[Review buku] Norse Mythology (Neil Gaiman), Jadi Para Pujangga Di Balik Mitologi Nordik Itu Anggota Flat Earth Society?

Norse Mythology. Photo credit: Goodreads
Norse Mythology. Photo credit: Goodreads

Judul: Norse Mythology
Ilustrator & Penulis: Neil Gaiman
Bahasa: Inggris
Format: ebook, 256 hal.
Penerbit: W. W. Norton Company (2017)
Genre: Mitologi, fantasi, fiksi

Sinopsis

Introducing an instant classic—master storyteller Neil Gaiman presents a dazzling version of the great Norse myths.

Neil Gaiman has long been inspired by ancient mythology in creating the fantastical realms of his fiction. Now he turns his attention back to the source, presenting a bravura rendition of the great northern tales. In Norse Mythology, Gaiman fashions primeval stories into a novelistic arc that begins with the genesis of the legendary nine worlds; delves into the exploits of the deities, dwarves, and giants; and culminates in Ragnarok, the twilight of the gods and the rebirth of a new time and people.

Gaiman stays true to the myths while vividly reincarnating Odin, the highest of the high, wise, daring, and cunning; Thor, Odin’s son, incredibly strong yet not the wisest of gods; and Loki, the son of giants, a trickster and unsurpassable manipulator.

From Gaiman’s deft and witty prose emerges the gods with their fiercely competitive natures, their susceptibility to being duped and to dupe others, and their tendency to let passion ignite their actions, making these long-ago myths breathe pungent life again.

3 Points for:

check signStory

check signSetting

Characterization

Writing style

Moral/interesting trivia

Level of Interest

Review

Judul post-nya memang salah fokus, tapi sebenarnya saya bukan mau menyoroti teori bumi datar, kok. Apalagi ikutan debat kusir seperti para netizen yang pro dan kontra.

Postingan ini isinya cuma review tentang Norse Mythology karya Neil Gaiman. Dan memang mitologi Nordik yang diceritakan kembali oleh Gaiman ini menyebutkan bahwa bumi itu datar. Saya rasa bumi datar memang konsep yang dipercaya semua orang di zaman-zaman itu, ya.

Perlu diketahui, Norse Mythology ini bukan modern retelling atau reimagination dari kisah dewa-dewi Skandinavia. Barangkali ada pembaca yang kecele seperti saya saat memutuskan untuk membaca buku ini. Gaiman bukannya membuat kisah baru yang terinspirasi dari Odin, Thor, dkk. Dia cuma menceritakan kembali hikayat para dewa berdasarkan sajak-sajak kuno seperti Prose Edda dan Poetic Edda.

Tidak semua kisah para dewa diceritakan. Barangkali karena Gaiman juga ingin menghindari kesimpangsiuran. Biasanya cerita-cerita di mitologi memang saling bertentangan, karena ditulis oleh beberapa pujangga. Di mitologi Yunani saja ada beberapa versi mengenai kelahiran Aphrodite. Sementara Eros sang dewa cinta bisa berada di posisi yang berlainan jika ditilik dari silsilahnya.

Dalam Norse Mythology, Gaiman mencoba menjelaskan peristiwa-peristiwa penting terkait para dewa dengan bahasa yang sesederhana mungkin tetapi tetap puitis.  Dan disertai sarkasme tipis-tipis pula. Saya kurang tahu apakah ini memang ciri khas Gaiman, karena saya baru mengenal tulisannya lewat Norse Mythology ini dan Coraline.

Gaiman merangkum kisah kelahiran alam semesta dan para dewa, penciptaan manusia, sejarah palu mjollnir Thor, ketiga anak haram Loki yang berasal dari kaum raksasa, dan tentunya hari akhir para dewa yang disebut Ragnarok.

Beberapa hal yang menarik perhatian saya saat membaca buku ini antara lain:

Ymir, raksasa cikal bakal bumi

Kalau di mitologi Yunani bumi adalah Gaia, menurut mitologi Nordik bumi dibentuk dari jasad Ymir, leluhur para raksasa sekaligus makhluk hidup pertama di tengah kekosongan semesta.

Tanah adalah jasad Ymir yang dibunuh oleh Odin beserta kedua saudaranya, Vili dan Ve. Gunung dan tebing menjulang adalah tulang-belulangnya. Pepohonan adalah rambut Ymir. Lautan berasal dari darah dan keringatnya. Sementara angkasa gemerlap berselimut awan yang kita lihat saat tengadah adalah isi tempurung kepala Ymir. Dan Midgard, tempat tinggal manusia berada di tengah-tengahnya. Terbuat dari alis mata Ymir.

