[Review Series] The Spinster Club oleh Christie Kelley

5 Wanita lajang.

Mencoba mengejar impian masing-masing sambil mengacuhkan label ‘perawan tua’ yang dilekatkan kepada mereka.

Namun justru menemukan cinta di waktu dan tempat yang tak terduga.

Sepintas Tentang The Spinster Club

Kenapa Avis, Jennette, Elizabeth, Victoria, dan Sophie bisa dinamai The Spinster Club? Ini semua gara-gara Banning, kakak Jennette. Dialah yang menjuluki lingkup pertemanan adiknya dengan istilah tersebut. Awalnya itu hanya olok-olok untuk bikin panas Avis, musuh bebuyutan sekaligus secret crush-nya. Tapi lama-lama nama itu menyebar dan melekat pada mereka berlima.

Banning sendiri sudah menyesal karena mempermalukan para lady ini dengan julukan yang dia buat sebagai lelucon itu. Tapi memang sudah kepalang tanggung.

Every Night I’m Yours (The Spinster Club #1)

Judul: Every Night I’m Yours (The Spinster Club #1)
Penulis: Christie Kelley
Bahasa: Indonesia
Format: paperback, 416 hal.
Penerbit: Elex Media Komputindo (2008)
Genre: historical romance (roman sejarah), roman, fiksi, dewasa, drama

Every Night I'm Yours
Every Night I’m Yours. Photo credit: Goodreads

Cerita

Taken from Goodreads:

A woman who wants to know what she’s been missing… A man perfectly suited to train her: Christie Kelley weaves a scintillating novel of one rapturous night of ecstasy…

A Woman Yearning For A Taste Of The Forbidden…

At twenty-six, aspiring novelist Avis Copley intends to wear spinsterhood as a badge of honor. But when she discovers a volume of erotica that ignites a searing fire within her, Avis realizes just how much she doesn’t know about the actual pleasures of the flesh. Determined to learn more, she devises a daring plan…

A Man Ready To Teach Her Much, Much More…

Avis chooses Emory Billingsworth, a fellow novelist – not to mention a beautiful specimen of manhood; to instruct her in carnal pleasure. But when the brash earl of Selby, Banning Talbot, a man she has known for years, unearths Avis’ true intentions, he claims she’s made a dangerously bad choice. Volunteering his services for one wicked night of reckless, abandoned passion, Banning promises he will satisfy all of her deepest longings. Yet Banning cannot begin to imagine the effect his willful, voluptuous, and very eager student will have on him – or how far an innocent lesson in desire can go…

2 Points:

Story

Setting

Characterization

Writing style

Moral/interesting trivia

Level of Interest

Review

Review lengkap silakan dibaca di sini.

Buku pertama dari seri The Spinster Series ini menceritakan tentang romansa Avis Copley dan Banning Talbot yang adalah musuh bebuyutan. Affair mereka dimulai dari sebuah pemerasan kecil yang dilakukan oleh Banning agar Avis bersedia memilih dirinya sebagai mentor dalam urusan asmara (dan ranjang).

Cerita Avis dan Banning ini sebenarnya super klise. Model-model plot benci tapi cinta, terpaksa lalu lama-lama jadi mau banget yang sangat khas historical romance dan Harlequin. Soal pemerasan kecil yang dilakukan oleh Banning itu sebenarnya juga termasuk gagasan menyimpang yang bisa sangat berbahaya kalau diterapkan di kehidupan nyata. Tapi yah namanya juga fiksi. Saya pikir para pembaca dewasa yang menjadi target Every Night I’m Yours bisa membedakan mana yang bisa diterapkan di dalam kehidupan percintaan nyata dan mana yang tidak.

Saya sendiri paling ngefans dengan buku ini. Walaupun kelewat sederhana, kisah Avis dan Banning yang greget itulah yang menumbuhkan ketertarikan saya untuk membaca buku-buku selanjutnya.

 

Every Time We Kiss (The Spinster Club #2)

Every Time We Kiss (The Spinster Club #2). Photo: Goodreads
Every Time We Kiss (The Spinster Club #2). Photo: Goodreads

Judul: Every Time We Kiss (The Spinster Club #2)
Penulis: Christie Kelley
Bahasa: Inggris
Format: ebook, 352 hal.
Penerbit: Zebra (2009)
Genre: historical romance (roman sejarah), roman, fiksi, dewasa, drama

Cerita

Taken from Goodreads:

Guilt Kept Them Apart

It’s been five years since Lady Jennette Selby’s fiance died. Each courting season since has been filled with suitors eager to win her affection. But Jennette’s guilt has prompted her to swear off marriage. For her secrets are as dark as she is beautiful, and the accidental death of her fiance was tainted by a forbidden attraction…

Passion Brought Them Together

Matthew Harris, the new earl of Blackburn, has been scorned by the ton for unintentionally killing Lady Jennette’s fiance. Forced to sell his estates and abandon his tenants if he does not marry a wealthy, respectable woman, Matthew turns to Lady Jennette to help him find a suitable wife. But sharing such close quarters only re-ignites an all-consuming desire neither can resist–even as every shadow of the past threatens to tear them apart.

