[Review Buku dan Film] Perfume: The Story of a Murderer oleh Patrick Süskind

Perfume: The Story of a Murderer

Seorang pembunuh genius, aroma perawan, dan parfum terbaik…

—Perfume: The Story of a Murderer (Patrick Süskind)
Perfume: The Story of a Murderer. © dok. pribadi/Tantri Setyorini
Perfume: The Story of a Murderer. © dok. pribadi/Tantri Setyorini

Judul: Perfume: The Story of a Murderer
Judul asli:  Das Parfum: Die Geschichte eines Mörders
Penulis: Patrick Süskind
Bahasa: Indonesia
Format: paperback, 404 hal.
Penerbit: Dastan Book (2006)
Genre: fiksi, dewasa, thriller, historical fiction (fiksi sejarah)

Cerita

Pembunuhan berantai yang misterius. Dua puluh lima gadis perawan tewas mengenaskan. Pakaian beserta rambut dan kulit kepala mereka hilang. Tubuh mereka benar-benar layu, seolah tak pernah hidup sebelumnya. Seakan seluruh daya hidup yang pernah ada telah terisap tak bersisa. Semua pembunuhan identik. Dilakukan dengan amat rapi dan terencana. Masterpiece seorang seniman genius.

Jean-Baptiste Grenouille lahir tanpa bau tubuh namun memiliki indra penciuman yang luar biasa. Ia mampu memilah-milah seluruh bau yang ada. Dari seorang ahli parfum ternama, ia mewarisi seni meramu berbagai minyak dan tumbuhan. Namun kegeniusan Grenouille melampaui itu semua. Setelah “menangkap” aroma seorang perawan cantik, ia terobsesi untuk menciptakan ‘parfum terbaik’ beraroma perawan!

Dituturkan dengan amat brilian, Perfume adalah kisah yang sungguh memikat tentang pembunuhan dan kegeniusan yang menyimpang. Novel bestseller yang eksotis dan sensasional ini membangkitkan rasa penasaran yang menakutkan tentang apa yang terjadi ketika bakat, hasrat, dan kecenderungan seseorang akan bau dan aroma mengubahnya menjadi seorang pembunuh. Membunuh demi ‘parfum terbaik’.

4 points for:

☑️ Story/Idea

☑️ Writing style

☑️ Well-developed characters

☑️ Morale/interesting trivias

Level of Interest

❤️❤️❤️❤️❤️

Review

Perfume ini aslinya novel berbahasa Jerman dengan latar Prancis. Buku ini saya beli sewaktu kuliah semester-semester awal, semata-mata karena setting-nya Prancis zaman monarki dan temanya kriminal. Waktu itu saya masih segitu terobsesinya sama Perancis. Maklum, gara-gara waktu kelas dua SMA dapet pelajaran bahasa Perancis jadinya langsung tergila-gila sama Prancis. ^^

Waktu baca buku ini, ternyata isinya beda seratus delapan puluh derajat dari dugaan semula. Bukan berarti jelek. Saya bisa bilang buku ini lain dari yang lain, baik dari segi penyampaian, karakterisasi, maupun alur cerita.

Tokoh utamanya, grenouille adalah seorang anti-hero. Karakternya yang psikopat itu kompleks dan bener-bener beda dari psikopat di buku-buku lain. Kalau di buku suspense biasanya si pembunuh itu punya latar belakang traumatis yang bikin dia sakit jiwa, si Grenouille ini semacam natural born psycho. Meskipun perlakuan yang dia terima dari orang sekitarnya sejak kecil sedikit-banyak juga mendukung terbentuknya sifat keji Grenouille.

Banyak hal yang bikin novel yang bagi kebanyakan orang ngebosenin ini memorable. Misalnya, masa-masa waktu Grenouille bayi. Sejak kecil dia udah nggak punya bau, dan dia punya semacam aura menakutkan yang bikin orang dewasa merasa terancam sama dia. Sampai-sampai dibilang keturunan iblis. Terus nasib tragis yang tanpa disengaja menimpa orang-orang yang berurusan dengan Grenouille.

