teruji penelitian: mungkin meningkatkan life expectancy. (ilustrasi pasangan manula. ©Pexels.com/Tristan Le)
Salah satu manfaat membaca yang teruji penelitian: mungkin meningkatkan life expectancy. (ilustrasi pasangan manula. ©Pexels.com/Tristan Le)

Meskipun masih dibutuhkan kajian yang lebih lanjut dan spesifik, beberapa penelitian menemukan bukti bahwa orang yang rajin membaca memiliki harapan hidup yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak suka membaca.

Sebuah studi tentang kaitan kesehatan jangka panjang dan masa pensiun melakukan observasi pada 3.635 orang dewasa selama 12 tahun. Mereka yang hobi membaca buku terbukti hidup dua tahun lebih lama daripada mereka yang tidak membaca atau mengonsumsi jenis bacaan lain (misalnya majalah).

Studi tersebut juga menyimpulkan bahwa orang-orang yang membaca lebih dari 3,5 jam setiap hari memiliki 23 persen kemungkinan untuk hidup lebih lama daripada mereka yang tidak membaca sama sekali.

Demikian tulisan agak panjang saya tentang berbagai manfaat membaca. Kalau sudah begini, saya rasa nggak ada alasan untuk tidak mulai membaca.

Nggak bisa baca nonfiksi? Nggak cocok baca fiksi, apalagi novel? Nggak bisa menikmati bacaan yang isinya teks melulu, nggak ada gambarnya? Ya, tinggal pilih jenis bacaan yang bisa kita nikmati.

Menurut saya, membaca itu nggak ribet dan nggak perlu dibikin ribet. Poin paling penting adalah memulai dulu, lalu jadikan kebiasaan. Kalau sudah biasa, tinggal mengembangkan jenis bacaan dan memperluas topik bacaannya.

Saya baca novel iya, nonfiksi iya, tapi sampai sekarang juga masih baca manga dan cergam. Saya pun nggak setuju kalau orang dewasa diketawain saat lebih memilih baca manga daripada Atomic Habit atau buku-bukunya Heidegger.

Pokoknya udah, baca aja apa pun yang kalian mau, terus jadikan kebiasaan jangka panjang! Sekian.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.