2 Points:

Story

Setting

Characterization

Writing style

Moral/interesting trivia

Level of Interest

Review

Review lengkap silakan dibaca di sini.

Seperti sudah dijelaskan pada sinopsis, cerita di buku kedua ini berkutat pada rasa bersalah Jennette dan Matthew atas kematian John. Siapa John? Dia adalah tunangan Jennette yang meninggal karena sebuah kecelakaan. Sebuah ketidaksengajaan yang lantas ditimpakan kepada Matthew. John ini adalah sahabat Matthew. Sementara Matthew sendiri sudah lama naksir Jennette. Sudah cukup ribet, kan?

Semakin ribet lagi ketika Matthew yang sudah lama menghilang kembali lagi ke kehidupan Jennette dan meminta wanita itu untuk menjadi istrinya. Intinya kedua orang ini sama-sama naksir, tapi terjebak pada rasa bersalah dan lalu berputar-putar di tempat tanpa memutuskan apa-apa.

Akhir cerita sudah pasti happy ending. Tapi yang patut ditunggu adalah bagaimana caranya hingga mereka memutuskan untuk melupakan masa lalu.

Kisah Jennette dan Matthew dimulai dengan tragedi dan sebenarnya ini adalah awal yang bagus. Saya cukup menikmati ceritanya, tetapi saya gregetan dengan tudingan tidak adil yang ditujukan masyarakat terhadap Matthew. Lebih gregetan lagi karena Jennette sebenarnya bisa melakukan sesuatu untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut. Tetapi dia lebih memilih bersikap seperti seorang pengecut. Awalnya dia bahkan menolak bersikap baik terhadap Matthew. Dari sana saya pikir Jennette adalah wanita yang egois. Dia lebih mengkhawatirkan reputasinya daripada nama baik Matthew, mengingat Matthew sudah melakukan begitu banyak hal untuknya.

Cacat utama pada karakter Jennette inilah yang membuat saya memberikan tiga bintang saja untuk Every Time We Kiss. Sebenarnya buku ini bisa menjadi kisah cinta yang lebih baik. Untungnya saya bisa menghibur diri dengan kemunculan Banning dan Avis, dua tokoh utama dari buku pertama.

 

Something Scandalous (The Spinster Club #3)

Something Scandalous
Something Scandalous. Photo credit: Goodreads

Judul: Something Scandalous (The Spinster Club #3)
Penulis: Christie Kelley
Bahasa: Indonesia
Format: paperback, 432 hal.
Penerbit: Elex Media Komputindo (2012)
Genre: historical romance (roman sejarah), roman, fiksi, dewasa, drama

Cerita

Taken from Goodreads:

Masa lalu yang kelam..

Setelah dibesarkan sebagai putri Duke of Kendal, Elizabeth mendapati kenyataan mengejutkan bahwa sang Duke ternyata bukan ayah kandungnya. Karena sang Duke tidak memiliki anak laki-laki, seluruh gelar dan harta kekayaannya harus diwariskan pada satu-satunya pewaris prianya, seorang sepupu jauh yang hijrah ke Amerika bertahun-tahun lalu.

Berusaha menghalangi pria itu menguasai seisi rumahnya, Elizabeth pun mati-matian mencari buku harian ibunya, demi mengungkap asal usul dirinya..

Masa depan yang tak terduga..

Tiba di London dengan ketujuh adiknya, William Atherton berniat menjual segala harta warisannya dan kembali ke ladang miliknya di Virginia, serta menikahi tunangannya, secepat mungkin. Namun, seiring dengan usaha Elizabeth untuk mengenalkan William masyarakat bangsawan London, dan memperkenalkan adik-adiknya dengan penuh martabat, terlihat jelas bahwa keduanya ditakdirkan untuk bersama.

Elizabeth pun membulatkan tekat untuk memenangkan hati pria yang tidak hanya dapat menjaga harkat nama keluarganya, namun juga hatinya.

