Film dan Serial Bernuansa Literasi yang Bikin Pengen Baca

Film dan serial televisi yang bertema literasi itu sebenarnya banyak, banyak banget bahkan. Tapi nggak banyak yang sudah saya tonton. Sekalinya nonton, rasanya sekejap jadi kepingin lebih menghargai buku dan kemewahan bernama ‘kesempatan membaca’.

Ada beberapa judul yang menawarkan konsep menarik dan ingin saya tonton, dua di antaranya adalah The Book Thief dan Fahrenheit 451. Nantilah dimasukkan ember dulu.

Nah, sebelum itu saya bakal cerita-cerita sedikit soal film dan TV show yang sempat bikin semangat baca saya tergugah.

Coba nonton saja, siapa tahu kamu yang sedang mengalami reading slump jadi semangat baca juga.

1. You’ve Got Mail

You’ve Got Mail. Photo: Warner Bros

Dari rilisan lama dulu, ya. Film ini pertama kali tayang di tahun 1998 dan termasuk komedi romantis 90-an yang menurut saya memorable. Pamornya memang masih kalah dari Sleepless In Seattle yang juga dibintangi Meg Ryan dan Tom Hanks. Tapi love-hate relationships antara kedua tokohnya memang manis.

You’ve Got Mail ini terinspirasi dari naskah drama klasik Parfumerie karya Miklós László. Menceritakan asmara online Kathleen Kelly, seorang pemilik toko buku kecil yang nyaris bangkrut dan Joe Fox yang memiliki jaringan toko buku raksasa Fox Books. Kira-kira macam Barnes & Noble gitulah. Dan ngomong-ngomong, toko buku yang dibikin latar untuk Fox Books memang Barnes & Noble.

Kathleen dan Joe sepakat untuk berinteraksi secara anonim, jadi sama-sama tak tahu kalau mereka adalah musuh bebuyutan di dunia nyata. Inilah sumber konflik dan komedi You’ve Got Mail.

Selain teknologi komputer jadul yang nostalgic, daya tarik lain dari film ini adalah judul-judul buku yang mampir di berbagai adegan. Coba saja search judul buku anak-anak yang direkomendasikan Kathleen. Karya-karya Roald Dahl, Noel Streatfeild, L. Frank Baum, dll.

2. 10 Things I Hate About You

10 Things I Hate About You. Photo: Touchstone Pictures
10 Things I Hate About You. Photo: Touchstone Pictures

Kalau judul yang satu ini adalah film bergenre komedi romantis remaja yang rilis pada tahun 1999. Memperkenalkan Heath Ledger (alm.), Julia Stiles, dan Joseph Gordon Levitt yang semuanya masih imut.

Film ini terinspirasi dari naskah drama Shakespeare yang berjudul The Taming of the Shrew. Adegan-adegan bertabur quotes Shakespeare di film ini nggak terasa dipaksakan, kok. Ada juga sekelumit info tentang Sylvia Plath, penyair favorit Kat (Julia Stiles).

3. A Poem A Day

A Poem A Day. Photo: tvN
A Poem A Day. Photo: tvN

Dari film Hollywood, beralih ke drama Korea. Kali ini drama medis bernuansa roman yang mengajak penonton berpuisi ria. Pada setiap episode, kita bakal disuguhi penggalan puisi yang mewakili satu adegan penting. Sama seperti judulnya, satu sajak setiap hari.

Ceritanya sendiri menyoroti keseharian para ahli terapi di sebuah rumah sakit. Fokusnya adalah cinta segitiga antara Woo Bo-young (Lee Yu-bi), terapis muda yang diam-diam ingin menjadi penyair dengan Ye Jae-wook yang seorang profesor fisioterapi dan Shin Min-ho, pria yang pernah menolaknya.

4. Romance Is A Bonus Book

Romance Is a Bonus Book. Photo: tvN
Romance Is a Bonus Book. Photo: tvN

K-drama bertema komedi romantis yang satu ini akan membawa penonton untuk berkenalan dengan dunia penerbitan. Cerita berputar pada Kang Dan-i (Lee Na-young), seorang wanita 37 tahun yang susah payah membangun kembali karirnya pasca-perceraian yang dia alami. Dan-i yang tadinya adalah tenaga pemasaran berprestasi harus memulai dari bawah, bekerja serabutan di perusahaan penerbitan tempat Cha Eun-ho (Lee Jong-suk) bekerja. Eun-ho sendiri adalah kepala editor termuda di perusahaan tersebut.

