[Review Buku] Salvation of a Saint oleh Keigo Higashino (Detektif Galileo #5)

Salvation of a Saint. © Gramedia Pustaka Utama

Jadi, saya ini telat ngikutin hype-nya Keigo Higashino. Sudah terkenal bertahun-tahun, para pembaca di Indonesia juga sudah beberapa tahun belakangan ngomongin karyanya, tapi saya malah baru baca tahun ini.

Saya suka banget sama film White Night: Walking Through White Darkness (Korea Selatan) dan Into The White Night (Jepang) yang saya tonton hampir sepuluh tahun lalu tanpa tahu kalau kedua film itu diangkat dari novel Journey Under the Midnight Sun-nya Higashino.

Karena suka alur cerita White Night dan penasaran sama seri Detektif Galileo yang ternyata juga sudah banyak live action-nya ini, saya pilihlah Salvation of a Saint buat perkenalan saya dengan Keigo Higashino.

Salvation of a Saint (Dosa Malaikat) © Gramedia Pustaka Utama

Judul: Salvation of a Saint—Dosa Malaikat (Detektif Galileo #5)
Penulis: Keigo Higashino
Bahasa: Indonesia
Format:paperback, 352 hal.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2021)
Genre: crime drama, detektif, fiksi, J-lit

Cerita

Taken from Goodreads:

Seorang lelaki ditemukan tewas di rumahnya akibat kopi beracun. Istrinya memiliki motif kuat sebagai tersangka setelah dia dicampakkan oleh sang suami.

Masalahnya, pada hari pembunuhan, wanita itu berada ribuan kilometer dari tempat kejadian. Detektif Kusanagi dan Detektif Utsumi Kaoru yang menyelidiki kasus ini memiliki opini bertentangan soal siapa pelakunya. Namun, Utsumi merasa Kusanagi terlalu berempati terhadap istri korban dan itu membuat penilaiannya kabur.

Utsumi meminta Profesor Manabu Yukawa untuk membantu kepolisian, sekaligus meluruskan logika Kusanagi. Tapi bahkan ilmuwan genius yang dijuluki Detektif Galileo itu kebingungan. Tidak mungkin seseorang memasukkan racun ke kopi dari jarak jauh, bukan? Di sinilah kecerdasan sang profesor diuji. Dia harus menguak trik bagaimana racun itu muncul pada waktu yang tepat, di tempat yang sempurna, dan yang terpenting, tidak salah sasaran.

4 Points for:

☑️ Story

☑️ Setting

☑️ Characterization

☑️ Writing Style

Moral/Interesting Trivia

Level of Interest

❤️❤️❤️❤️

Review

Salvation of a Saint adalah novel kedua dalam seri Detektif Galileo. Tapi kalau kumpulan cerpen Galileo juga dihitung, maka ini adalah buku keempat.

Judul ini tidak sepopuler buku pertamanya, The Devotion of Suspect X yang sudah diadaptasi ke film Jepang, Korea, China, dan India. Tapi, kisah Profesor Manabu Yukawa alias Detektif Galileo yang ini juga bagus banget, kok.

The Devotion of Suspect X. © Beijing Enlight Media | Kross Pictures

Gaya Penceritaan yang Lumayan ‘Segar’ untuk Fiksi Kriminal

Sebelum bicara soal karakter Galileo sendiri, menurut saya daya tarik utama buku ini adalah gaya penuturannya yang cukup unik. Biasanya, formula andalan fiksi-fiksi kriminal dimulai dengan pengenalan konflik yang menuntun cerita pada pembunuhan, disusul dengan penemuan mayat, pencarian pelaku, dan diakhiri dengan terungkapnya identitas si pembunuh yang tak terduga. Salvation of a Saint memilih pola yang berbeda.

Sejak bab-bab pertama, pembaca sudah digiring untuk mencurigai tersangka utama, Ayane. Meskipun fakta-fakta yang bermunculan sempat mengaburkan dugaan saya, pada akhir tiap bab saya selalu ‘diajak’ kembali ke Ayane. Misterinya memang bukan identitas pelaku, tapi bagaimana pelaku melakukan pembunuhan.

Kalau pembunuhnya ketahuan, berarti nggak seru? Oh, jangan salah. Justru gaya berceritanya Higashino bikin pembaca gemas kepingin tahu cara Ayane meracuni suaminya dari jarak ribuan kilometer.

Lagipula, penggambaran karakter si korban memang bikin gedeg banget. Rasanya nggak ada yang keberatan dia dibunuh. Sama seperti Detektif Kusanagi, saya juga kepingin pembunuhnya bukan Ayane. Tapi, penulis terus menekankan kecurigaan kepada perempuan yang sikapnya seperti malaikat itu.

Galileo yang Tipikal, Kusanagi si Bebal, dan Utsumi yang Bikin Penasaran

Kusanagi juga menyumbang greget yang cukup di cerita ini. Kebebalannya membuat si detektif menolak semua gagasan Utsumi. Jadi, keputusan Utsumi untuk meminta bantuan Manabu Yukawa memang tepat.

Bicara soal Yukawa alias Galileo, saya tidak sebegitu terkesan dengan karakternya. Tipe kepribadiannya tidak terlalu berbeda dengan detektif fiktif yang sudah lebih dulu terkenal seperti Sherlock Holmes atau Kiyoshi Mitarai. Begitu juga ‘warna’ hubungannya dengan Kusanagi yang juga tidak jauh-jauh dari Holmes-Lestrade. Namun, gagasan tentang ilmuwan fisika yang jago memecahkan kasus itu sangat menarik. Lebih terasa ‘segar’ lagi, karena Yukawa kerap menyampaikan analisisnya dari sudut pandang seorang ilmuwan.

Karakter yang paling simpatik buat saya ternyata malah Utsumi. Juniornya Kusanagi ini tipikal polisi perempuan di cerita-cerita kriminal yang kerap dipandang sebelah mata karena jenis kelaminnya. Utsumi memang tidak punya kemampuan analisis cemerlang seperti Galileo, tapi intuisinya sangat bagus. Dia ini punya jalan pikiran seperti Poirot yang lebih mengedepankan kecenderungan psikologis manusia.

Ria Torres di Lie to Me © Fox Crime

Karakter Utsumi ini sedikit mengingatkan saya kepada Ria Torres, mantan petugas security bandara yang kemudian jadi ahli microexpression di serial Lie to Me. Ria punya kepekaan ekstra terhadap perubahan mimik dan gestur sekecil apa pun, sehingga tidak pernah gagal menemukan calon penumpang yang membawa barang terlarang atau membaca kebohongan kliennya.

Saya masih kepingin mengikuti petualangan trio detektif dengan kepribadian kontras ini. Mungkin harus nonton TV series-nya juga. Katanya chemistry tiga karakter ini di series-nya juga bagus banget.

Dahlah, pokoknya Salvation of a Saint ini beneran bagus. Kalau belum baca, cobainlah. Lie to Me juga bagus banget. Kalau belum nonton, sempetin aja nonton satu episode dulu.

Sumber bacaan:

4 Urutan Buku Detective Galileo Series Karya Keigo Higashino. Gramedia Blog
Dosa Malaikat (Salvation of a Saint). Gramedia Blog
5 Novel Terbaik Keigo Higashino, Ada yang Sudah Difilmkan. Merdeka.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.