Konsep 9 dunia dan bumi yang datar

Yggdrasil. Photo credit: Ancient-code.com/ivanpetricevic
Yggdrasil. Photo credit: Ancient-code.com/ivanpetricevic

Mitologi Nordik meyakini alam semesta ini terdiri dari 9 dunia. Bumi yang datar berada di tengah, dikelilingi laut luas. Muspell yang terbakar api abadi (di bagan disebut Muspelheim) di utara, sementara Nifelheim yang berselimut es di kutub sebaliknya. Seluruhnya berada di akar dan ranting Yggdrasil, pohon dunia.

The world is a flat disk, and the sea encircles the perimeter. Giants live at the edges of the world, beside the deepest seas.

Selebihnya ada dunianya para dewa Aesir, Vanir, raksasa, dwarf, elf, dan arwah di bagian paling dasar. Juga makhluk-makhluk raksasa yang mondar-mandir di tubuh Yggdrasil seperti tupai Ratatosk, Dain, Dvalin, dan Niddhoggr.

Mitologi Nordik yang begitu mengagungkan pohon

Yggdrasil. Photo credit: DeviantArt/Yroshima
Yggdrasil. Photo credit: DeviantArt/Yroshima

Membaca Norse Mythology membuat saya menyadari betapa orang-orang Nordik  mengagungkan pepohonan. Bukan hanya karena yggdrasil yang digambarkan begitu luar biasa, penopang segala kehidupan di 9 dunia. Tetapi juga karena pria dan wanita pertama disebut tercipta oleh Odin dari batang pohon.

Juga mengagungkan kekerasan…

Menyebut Nordik, yang terlintas di kepala saya langsung Viking dan mereka itu identik dengan kesan barbar berkat penggambaran di film-film. Meskipun saya rasa Viking lebih pas disebut penjelajah laut dibandingkan perompak, kesan yang mungkin salah kaprah itu sudah kadung melekat di otak saya. Dan saat membaca Norse Mythology membuat kesan itu semakin kuat menancap di dalam benak.

Di sini diceritakan orang-orang yang meninggal di dalam perang itu dianggap terhormat, jadi ditempatkan di valhalla bareng para dewa. Nggak lantas  jadi dewa memang. Tetap jadi orang biasa juga. Tetapi kegiatan sehari-harinya cuma pesta sama berantem. Sementara orang-orang yang meninggal karena alasan non-kekerasan dianggap sebagai jiwa-jiwa tersesat. Meskipun nggak mencuri, membunuh, korupsi, selingkuh, kalau matinya nggak di medan pertempuran yang tempatnya di alam Hel. Iyak, hel atau hell yang sering diasosiasikan dengan neraka.Tetapi di sini hanya dijabarkan sebagai alam baka yang dingin dan gelap.

Aesir dan Vanir

Asgard, tempat kediaman para dewa tak cuma dihuni kaum Aesir. Ada juga para vanir yang ikut tinggal bersama mereka. Saya nggak tahu vanir ini asalnya dari mana, karena Gaiman juga tidak menceritakan asal-usul mereka. Hanya disebutkan Aesir dan Vanir saling berperang dan kemudian memutuskan untuk berdamai. Oiya, kaum Vanir ini diceritakan sebagai dewa-dewi yang ‘halus’. Urusan mereka adalah kesuburan, seni, dan hal-hal semacam itu. Sementara Aesir itu tampaknya kebagian urusan yang kasar-kasar.

Sebagai ganti asal-usul Vanir, Gaiman melemparkan teori tentang percampuran mitologi. Menurut teorinya, kemungkinan dulu ada penduduk Skandinavia yang memuja Aesir dan Vanir secara terpisah. Ketika salah satu daerah ditaklukkan oleh yang lain, terjadilah akulturasi budaya sebagai bentuk kompromi. Termasuk kepercayaan pun akhirnya dijadikan satu sekalian saja.

Para dewa yang tak pantas jadi panutan

Benar sekali, para dewa itu adalah makhluk yang paling licik, egois, tidak bernurani, tinggi hati, dan tak segan memperdaya makhluk lain. Mulai dari manusia, raksasa, dwarf, sampai makhluk gaib pun kena kibul para dewa. Dan biasanya urusan tipu-menipu ini diserahkan kepada Loki dengan dukungan penuh dari para dewa lainnya.

