[Review buku] Every Time We Kiss (The Spinster Club #2)

Every Time We Kiss (The Spinster Club #2). Photo: Goodreads
Every Time We Kiss (The Spinster Club #2). Photo: Goodreads

Judul: Every Time We Kiss (The Spinster Club #2)
Penulis: Christie Kelley
Bahasa: Inggris
Format: ebook, 352 hal.
Penerbit: Zebra (2009)
Genre: historical romance (roman sejarah), roman, fiksi, dewasa, drama

Cerita

Taken from Goodreads:

Guilt Kept Them Apart

It’s been five years since Lady Jennette Selby’s fiance died. Each courting season since has been filled with suitors eager to win her affection. But Jennette’s guilt has prompted her to swear off marriage. For her secrets are as dark as she is beautiful, and the accidental death of her fiance was tainted by a forbidden attraction…

Passion Brought Them Together

Matthew Harris, the new earl of Blackburn, has been scorned by the ton for unintentionally killing Lady Jennette’s fiance. Forced to sell his estates and abandon his tenants if he does not marry a wealthy, respectable woman, Matthew turns to Lady Jennette to help him find a suitable wife. But sharing such close quarters only re-ignites an all-consuming desire neither can resist–even as every shadow of the past threatens to tear them apart.

2 Points for:

Story

check signSetting

Characterization

Writing style

Moral/interesting trivia

Level of Interest

Review

Seperti sudah dijelaskan pada sinopsis, cerita di buku kedua ini berkutat pada rasa bersalah Jennette dan Matthew atas kematian John. Siapa John? Dia adalah tunangan Jennette yang meninggal karena sebuah kecelakaan. Sebuah ketidaksengajaan yang lantas ditimpakan kepada Matthew. John ini adalah sahabat Matthew. Sementara Matthew sendiri sudah lama naksir Jennette. Sudah cukup ribet, kan?

Semakin ribet lagi ketika Matthew yang sudah lama menghilang kembali lagi ke kehidupan Jennette dan meminta wanita itu untuk menjadi istrinya. Jadi ceritanya Matthew ini kepepet butuh nikah secepatnya demi mempertahankan warisan dan segala tetek bengek yang terikat dengan earldom Blackburn miliknya. Jennette lebih memilih untuk mencarikan Matthew istri. Meskipun di dalam hatinya ada percikan rasa yang tersembunyi. Bahasa saya jijik banget, ya. 😀

Intinya kedua orang ini sama-sama naksir, tapi terjebak pada rasa bersalah dan lalu berputar-putar di tempat tanpa memutuskan apa-apa. Akhir cerita sudah pasti happy ending. Tapi yang patut ditunggu adalah bagaimana caranya hingga mereka memutuskan untuk melupakan masa lalu.

Kisah Jennette dan Matthew dimulai dengan tragedi dan sebenarnya ini adalah awal yang bagus. Saya cukup menikmati ceritanya, tetapi saya gregetab dengan tudingan tidak adil yang ditujukan masyarakat terhadap Matthew. Lebih gregetan lagi karena Jennette sebenarnya bisa melakukan sesuatu untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut. Tetapi dia lebih memilih bersikap seperti seorang pengecut. Awalnya dia bahkan menolak bersikap baik terhadap Matthew. Dari sana saya pikir Jennette adalah wanita yang egois. Dia lebih mengkhawatirkan reputasinya daripada nama baik Matthew, mengingat Matthew sudah melakukan begitu banyak hal untuknya.

Cacat utama pada karakter Jennette inilah yang membuat saya memberikan tiga bintang saja untuk Every Time We Kiss. Sebenarnya buku ini bisa menjadi kisah cinta yang lebih baik. Untungnya saya bisa menghibur diri dengan kemunculan Banning dan Avis, dua tokoh utama dari buku pertama. Review-nya bisa dibaca di sini, ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.