2 Points for:

Story

Setting

Characterization

Writing style

Moral/interesting trivia

Level of Interest

Review

Kenapa untuk review buku ketiga ini saya menggunakan sinopsis berbahasa Indonesia? Karena yang saya baca memang versi terjemahan yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.

Jika dibandingkan keempat buku lainnya di The Spinster Series, Something Scandalous ini satu-satunya yang tidak pernah saya baca ulang. Padahal ceritanya cukup menarik. Tentang Elizabeth dan Will yang galau dengan perasaan masing-masing karena rumor yang menyebut kalau mereka adalah saudara sedarah. Sebagian besar konflik di separuh bagian terakhir buku memang  berkutat di masalah itu. Apakah mereka benar-benar bersaudara? Apakah mereka boleh bersatu?

Saya rasa keengganan saya untuk mengulas dan membaca ulang Something Scandalous berakar dari chemistry yang tidak terlalu terasa. Padahal itulah kelebihan judul-judul lain di dalam seri ini.

Walaupun begitu, Something Scandalous ini menjadi teaser yang cukup mengundang untuk cerita tokoh utama di buku selanjutnya, yaito Somerton.

 

Scandal of The Season (The Spinster Club #4)

Scandal of The Season. Photo credit: Goodreads

Judul: Scandal of The Season (The Spinster Club #4)
Penulis: Christie Kelley
Bahasa: Inggris
Format: ebook, 352 hal.
Penerbit: Zebra (2010)
Genre: historical romance (roman sejarah), roman, fiksi, dewasa, drama

Cerita

Taken from Goodreads:

A Daring Charade…

For ten years, Anthony Westfield, Viscount Somerton, hasn’t been able to forget the woman with whom he spent one scandalous night. When their paths cross again, he’s shocked to discover Victoria Seaton is an accomplished pickpocket. But Somerton leads a double life of his own. Working on an undercover assignment, he makes Victoria a proposition: pretend to be his mistress or risk ruin. Yet soon he’s tempted to turn their charade into reality—and surrender to an explosive passion.

A Holiday To Remember…

Victoria can’t believe the man who almost destroyed her life a decade ago is now threatening to unravel her secrets. But posing as his mistress at a holiday country party is a game she can play well. For just one look into Somerton’s eyes still weakens her with lust. And with Christmas fast approaching, every kiss they share under the mistletoe only makes Victoria fall more deeply in love.

4 Points for:

Story

Setting

Characterization

Writing style

Moral/interesting trivia

Level of Interest

Review

Bagi yang sudah membaca The Spinster Club #1 atau Every Night I’m Yours pasti sudah tak asing dengan Viscount Somerton, pria annoying tapi bikin penasaran yang sempat berperan penting bagi happy ending-nya Banning dan Avis.

Kali ini pembaca akan dibawa ke masa lalu Somerton. Tepatnya pada titik terendah di dalam hidup Somerton, ketika dia mengetahui sebuah rahasia besar mengenai keluarganya. Dalam keadaan mabuk dia mengambil kesucian seorang gadis penjual jeruk. Somerton yakin kalau dia sudah memperkosa gadis itu jadi dia berusaha untuk menemukannya selama sebelas tahun terakhir. Sementara gadis itu ternyata tak pernah jauh-jauh dari hidupnya.

Victoria menjalani hidup yang sangat sulit selama bertahun-tahun. Dia harus menjadi pencopet untuk menghidupi anak-anak yatim di panti asuhan yang dia kelola. Tak ada yang tahu mengenai hal ini, termasuk teman-temannya di Spinster Club. Kemudian Somerton kembali ke dalam hidup Victoria dan mengancam untuk membongkar rahasia besarnya. Karena itulah Victoria terpaksa setuju menjadi kaki tangan Somerton untuk menyelesaikan misinya sebagai mata-mata. Dari sanalah kekacauan dimulai.

Saya sangat menyukai karakter Somerton dan Victoria, baik sebagai pasangan atau individu. Meskipun chemistry di antara mereka tidak sebesar Avis dan Banning, saya rasa mereka memang sangat serasi. Latar belakang hidup masing-masing juga ‘kaya’, menarik untuk diikuti.

Bagian di mana Somerton memeras Victoria memang agak ganggu. Tapi kalau nggak gitu nggak bakal bisa jadi cerita dua ratusan halaman, kan. Formulanya memang hampir sama dengan Every Night I’m Yours, tetapi cerita Somerton dan Victoria ini lebih kompleks dan seru.

Kalau diurutkan, ini adalah buku kedua yang paling saya sukai dari seri The Spinster Club. Tak banyak yang bisa saya katakan selain buku ini cocok buat bacaan ringan bagi penggemar hisrom.

