[Review Buku] Gossip Girl: Upper East Sider’s Lambe Turah Zaman Blog Ghibah

Gossip Girl (Cecily von Ziegesar). Photo: Amazon.com

Judul: Gossip Girl (Cewek Penggosip)
Penulis:
Cecily von Ziegesar
Bahasa:
Indonesia
Format:
paperback
Penerbit:
Interaksara
Genre:
fiksi, drama, roman, remaja (young adults)

Cerita

Dikutip dari Goodreads:

Gossip Girl here. The one and only source into scandalous lives of the Manhattan’s elites.

Welcome to New York City’s Upper East Side, where my friends and I live, go to school, play, and sleep—sometimes with each other.

S is back from boarding school, and if we aren’t careful, she’s going to win over our teachers, wear that dress we couldn’t fit into, steal our boyfriends’ hearts, and basically ruin our lives in a major way. I’ll be watching closely . . .

You know you love me,

Gossip Girl

2 Points:

Story

Setting

Characterization

Writing style

Moral/interesting trivia

 

Level of Interest

 

Review

Kabarnya Gossip Girl, serial remaja yang populer di pertengahan tahun 2000-an itu bakal di-reboot. Kristen Bell (Veronica Mars, The Good Place) bakal menyuarakan si Lambe Turah dari Upper East Side kembali. Sebagai penggemar original series-nya, saya langsung mengernyit skeptis mendengar rumor tersebut. Lalu mengernyit untuk kedua kalinya setelah membaca artikel tentang rencana adaptasi Gossip Girl oleh Nia Dinata.

Berita-berita tentang Gossip Girl ini lantas membuat saya tergerak untuk mengulas buku dan serialnya. Kalau boleh jujur, saya memang masih menonton ulang Gossip Girl buat (not) guilty pleasure, setidaknya setahun sekali. Bukunya sendiri saya baca di zaman-zaman awal kuliah dan belum pernah saya review dengan sepantasnya. Jadi marilah kita bahas sekarang.

Buku yang saya review ini adalah Gossip Girl volume pertama. Ada empat belas buku dan spin-off bertitel Gossip Girl: The Carlyles.

Gossip Girl: The Carlyles (Cecily von Ziegesar). Photo: Amazon.com
Gossip Girl: The Carlyles (Cecily von Ziegesar). Photo: Amazon.com

Buku ini jadi inspirasi utama pilot dan beberapa episode awal serial Gossip Girl Season 1. Ceritanya berpusat pada kehidupan para sosialita remaja dari Constance Billard School for Girls, sebuah sekolah elit di kawasan Upper East Side, New York.

Dua tokoh sentralnya adalah Blair Waldorf dan Serena van der Woodsen. Pasang surut hubungan dua sahabat sekaligus rival ini terus-menerus dimonitor oleh Gossip Girl. Tak beda jauh dari Lambe Turah sekarang, tapi ‘mainan’ GG zaman itu adalah blog, bukan Instagram.

Lambe Turah Zaman Tahun 2000-an

Gossip Girl ini terinspirasi dari pengalaman si penulis, Cecily von Ziegesar selama masa sekolah di The Nightingale-Bamford School. Ditambah bumbu-bumbu gosip yang didengarnya dari teman-teman.

Cecily von Ziegesar. Photo: SohoPress
Cecily von Ziegesar. Photo: SohoPress

Cerita dibuka dengan kembalinya Serena ke Upper East Side. Alasan kepergiannya yang misterius dulu dan kecemburuan Blair membuat hubungan keduanya meruncing. Tentunya konflik di antara kedua cewek paling populer ini jadi santapan hangat GG.

Uniknya, Gossip Girl versi buku ini menggunakan inisial untuk menceritakan gosip-gosip panasnya. Jadi followers-nya sekalian menebak-nebak siapa S, B, N, dan C sebenarnya. Lebih masuk akal, sih, ya. Kalau beneran ‘sebut merek’ seperti TV series, apa Blair dan Chuck bakal tinggal diam reputasi mereka dicemarkan sedemikian rupa?

Karakter-Karakter Utama

Gossip Girl versi novel menampilkan sebagian besar karakter yang juga kita jumpai di serial televisinya.

Gossip Girl main casts. Photo: CW
Gossip Girl main casts. Photo: CW

S atau Serena van der Woodsen, cewek pirang dengan gaya hidup liar yang kurang lebih seperti Kendall Jenner-nya Upper East Side. Serena adalah pewaris bisnis perkapalan dari Belanda yang dimiliki keluarga ayahnya.

Sebenarnya S ini cukup cerdas, tapi tertutup oleh citranya sebagai wild party girl. Lagipula hidup dengan privilege berupa uang banyak, koneksi orang tua, dan tampang cakep membuat Serena tidak perlu berusaha untuk mengasah kecerdasannya. Serena punya kehidupan yang cukup mudah, karena dia tahu cara memanfaatkan kekayaan dan daya tariknya untuk mendapatkan semua hal. Beda dengan serial TV, S versi novel justru tidak peduli fashion.