Bahkan palu yang jadi senjata pamungkas Thor itu pun didapat dari muslihat Loki. Dia mengadu domba para pengrajin dari kaum dwarf untuk membuatkan tiga senjata tanpa tanding untuk Odin, Thor, dan Frey. Plus rambut baru buat Sif yang dibotaki Loki sewaktu tidur.

Raksasa yang menaksir Freya pun ditipudaya dengan persyaratan ala Loro Jonggrang. Tetapi bukan candi yang diminta oleh para dewa. Melainkan tembok anti-roboh untuk melindungi Asgard dari serangan para raksasa. Tetapi setidaknya Aesir di sini tidak hobi memerkosa wanita seperti dewa-dewa Yunani.

Satu lagi, para dewa di sini tidak lantas abadi atau kebal kematian. Ada, kok dewa yang mati dibunuh dan lalu digodok buat diambil madunya.

Ragnarok, senjakala para dewa

Tidak seperti mitologi lain yang saya tahu, kisah para dewa nordik mengenal konsep kiamat. Zaman akhir para dewa yang disebut Ragnarok. Baru sekarang saya tahu asal-usul game dan anime Ragnarok. Hahah…

Saat Ragnarok tiba nanti, hari kejayaan para dewa akan hadir. Makhluk-makhluk yang dikalahkan atau ditipu Aesir akan bangkit dan menuntut balas.

Lupakan  semua hal tentang Thor-nya Marvel

Kalau kamu termasuk penggemar superhero versi Marvel Cinematic Universe seperti saya, singkirkan bayangan tentang Thor yang diperankan Chris Hemsworth. Thor dalam Norse Mythology tidak ganteng ataupun berambut pirang. Meskipun sama-sama berotot, Thor yang asli memiliki rambut dan jenggot merah. Sifatnya gampang panas dan jujur saja dia tidak terlalu pintar, apalagi panjang akal. Istrinya adalah Sif yang berambut emas. Bukan Sif dengan rambut gelap di Thor: Dark World.

Thor versi Marvel Cinematic Universe. Photo credit: Disney/Amazon
Thor versi Marvel Cinematic Universe. Photo credit: Disney/Amazon

Thor adalah keponakan dan sahabat Loki, meskipun dia sering dibego-begoin sama Loki. Kok keponakan? Soalnya Loki itu saudara sedarah Odin.

Kalau Thor yang asli beda 180 derajat dengan Thor-nya MCU, Loki versi Norse Mythology justru persis dengan karakter bernama sama yang diperankan oleh Tom Hiddleston. Gaiman menceritakan Loki sebagai dewa yang ganteng, berjiwa iseng (iseng yang kelewatan), cerdas, arogan, narsis, licik. Dia punya helm bertanduk dan  sepatu ajaib yang membuatnya bisa berjalan di langit.

Loki (Tom Hiddleston). Photo credit: Unknown
Loki (Tom Hiddleston). Photo credit: Unknown

Loki merupakan anak dari raksasa Laufey yang berasal dari Jotunheim. Tetapi dia diterima di Asgard dan beristrikan seorang dewi. Walaupun begitu, dia tetap tidak bisa memutuskan hubungan dengan ‘kampung halamannya’. Selain punya dua anak lelaki dari istri sahnya, Loki juga punya anak gelap sampai tiga biji di Jotunheim. Simpanannya yang seorang raksasi melahirkan seekor ular raksasa yang lantas dibuang di laut lepas oleh Aesir, serigala raksasa yang dirantai sampai Ragnarok tiba, dan seorang gadis suram berwajah separuh manusia separuh monster. Yang terakhir ini kemudian ditugaskan sebagai penguasa Hel.

Saya rasa cukup sampai di sini penjelasan saya tentang isi Norse Mythology. Dan kesimpulannya, bagaimana pendapat saya tentang buku ini? Karena saya memang tergila-gila mitologi, buku ini pun saya anggap sangat menghibur. Terutama karena gaya penceritaannya yang sederhana tetapi tetap indah. Meskipun sering nggak nyambung dengan pemikiran logis,  membayangkan ajaibnya dunia para dewa dan makhluk-makhluk di dalamnya terasa seperti petualangan yang menyenangkan buat saya. Orang-orang zaman dulu itu memang romantis dan penuh imajinasi, ya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.