[Review buku] Midnight Rose: 5 Hati, 4 Generasi, 3 Budaya, 2 Cinta, 1 Jalinan Kisah Rumit

Midnight Rose
Midnight Rose

Judul: The Midnight Rose
Ilustrator & Penulis: Lucinda Riley
Bahasa: Inggris
Format: paperback, 671 hal.
Penerbit: Pan (2014)
Genre: Fiksi, drama, roman sejarah (historical romance), dewasa

Sinopsis

Taken from Goodreads:

Spanning four generations, The Midnight Rose sweeps from the glittering palaces of the great maharajas of India to the majestic stately homes of England, following the extraordinary life of a remarkable girl, Anahita Chaval, from 1911 to the present day.

In the heyday of the British Raj, eleven-year-old Anahita, from a noble but impov­erished family, forms a lifelong friendship with the headstrong Princess Indira, the privileged daughter of Indian royalty. As the princess’s official companion, Anahita accompanies her friend to England just before the outbreak of WorldWar I. There, she meets young Donald Astbury — reluctant heir to the magnifi­cent, remote Astbury Estate — and his scheming mother.

Ninety years later, Rebecca Bradley, a young American film star, has the world at her feet. But when her turbulent relationship with her equally famous boyfriend takes an unexpected turn, she’s relieved that her latest role, playing a 1920s debutante, will take her away from the glare of publicity to a distant cor­ner of the English countryside. Shortly after filming begins at the now-crumbling Astbury Hall, Ari Malik, Anahita’s great-grandson, arrives unexpectedly, on a quest for his family’s past. What he and Rebecca discover begins to unravel the dark secrets that haunt the Astbury dynasty . . .

4 Points for:

check signStory

check signSetting

check signCharacterization

Writing style

Moral/interesting trivia

Level of Interest

Review

Midnight rose adalah salah satu varietas mawar langka yang ada di kebun milik Lord Astbury. Sayangnya di sampul yang keren dan mengundang imajinasi itu tidak ada sebatang mawar pun. Kebun milik Lord Astbury itu pernah menjadi saksi bisu tragedi cinta antara Anahita, seorang bangsawan India yang ‘terdampar’ di Inggris bersama Donald Astbury, moyangnya sekaligus pemilik Astbury Estate terdahulu.

Ilustrasi kebun mawar. Photo credit: Auckland Botanical Gardens
Ilustrasi kebun mawar. Photo credit: Auckland Botanical Gardens

Dari sinopsis yang cukup lengkap di atas kita sudah bisa menebak seperti apa inti kisah cinta Anahita dan Donald. Perbedaan budaya dan kasta membuat hubungan mereka ditentang habis-habisan oleh Lady Astbury yang culas gaya-gaya sinetron Tersanjung. Kok bisa beda kasta? Karena meskipun berstatus bangsawan, negaranya cuma satu dari sekian banyak kerajaan kecil di India. Sementara Astbury adalah keluarga bangsawan yang sudah tua dan sangat dihormati, meskipun kondisi finansial mereka juga tidak bisa dikatakan makmur.

Anahita yang cerdas dan memiliki indera keenam jadi terdampar di Inggris gara-gara menemani sahabat dan sepupunya, Indira. Singkat cerita, Anahita bekerja sebagai pelayan di kediaman Astbury. Saya lupa bagaimana urutan ceritanya yang akurat, karena rentang waktu dan banyaknya kejadian dalam cerita ini. Intinya Anahita dan Donald saling jatuh cinta, tetapi hubungan mereka ditentang dan dikacaukan oleh Lady Astbury. Hingga Donald akhirnya setuju untuk menikah dengan putri pengusaha sukses asal Amerika Serikat.

Meskipun sudah menikah, Donald masih melanjutkan hubungannya dengan Anahita. Sampai lahir seorang anak lelaki yang akhirnya tidak pernah mengenal kedua orangtuanya. Pasangan ini pun terpisahkan oleh maut karena Donald meninggal saat berusaha melindungi kekasihnya. Lagi-lagi Lady Astbury yang menjadi dalang.

Dari sisi Anahita dan Donald Astbury, sampai di situ saja ceritanya. Tetapi Lucinda Riley menuturkan kisah mereka berdua sebagai satu kesatuan dengan kerumitan hubungan Ari Malik, Rebecca Bradley, dan Lord Astbury, Jr. yang berbeda timeline. Kisah lama itu dibongkar sedikit demi sedikit melalui surat peninggalan Anahita untuk cicitnya. Sikap misterius Lord Astbury, Jr. menambahkan unsur ketegangan dalam cerita. Kita jadi bertanya-tanya, apa yang terjadi di Astbury Hall setelah kematian Donald.

The Midnight Rose. Photo credit: Goodreads
The Midnight Rose. Photo credit: Goodreads

Ini salah satu fiksi terbaik yang saya baca di tahun 2016, dengan unsur drama dan roman yang sangat kental. Pembaca diajak membongkar kisah cinta lama yang turut mengubah hidup tiga orang, . Menampilkan alur maju-mundur dan sebegitu banyak tokoh dari empat generasi sekaligus. Dengan rentang waktu yang begitu panjang pula. Herannya sama sekali tidak membuat saya bosan untuk membacanya. Riley membuat emosi saya sebagai pembaca cukup teraduk, meskipun tidak sampai meneteskan air mata.

Selain roman, perjuangan hidup Anahita yang sebatang kara saja sudah cukup untuk membuat saya tertarik untuk terus membalik halaman. Kegagalan cinta Ari yang membuatnya memutuskan untuk menelusuri masa lalu Anahita juga cukup mengharukan untuk dibaca. Sementara Lord Astbury, Jr…Ah, sebaiknya tidak perlu saya bocorkan terlalu banyak. Lima orang yang jadi tokoh utama di cerita ini berjuang dengan pencarian jati diri. Intinya, nggak rugi pokoknya sudah beli buku ini di Big Bad Wolf Surabaya.

Satu-satunya hal yang tidak saya sukai adalah keputusan Anahita dan Donald untuk berselingkuh. Meskipun pernikahan Donald tak bahagia, meskipun cinta mereka lebih dulu bersemi, meskipun masih banyak ‘meskipun’ lainnya, saya tetap tidak bisa bersimpati dengan urusan perselingkuhan ini. Bahkan meskipun sedikit banyak Riley berusaha menciptakan cela pada karakter istri Donald agar perselingkuhan mereka lebih bisa dimaklumi. Saya kok tetap tidak setuju kalau kebahagiaan harus dicapai dengan cara berbohong dan menyakiti hati orang lain.

Tapi terlepas dari itu semua, The Midnight Rose memang sebuah roman sejarah yang memikat. Dan Riley adalah seorang pencerita yang cukup ulung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.