B atau Blair Waldorf; sahabat, musuh, sekaligus rival Serena. Lebih tepatnya, Blair yang menjadikan Serena sebagai musuh dan rival. B adalah tipikal cewek tajir dengan kepribadian antagonis yang pasti ada di setiap sinetron, telenovela, atau drama cheesy lainnya.

B ini juga sama cakepnya, tapi cenderung insecure. Tipe orang yang bakal jadi ibu-ibu gampang iri sama tetangga, nggak mau kesaingan dalam segala hal, dan akhirnya malah stres sendiri. Berlawanan dengan S, justru Blair yang terobsesi dengan fashion. Dia juga menderita gangguan pola makan.

N, atau Nate Archibald adalah kapten tim lacrosse di St. Jude’s School for Boys. Anak mantan kapten Angkatan Laut yang jadi bankir sukses dan sosialita Prancis. Nate ini adalah karakter yang jadi rebutan Blair dan Serena. Digambarkan sebagai pemuda ganteng nan galau dengan sifat plin-plan yang membuat cinta segita di antara dirinya, Serena, dan Blair senantiasa ruwet.

D atau Daniel ‘Dan’ Humphrey, second male lead setelah Nate. Beda dari ketiga karakter sebelumnya, dia adalah pemuda dengan latar belakang biasa-biasa. Bisa bersekolah di Riverside Preparatory School for Boys lantaran beasiswa. Digambarkan sebagai anak indie sejati; penggila puisi, pecandu kopi, depresif, dan cenderung parno.

Daniel ini terobsesi kepada Serena selama bertahun-tahun. Dari segi penampilan, Dan versi novel cukup berbeda dari karakter TV-nya yang diperankan oleh Penn Badgley. Ganteng, jangkung, ceking, dan selalu pakai outfit serba hitam. Mungkin lebih mirip karakter Aaron yang sempat muncul di Season 2 sebagai pacar Serena.

J atau Jenny Humphrey adalah adik perempuan Dan. Sama seperti kakaknya, dia bersekolah di Constance Billard lewat beasiswa. Penampilannya beda jauh dari Taylor Momsen. Jenny digambarkan sebagai cewek petite dengan rambut coklat dan dada berukuran DD yang selalu membuatnya minder.

C atau Chuck Bass merupakan tokoh antagonis di buku. Chuck adalah pemuda yang ganteng, biseksual, pemalas, dan cuma tertarik kepada uang serta seks. Selalu pakai scarf sebagai signature style. Chuck berteman dengan Nate, Blair, Blair karena berasal dari lingkar sosial yang sama.

Vanessa Abrams juga termasuk pelajar beasiswa di Constance Billard. Bercita-cita jadi filmmaker, berkepala plontos, dan menggemari outfit serba hitam seperti Dan. Vanessa ini adalah sahabat sekaligus pengagum rahasianya Dan. Vanessa tinggal di New York bersama kakaknya. Dia paling benci grup cewek-cewek tajir di sekolah dan karenanya selalu menghindari S atau B.

Karakter minor seperti Kati dan Iz juga disebut, tapi hanya sekilas.

Novel Remaja Rasa Dewasa

Saya tidak menyebut Gossip Girl setara dengan novel-novel dengan steamy romance atau bahkan erotica. Namun untuk ukuran novel dengan target audience remaja, buku ini punya terlalu banyak unsur 18+. Bukan cuma seks, tapi juga penggunaan obat-obatan terlarang. Jadi saya rasa bakal lebih tepat kalau buku ini disebut ‘novel remaja untuk pembaca New Adults dan Dewasa’. Walaupun begitu, sepertinya memang unsur glamor dan 18+ itu yang menjadikan buku-buku Gossip Girl laris manis di kalangan pembaca remaja seluruh dunia.

Bacaan Ekstra Ringan Setara Reality Show Kim K

Blair dan Serena (Gossip Girl). Photo: CW
Blair dan Serena (Gossip Girl). Photo: CW

Secara garis besar, buku ini menjadikan cinta segiempat di antara Blair, Nate, Serena, dan Dan sebagai sumber konflik. Ceritanya sangat klise, tapi gaya bercerita sang Gossip Girl di blog menawarkan narasi menarik untuk membumbui kerecehan cerita tersebut.

Buku ini juga kerap menyebut barang-barang bermerek. Karena apalah artinya sosialita Upper East Side tanpa setelan dari brand-brand high end dan liburan mewah?

Bisa saya katakan, buku ini menawarkan bacaan ringan yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Nggak pakai mikir, analisis, atau emosi yang terkuras. Bisa jadi bacaan yang cocok saat lagi butuh hiburan ‘sampah’ seperti Keeping Up With The Kardashians atau Rumah Uya.

Meskipun bisa disebut picisan, jangan malu baca Gossip Girl. Baca buku yang nggak berbobot itu bukan dosa, kok. Wong nggak suka baca aja nggak dosa.