Kisah Ganjil dan Unik yang Dituturkan dari ‘Sudut Pandang’ Indera Penciuman

Meskipun semua unsur di novel ini luar biasa, menurut saya, kelebihan utama Perfume itu terletak di penulisannya. Seperti saya bilang di atas, cerita ini dituturkan dengan deskripsi aroma. Jadi kalau di novel lain setting tempat dan karakter tokoh-tokohnya itu dijelaskan dengan deskripsi visual, di sini dijelaskan pakai aroma. Jadi bukan kota Paris yang indah, tapi Paris yang bau. Kalau perempuan cantik, ya perempuan dengan aroma tubuh seperti sutera, bercampur dengan bunga dan mentega.

Grenouille menyebut aura manusia itu sebenernya berasal dari bau tubuh alami mereka. Orang yang menarik punya bau yang enak, jadi indera penciuman kita mempengaruhi otak dan indera lainnya untuk berpikir kalau orang itu tampan atau cantik. Begitu juga orang yang menakutkan, itu karena bau tubuh mereka mengintimidasi.

Memang kedengarannya nggak masuk akal. Tapi kalau baca penuturan Süskind di sini, kita pasti lama-lama jadi percaya kalau itu bener. Sekali lagi, itu karena kehebatannya Süskind dalam membuat sesuatu yang nggak masuk akal jadi terdengar masuk akal. Makanya itu, Perfume termasuk buku non-romance yang saya baca sampai berkali-kali, bahkan sampai sekarang.

***

Perfume: The Story of a Murderer. © Castelao Produccione
Perfume: The Story of a Murderer. © Castelao Produccione

Judul: Perfume: The Story of a Murderer
Diangkat dari: Perfume: The Story of a Murderer (1985)
Sutradara: Tom Tykwer
Tahun rilis: 2006
Produksi: Castelao Produccione
Genre: drama, thriller, sejarah
Streaming platform: Netflix

Sinopsis (film)

Set in 18th century Paris, the story of a man with an extraordinarily acute sense of smell takes a dark turn when his quest to create the ultimate fragrance leads to murder.

Jean-Baptiste Grenouille, born with a superior olfactory sense, creates the world’s finest perfume.

His work, however, takes a dark turn as he searches for the ultimate scent.

Karakter

Jean Baptiste Grenouille

Played by: Ben Wishaw (Q—James Bond: Skyfall)

ben-whishaw-grenouille_murderer-970414076
Grenouille di Perfume: The Story of a Murderer. © Castelao Produccione

Sejak kecil Grenouille tidak memiliki aroma tubuh, tapi penciumannya sangat tajam. Sehari-harinya Grenouille adalah pemuda canggung dan aneh yang sangat tidak menonjol. Ia bahkan dijauhi karena keanehannya itu membuat orang-orang di sekitarnya terancam. Tapi diam-diam Grenouille adalah seorang psikopat.

Antoine Richis

Played by : Alan Rickman (Severus Snape—Harry Potter)

alan-rickman-antoine richis
Antoine Richis di Perfume: The Story of a Murderer. © Castelao Produccione

Antoine Richis merupakan bangsawan sekaligus anggota dewan kota yang sangat dihormati. Pria ini memiliki pemikiran yang cemerlang. Berkat itu ia bisa menduga kalau suatu saat Grenouille akan mengincar puterinya.

Laure Richis

Played by: Rachel Hurd-Wood (Sybil Vane—Dorian Gray)

Laure
Laure Richis di Perfume: The Story of a Murderer. © Castelao Produccione

Laure merupakan puteri tunggal Richis. Konon ia adalah gadis tercantik di kota. Menurut Grenouille, pesona Laure sesungguhnya berasal dari aroma tubuhnya yang lain dari yanglain.

Giuseppe Baldini

Played by: Dustin Hoffman (Bernie Focker—Meet the Fockers)

Baldini
Perfume: The Story of a Murderer. © Castelao Produccione

Baldini adalah ahli parfum yang sudah lewat masa jayanya. Melalui orang inilah Grenouille pertama kali belajar membuat parfum. Sebagai imbalan, Baldini memanfaatkan kejeniusan Grenouille dalam aroma untuk membuat ratusan parfum atas namanya.

Level of Interest

❤️❤️❤️❤️

Review (film)

Jadi, filmnya Perfume ini bagus atau nggak? Kalau kata saya, bagus banget. Ada beberapa aspek yang tidak bisa divisualisasikan ‘sekaya’ bukunya. Tapi, film ini tetap mengadopsi gaya bercerita Süskind yang lebih banyak menggunakan deskripsi aroma.

