Menjelajahi Secret Garden Lewat Literatur

Pernah nonton drama Korea Secret Garden? Saya termasuk fans berat drakor yang satu itu. Sudah nonton berkali-kali dan sampai sekarang masih berharap Hyun Bin dan Ha Ji-won bakal jadi beneran. Tapi ada satu kekecewaan yang sempat saya rasakan saat menonton drama itu. Nggak ada secret garden sungguhan di dalamnya. Padahal saya sudah sempat berekspektasi melihat scene yang dreamy di taman asri seperti film Secret Garden (1993). Saya memang sempat menonton film adaptasi novel Frances Hodgson Burnett itu entah di TVRI atau RCTI, waktu masih SD. Taman rahasia yang berhasil ditemukan Mary saat itu benar-benar indah, membangkitkan imajinasi anak-anak saya. Sejak itu saya tergila-gila dengan taman dan tetumbuhan. Saya menghabiskan waktu senggang sebagai seorang penyendiri di kebun sayur dan toga milik ibu. Saya anggap kebun itu adalah secret garden tempat saya bisa menghidupkan teman-teman imajiner saya.

The Secret Garden (1993).   Photo credit: Canal+

Sampai dewasa seperti sekarang, saya masih jatuh cinta dengan konsep secret garden. Saya senang sekali kalau bisa menemukan film, drama, atau buku dengan tema itu. Bahkan sampai bela-belain beli adult coloring book-nya Johanna Basford, meskipun saya sudah tahunan nggak pegang pensil warna.

Oh, and someone gave me Bruce Springsteen’s song with the same title, gave it a new meaning for the phrase in my head. A garden of secret, huh?

Jadi, apa intinya postingan ini? Cuma mendaftar buku-buku bertema taman yang sudah saya baca. Hahah..intro yang panjang, ya?

Ini daftar buku Secret Garden versi saya. Nggak semuanya secret. Banyakan cuma garden. Dan saya bakal seneng banget kalau ada yang mau rekomendasi buku lain bertema serupa.

Secret Garden: An Inky Treasure Hunt and Colouring BookJohanna Basford

Secret Garden by Johanna Basford.

Seingat saya buku ini hits dua atau tiga tahun yang lalu. Seperti biasa, saya telat banget mengikuti trennya. Jadi baru beli tahun 2016 lalu. Saya akui buku mewarnai khusus dewasanya Ms. Basford ini memang bagus banget gambarnya. Temanya secret garden pula. Bikin imajinasi melayang-layang. Apalagi sampai SD saya memang masih suka beli buku mewarna tiap minggu.

Tapi saya juga nggak berhasil menghilangkan stres dengan mengisi gambar-gambar cantik tak berwarna itu. Soalnya njlimet dan kita pinginnya mewarnai sebagus mungkin. Jadinya gagal rileks. Lagipula saya juga kurang ahli mewarnai, apalagi yang namanya menggambar. Akhirnya, buku itu baru terisi beberapa halaman saja. Seperti ini, lho, hasil mewarnai saya.

The Constant Gardener – John le Carré

Sebenarnya buku yang satu ini temanya cuma garden doang. Itupun bukan poin penting dalam cerita. Seingat saya, Justin, si diplomat Inggris untuk Kenya cuma suka berkebun. Tapi konflik utamanya adalah rangkaian konspirasi di dunia kesehatan internasional yang tidak sengaja dia temukan saat mencari kebenaran tentang kematian istrinya, Tessa yang seorang aktivis.

The Constant Gardener sudah diadaptasi ke layar lebar dengan judul yang sama. Pemeran Justin adalah aktor watak Inggris, Ralph Fiennes. Sementara yang berlakon menjadi Tessa adalah aktris The Mummy, Rachel Weisz. Filmnya bagus juga, kok.

The Midnight Rose – Lucinda Riley

Midnight Rose
Midnight Rose

Midnight rose adalah salah satu varietas mawar langka yang ada di kebun milik Lord Astbury. Kebun itu pernah menjadi saksi bisu tragedi cinta antara Anahita, seorang bangsawan India yang ‘terdampar’ di Inggris bersama Donald Astbury. Ini salah satu fiksi terbaik yang saya baca di tahun 2016, dengan unsur drama dan roman yang sangat kental.

Pembaca diajak membongkar kisah cinta lama yang turut mengubah hidup tiga orang, Ari Malik, Rebecca Bradley, dan Lord Astbury, Jr. Alur maju-mundur dan sebegitu banyak tokoh dari tiga generasi sekaligus dengan rentang waktu yang begitu panjang pula, tetapi sama sekali tidak membuat saya bosan untuk membacanya.  Nggak rugi pokoknya sudah beli buku ini di Big Bad Wolf.

A Family of His Own – Liz Fielding

A Family of His Own
A Family of His Own

Sebenarnya tidak ada yang kelewat istimewa dari judul ini. Tipikal roman Harlequin yang konfliknya singkat, kurang tergali, tetapi sangat mudah dinikmati. Kalau lagi niat, dibaca satu jam juga kelar. Tapi ceritanya cukup menyentuh, kok, untuk ukuran Harlequin. Dan di sini benar-benar ada beberapa adegan yang dipinjam dari Secret Garden-nya Hodgson Burnett. Misalnya saja kali pertama Dominic melihat Kay yang berlatar kebun terlantar peninggalan istrinya.

A Family of His Own atau diterjemahkan menjadi Keluarga Impian Dominic mempertemukan Dominic yang kehilangan istrinya 6 tahun lalu dan Kay, seorang ibu tunggal dengan masa lalu pahit yang mencari nafkah sebagai seorang perawat dan perancang taman.

Sad Cypress – Agatha Christie

Sad Cypress. Photo credit: Goodreads

Salah satu kasusnya Hercule Poirot. Wajib dibaca buat para penggemar Agatha Christie dan fiksi detektif. Seperti biasa, Christie nggak menyuguhkan trik pembunuhan yang rumit. Lebih menekankan pengecohan sisi psikologis pembaca. Twist di dalam twist yang bakal bikin pembaca heran. Pokoknya di buku-buku Christie, nothing is what it seems.

Latar belakang kasus adalah persoalan cinta, entah cinta segi berapa ini dan harta. Ada kebun mawar yang dituding sebagai sumber racun pembunuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.