 

One Night Scandal (The Spinster Club #5)

One Night Scandal
One Night Scandal. Photo credit: Goodreads

Judul: One Night Scandal (The Spinster Club #5)
Penulis: Christie Kelley
Bahasa: Indonesia
Format: paperback, 424 hal.
Penerbit: Elex Media Komputindo (2013)
Genre: historical romance (roman sejarah), roman, fiksi, dewasa, drama

Cerita

Taken from Goodreads:

Aroma wanita itu bagaikan lavender dan rasanya bagaikan dosa…

Lahir dalam keluarga yang ’salah’, membuat Sophie Reynard memahami sepenuhnya konsekuensi hasrat yang tak dikendalikan. Meski berhasil menjodohkan teman-teman bangsawannya, kepiawaiannya tak berguna bagi dirinya sendiri. Jatuh cinta pada bangsawan tanpa garis silsilah kuat hanyalah sebuah kesia-siaan.

Tapi itu tidak menghentikannya dari petualangan satu malam penuh hasrat bersama Nicholas Tenbury… Marquess of Ancroft!

4 Points for:

Story

Setting

Characterization

Writing style

Moral/interesting trivia

Level of Interest

Review

Akhirnya, buku terakhir yang berpusat pada Sophie Raynard, si cenayang bernasib malang.

Penggemar The Spinster Club bisa bertemu lagi dengan tokoh-tokoh kesayangan dari buku-buku terdahulu, termasuk Avis, Banning, Victoria, sampai Somerton.

Namun yang menjadikan buku ini menggigit tetap cerita tentang Sophie dan Ancroft. Pertemuan pertama di luar negeri yang diwarnai kesalahpahaman konyol, permainan kucing-kucingan yang dilakukan Sophie untuk menghindari Ancroft di London, sampai pertengkaran-pertengkaran bodoh yang bikin gemes. Gregetan memang, tapi itulah yang bikin One Night Scandal lucu sekaligus bikin penasaran.

Selain kisah Sophie dan Ancroft/Nicholas, saya juga menikmati interaksi di antara Sophie dan Somerton. Chemistry dua saudara ini ikut menambah warna cerita. Peran Somerton dalam mempersatukan Sophie dan Ancroft juga besar, lho.

Summary

The Spinster Club ini sepertinya termasuk salah satu hisrom yang kurang populer, setidaknya kalau dibandingkan dengan buku-buku Lisa Kleypas, Eloisa James, atau Julia Quinn. Sebenarnya saya pun baru mengenal karya-karya Christie Kelley lewat seri ini. Saya paham kenapa rating-nya sedang-sedang saja. Tapi bagi saya seri ini termasuk yang terbaik.

Cerita-ceritanya memang  klise banget. Kayak sinetron, tapi chemistry-nya bagus. Dimulai dengan baik oleh Avis Copley dan Banning Talbot di Every Night I’m Yours. Lalu keterusan kepincut sampai buku terakhir, One Night Scandal.

Saya suka banget hampir semua buku di seri ini. Kecuali buku ketiga, Something Scandalous yang tokoh utamanya adalah Elizabeth. Dan kalau itu menjadikan saya pembaca roman picisan, ya biarlah. 😄

Tidak Sepicisan yang Terlihat, Tapi Lebih Baik Jadi Novella Saja

Meskipun ceritanya sangat klise, sebenarnya The Spinster Club ini menyuguhkan karakter dengan latar belakang yang lebih berwarna daripada The Wallflowers (Lisa Kleypas), Essex Sisters (Eloisa James), atau Lessons In Love (Suzanne Enoch). Masalah yang dihadapi mereka juga lebih kompleks. Victoria adalah seorang pencuri, Somerton berprofesi ganda sebagai mata-mata, sementara Sophie seorang cenayang.

Dari jalan cerita, saya akui  memang agak maksa di beberapa bagian. Keras kepalanya para tokoh yang keterlaluan, seolah-olah sengaja buat memanjangkan cerita yang seharusnya bisa kelar tanpa 5-8 bab tambahan. Daripada novel, mungkin seri ini bakal sempurna kalau jadi novella saja.

Dari semua buku, cerita dan tokoh yang paling sederhana itu sebenarnya justru buku pertama. Hambatan buat Banning dan Avis toh cuma kebencian mereka terhadap satu sama lain. Secara status sosial mereka sepadan. Beda sama Sophie dan Nicholas atau Victoria dan Somerton. Atau Jennette dan Matthew yang dibayang-bayangi kematian. Tapi entah kenapa saya malah paling suka ceritanya Avis-Banning. Mungkin karena chemistry mereka yang paling terasa, ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.