Seinematografinya dibuat sedemikian rupa untuk menonjolkan Paris abad 18. Bukan Paris yang glamor seperti di period drama bernuansa romantis, tapi Paris yang jorok, kumuh, dan belum mengenal sanitasi. Nuansanya muram, lusuh, dan kadang menjijikkan. Beneran, jangan nonton film ini sambil makan.

Pilihan aktor dan aktrisnya nomor satu. Mulai dari Dustin Hoffman sampai Alan Rickman yang kita sudah tahu kualitasnya kayak apa. Ben Wishaw juga oke banget. Sayangnya, dia agak terlalu cute untuk memerankan Grenoille yang sangat buruk rupa.

Ada bagian-bagian yang menurut interpretasi saya dibalikkan dari novelnya. Tapi selebihnya, film itu tetap semengagetkan novelnya. Karena pasti susah memvisualisasikan buku ini—yang disampaikan menurut pemahaman Grenouille melalui aroma.

Terus puncaknya masih bikin kaget pula, dengan adanya orgy party penduduk kota itu. Saya sampe melototot karena adegan itu diperlihatkan cukup eksplisit. Dan jujur bikin setengah eneg. Akhir ceritanya, sudah pasti nggak ketebak juga.

***

Trivia

1. Parfum tertua yang pernah ditemukan berusia sekitar 4000 tahun.

Parfum tertua di dunia. Photo by www.telegraph.co.uk
parfum tertua di dunia. © telegraph.co.uk

Parfum tertua di dunia dipercaya berasal dari Pyrgos, Cyprus, dibuat kurang lebih 4000 tahun yang lalu. Saat itu bahan yang biasa dipakai untuk membuat parfum adalah herbal dan spice seperti almond, coriander, myrtle, getah, bergamot, dan bunga-bungaan. Ahli parfum pertama di dunia adalah seorang wanita bernama Tapputi yang hidup pada sekitar tahun 2000 SM di Mesopotamia. Ia membuat parfum dengan menyuling bunga-bungaan dan minyak.

2. Aroma parfum terdiri dari tiga notes; top notes, middle notes, dan base notes.

Kalau kita membaca novel atau menonton film Perfume, kita pasti tahu kalau aroma parfum itu memiliki tiga tingkatan impresi. Impresi ini diibaratkan seperti nada dalam musik. Impresi atau nada ini dipilah berdasarkan proses evaporasi wewangian itu.

Top Notes

Ini adalah perpaduan aroma yang pertama kali tercium saat wewangian baru disemprotkan ke tubuh. Aroma ini terdiri dari molekul-molekul yang ringan dan kecil jadi cepat menguap.

Middle Notes

Middle notes aroma yang tercium ketika top notes sudah menguap. Middle notes ini disebut juga inti parfum. Di sinilah letak aroma utama dalam sebuah parfum. Middle notes atau heart notes ini tercium lebih lama daripada top notes.

Base notes

Base notes adalah wangi yang tercium setelah middle notes menguap. Ini adalah aroma dasar dari suatu wewangian. Biasanya aroma ini sangat tajam karena itu ditutupi dengan aroma middle notes agar lebih enak dicium. Base notes biasanya baru tercium tiga puluh menit setelah parfum dipakai. Wangi inilah yang tercium paling akhir.

3. Perfume merupakan inspirasi untuk salah satu lagu Nirvana.

Buku ini merupakan sumber inspirasi dari lagu “Scentless Apprentice” milik Nirvana. Kurt Cobain mengaku terkesan dengan karakter Grenouille dalam buku ini.

4. Perfume pernah ‘ditaksir’ Martin Scorsese sampai Stanley Kubrick.

Sutradara kenamaan Martin Scorsese (Goodfellas), Stanley Kubrick (A Clockwork Orange), dan Milos Forman (One Flew Over The Cuckoo’s Nest) tertarik untuk menyutradari film Perfume, tapi akhirnya Tom Tykwer yang diberikan kesempatan untuk menjadi sutradara filmnya.

9 thoughts on “[Review Buku dan Film] Perfume: The Story of a Murderer oleh Patrick Süskind

    1. Oya? Tapi kayaknya buku ini memang jarang dicetak ulang ya. Sepanjang 5 tahun sejak aku beli, aku cuma pernah lihat cetakan ulangnya dengan cover yg berbeda d toko buku sekali.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.