Kita akan melihat sebarapa panjang dan rumitnya proses naskah diterbitkan menjadi buku hingga rilis di pasaran, sampai apa yang terjadi pada jutaan eksemplar buku tersebut jika tak laku dijual. Perjuangan para editor dalam mendekati penulis, melakukan proses penyuntingan, memikirkan strategi pemasaran, sampai puyengnya menghadapi salah cetak puluhan ribu kopi bakal bikin kita terpikir untuk lebih menyayangi buku yang kita beli.

5. YOU

Joe & Beck di serial YOU. Photo: Lifetime/Netflix

Sebuah serial televisi produksi Lifetime (lalu pindah ke Netflix) yang memperkenalkan tokoh utama berkarakter antihero bernama Joe Goldberg (Penn Badgley). Serial bergenre romantic thriller ini bisa saya kaitkan dengan literasi, karena Joe adalah penjaga toko buku. Di adegan perkenalan saja dia sudah mencoba menganalisis karakter orang-orang yang mampir ke tokonya berdasar judul yang mereka beli.

Joe, si sosiopat ganteng nan charming yang bikin para penonton wanita klepek-klepek ini punya sederet reference judul buku yang oke. Melalui dia juga kita jadi tahu sedikit tentang teknik penyimpanan dan pengawetan buku-buku lama.

Oh iya, YOU diangkat dari novel karya Caroline Kepnes. Masih ada season kedua yang masih dalam tahap produksi. Dan review-nya bisa dicek di sini.

6. Younger

TV show bergenre komedi yang satu ini juga diangkat dari novel, tepatnya chicklit karya Pamela Redmond Satran. Setting-nya sama dengan Romance Is a Bonus Book, yaitu keseharian di penerbitan buku yang mencoba bertahan di era digital dan para pembaca milenial.

Tokoh utama serial ini adalah Liza (Sutton Foster), single parent berusia 40 tahun yang terpaksa menyamar jadi perempuan 26 tahun untuk mendapatkan pekerjaan sebagai editor di Empirical Publishing. Liza mati-matian menutupi usianya, meskipun sikapnya yang sangat ‘tidak milenial’ kerap membuat rekan-rekannya curiga.

Kehidupan profesional Liza masih diperumit dengan cinta segitiga bersama Josh, tattoo artist berusia 26 tahun yang menerima dirinya apa adanya dan Charles, si bos penerbitan yang matang dan ganteng.

7. Once Upon a Time

Once Upon a Time. Photo: ABC
Once Upon a Time. Photo: ABC

Lho, Once Upon a Time apanya yang literasi? Kan serial ini memadukan berbagai unsur dan cerita dongeng di dalam satu linimasa. Mulai dari Beauty and The Beast, Rumpeltiltskin, Snow White, Wizard of Oz, Cinderella, Pinocchio, Robin Hood, sampai Peter Pan. Semuanya digabung jadi satu dan jadilah karakter-karakter dongeng yang terjebak di kota Storybrooke.

Tugas Emma Swan, putri Snow White dan Prince Charming yang berhasil keluar dari belenggu tak kasat mata Storybrooke adalah membebaskan anak lelakinya, Henry. Setelah itu dia juga harus melepaskan kedua orangtuanya dari jeratan sihir Regina, walikota Storybrooke yang sebenarnya adalah titisan Evil Queen.

8. Juhan Shuttai!

Juhan Shuttai! Photo: TBS
Juhan Shuttai! Photo: TBS

Drama komedi Jepang yang diangkat dari manga ini baru saya tamatkan bulan lalu. Juhan Shuttai, judulnya berarti sleeper hit. Ini adalah momen keberhasilan bagi para editor, ketika manga yang mereka terbitkan menjadi tankoubon berhasil cetak ulang.

Setting-nya mirip dengan Younger dan Romance Is a Bonus Book, tapi kali ini diganti jadi redaksi majalah mingguan yang menerbitkan manga. Sama sekali tak ada unsur roman, tapi ceritanya tetap seru. Mengikuti kisah Kokoro, si editor baru yang polos tapi penuh semangat ini tetap menarik, kok.

Interaksi Kokoro dengan para mangaka, editor senior, marketing, dan karyawan toko buku bisa menjadi hiburan segar bagi penonton yang sedang ingin menikmati cerita berlatar profesi.

Dan itulah judul-judul film dan serial televisi bernuansa literasi yang sempat bikin semangat membaca saya tergugah lagi.

Lalu sukseskah saya mengatasi reading slump dengan bantuan tontonan di atas? Lumayan, setidaknya sampai bulan ini saya sudah menyelesaikan 10 judul buku baru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.