[Review Buku] 37 Year Old Kindaichi Case Files

37 Year Old Kindaichi Case Files. Photo: Kodansha

Judul: 37 Year Old Kindaichi Case Files
Penulis: Shin Kibayashi & Fumiya Sato
Bahasa: Inggris
Format: scanlation
Penerbit: Kodansha (2018)
Genre: seinen, ecchi, fiksi, thriller, misteri

Cerita

Taken from Baka-Updates Manga:

This is the sequel to the popular Kindaichi Case Files franchise, set 20 years after the original version! Hajime is no longer a student detective, but is a poor office worker who has to deal with the daily pains of adulthood. No longer wanting to solve cases anymore, he keeps his head down and tries to go about his daily work as quietly as possible.

But crime never takes a break, and it isn’t long before Kindaichi gets dragged into cases that occur around him.

1 Point for:

Story

Setting

Characterization

Writing style

Moral/interesting trivia

 

Level of Interest

Review

“Kindaichi 37 tahun? Iki maksude Detektif Kindaichi iku?”

Itulah pertanyaan pertama yang saya lontarkan saat teman sekantor yang sering ngobrolin buku bareng saya bercerita soal 37 Year Old Kindaichi Case Files.

Berbekal rasa penasaran akibat obrolan singkat kami soal 37 Year Old Kindaichi, jadilah saya cari-cari info soal judul tersebut.

Iya, si detektif SMA, Hajime Kindaichi beraksi lagi. Tapi sekarang dia sudah bukan anak SMA. Detektif amatir berpenampilan ngglethek ini sekarang sudah 37 tahun.

Apa Kindaichi jadi penyidik kepolisian kayak Inspektur Kenmochi atau Akechi?

Sayangnya nggak. Kindaichi nasih tetap Kindaichi, seorang detektif dengan kemampuan analisis luar biasa, tapi nyaris tak berguna sama sekali dalam kehidupan sehari-hari. Cabulnya dan begonya masih tetap. Bahkan penampilannya masih sama. Cuma outfit-nya saja yang tipikal pegawai kantoran Jepang.

37 Year Old Kindaichi Case Files. Photo: Kodansha
37 Year Old Kindaichi Case Files. Photo: Kodansha

Kali ini dia kembali sebagai manajer perusahaan public relations yang mediocre, sama sekali nggak berprestasi, selalu diremehkan orang-orang di sekitarnya. Dan masih tetap ketemu kasus pembunuhan ke mana pun dia pergi.

37 Year Old Kindaichi Case Files. Photo: Kodansha
37 Year Old Kindaichi Case Files. Photo: Kodansha

Kasus pertamanya dibuka dengan pembunuhan misterius di resor Pulau Utajima. Kebetulan Kindaichi ditugaskan untuk menyiapkan event di sana oleh kantornya.

Pembaca setia Kindaichi mungkin masih ingat Utajima. Pulau ini jadi latar tiga kasus pembunuhan oleh Phantom of The Opera.

Sejak mengetahui kalau dirinya harus mendatangi Utajima lagi, perasaan Kindaichi langsung tak enak. Dan cucu detektif terkenal ini tampaknya memang tak bisa menghindari takdir, padahal dia sudah bersumpah nggak mau memecahkan kasus lagi.

Kalau dulu Kindaichi selalu menyelesaikan kasus didampingi Nanase Miyuki, sekarang ‘asistennya’ adalah Hayama Marin. Hayama ini adalah juniornya di tempat kerja. Miyuki juga masih lewat sekilas, meskipun cuma lewat chat-chat singkatnya dengan Kindaichi. Sayang sekali sampai umur 37 begini mereka masih nggak pacaran juga.

Masih dengan Alur Cerita Khas Kindaichi

Dari segi cerita, 37 Year Old Kindaichi masih menampilkan formula cerita yang sama. Terkurung di suatu tempat bersama orang-orang yang baru dikenal, lalu terjadilah pembunuhan beruntun. Tempat kejadian perkara terisolasi, jadi kemungkinan tersangkanya cuma orang-orang dalam.

Sesekali ada kasus di mana identitas pembunuhnya sudah diketahui sejak awal. Jadi kita bisa mengikuti cerita dari sudut pandang si pembunuh berikut tegang-tegangnya saat berusaha menghindarkan diri dari kecurigaan Kindaichi.

Menurut saya cerita dengan identitas pelaku yang sudah ketahuan sejak awak itu cukup bagus buat penyegaran dari monotonnya kasus-kasus Kindaichi. Apa lagi kalau ditambah unsur komedi seperti salah satu kasus lama di Kindaichi Case Files.

Saat itu Kindaichi dan Kenmochi mampir makan di sebuah kedai. Pemiliknya baru saja melakukan pembunuhan. Pontang-pantingnya saat menutupi bukti kejahatan dari kedua pelanggan tak terduga itu jadi sumber kelucuan tersendiri.  Yah, saya memang suka dark comedy. Tapi konklusi kasus itu sendiri cukup segar.

Nostalgia dengan Karakter-Karakter di Kindaichi Case Files

Meskipun sudah beda timeline, kasus-kasus Kindaichi masih menampilkan karakter favorit di judul-judul sebelumnya. Ada Miyuki, Saki, dan Souta yang cuma numpang lewat. Inspektur Kenmochi yang sudah pensiun dan Akechi yang sukses jadi petinggi kepolisian juga masih betah bekerjasama dengan Kindaichi dalam memecahkan kasus.

Bahkan archenemy Kindaichi, Takato Yoichi si mastermind di balik semua kejahatan pun masih muncul lagi. Begitu juga dengan karakter pembunuh yang memang kerap muncul di Kindaichi Case Files seperti Phantom of The Opera. Tetapi penjahat di baliknya memang berbeda dari yang dulu-dulu.

Saya pikir 37 Year Old Kindaichi ini memang ditujukan buat para pembaca lama Kindaichi yang pastinya sudah jadi om-om dan tante-tante kayak tokoh utamanya. Lumayanlah buat bacaan nostalgia.

Advertisements

2 thoughts on “[Review Buku] 37 Year Old Kindaichi Case Files

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.