[Resep dari manga] Summer Rolls ala Ayari – Two New Rice Cakes

Lho, saya sudah bikin postingan resep dari manga lagi ini. Gimana, coba? Pasalnya berbagi cerita tentang makanan itu memang menyenangkan, ya. Apalagi kalau makanan itu kita buat sendiri.

Di antara beberapa masakan yang paling saya kuasai sampai istilahnya bisa bikin dengan mata merem adalah gorengan crispy-crispyan ala KFC (nggak pakai tepung bumbu jadi, dong), pempek sutera, bakso urat, dan summer rolls. Khusus summer rolls, resepnya saya pelajari dari manga Shinmai Shimai no Futari Gohan (Two New Rice Cakes) yang sudah pernah saya ulas sebelumnya.

Shinmai Shimai no Futari Gohan. Photo credit: Dengeki Daioh
Shinmai Shimai no Futari Gohan. Photo credit: Dengeki Daioh

Summer rolls ini adalah satu dari sekian banyak makanan enak yang dimasak Ayari dan kakak tirinya, Sachi. Saya kurang paham apa bedanya summer rolls dengan vietnamese spring rolls, karena dari bentuk dan bahan kok sama saja. Mungkin memang cuma beda istilah, ya.

Summer rolls yang sebenarnya gampang dibuat ini sebenarnya cukup njlimet juga proses memasaknya. Paling lama adalah persiapan bahan isian yang beragam. Berikut ini saya sertakan resep aslinya.

Resep summer rolls. Photo: Tantri Setyorini
Resep summer rolls. Photo: Tantri Setyorini

Masih kurang jelas, kan, ya. Jadi saya tuliskan ulang beserta cara membuatnya yang tidak ditulis di resep karena sudah dijelaskan oleh Ayari di dalam cerita.

Ayari’s Summer Rolls

Vietnamese summer roll. Photo: Tantri Setyorini
Vietnamese summer roll. Photo: Tantri Setyorini

Bahan (untuk 2 porsi/10 potong):

  • 20 lembar vietnam rice paper (banh trang) ukuran 22 cm
  • Air panas secukupnya (untuk melunakkan rice paper)

Soun rebus:

  • 15 gram soun
  • minyak wijen secukupnya

Sayuran:

  • 4 lembar lettuce
  • 1 buah timun ukuran sedang
  • 1 batang bawang perai, ambil putihnya saja
  • 1 buah avokad matang
  • 10 lembar perilla
  • 15 gram kacang tanah

Topping udang:

  • 10 ekor udang ukuran sedang
  • 1,5 liter air
  • 1/2 sendok makan cuka
  • 1/2 sendok makan garam
  • arak masak

Ayam rendam:

  • 1 potong paha ayam
  • 2 sendok teh garam
  • air secukupnya (untuk merendam ayam)

Pelengkap:

  • Saus asam manis

Cara membuat:

1. Rebus atau rendam soun dalam air panas sampai lunak. Kemudian tiriskan airnya dan tuangi sedikit minyak wijen agar tidak menggumpal.

2. Iris memanjang timun dan lettuce. Avokad dan bawang perai diiris tipis dengan potongan menyerong. Kacang tanah digerus kasar.

Cara mengiris avokad. Photo: Dengeki Daioh/Yuri-isms
Cara mengiris avokad. Photo: Dengeki Daioh/Yuri-isms

3. Rebus udang yang sudah dikupas dan dibuang ekor serta kepalanya selama 1-2 menit. Kemudian tiriskan airnya dan rendam dalam larutan air, cuka, garam, dan arak masak. Setelah itu belah menjadi 2 bagian dan sisihkan.

4. Rendam paha ayam di dalam air yang sudah dibubuhi garam hingga beberapa jam. Setelah itu iris-iris seukuran satu suapan.

5. Ambil 2 lembar rice paper, kemudian tumpuk agar summer rolls tidak mudah sobek. Alasi dengan perilla, kemudian letakkan lettuce, avokad, ayam, soun, bawang perai, dan timun di satu sisi. Taburi kacang tanah,kemudian gulung rapi seperti amplop.

Pakai 2 lembar rice paper agar tak mudah sobek. Photo: Dengeki Daioh/Yuri-isms
Pakai 2 lembar rice paper agar tak mudah sobek. Photo: Dengeki Daioh/Yuri-isms

6. Sebelum 2 gulungan terakhir, letakkan udang yang sudah dibelah 2 dengan sisi luar menghadap bawah.

Cara menggulung udang bersama summer rolls. Photo: Dengeki Daioh/Yuri-isms
Cara menggulung udang bersama summer rolls. Photo: Dengeki Daioh/Yuri-isms

7. Sajikan summer rolls dalam keadaan utuh atau dipotong-potong dengan saus asam manis.

Ukuran ideal summer rolls. Photo: Dengeki Daioh/Yuri-isms
Ukuran ideal summer rolls. Photo: Dengeki Daioh/Yuri-isms

Nah, berikutnya langsung ke catatan, ya. Soalnya saya bingung mau ngegacor apa lagi. 😀

Catatan:

1. Kalau nggak ada minyak wijen, soun juga bisa diurap dengan sedikit minyak sayur. Nggak mempengaruhi rasa, tapi aromanya jelas lebih harum minyak wijen.

2. Ayari menyarankan penggunaan 2 lapis rice paper agar lebih chewy saat dimakan. Tapi sebenarnya teknik ini lebih berguna buat menjaga agar summer rolls tidak mudah sobek. Sebaiknya pilih rice paper yang berukuran 22 cm, jangan sampai keliru beli yang 18 cm seperti saya di percobaan terakhir.

Vietnam rice paper. Photo: Tantri Setyorini
Vietnam rice paper. Photo: Tantri Setyorini

3. Jangan pakai air yang terlalu panas untuk melunakkan rice paper, nanti jadi mengkerut dan susah dilipat. Air yang kurang panas juga bikin rice paper masih keras saat dilipat. Nanti hasil akhirnya jadi alot saat digigit. Jadi suhunya memang paling ideal 50 derajat seperti saran Ayari.

4. Bahan-bahan isian yang bisa digunakan sebenarnya variatif sekali. Saya sempat mengganti udang yang lagi nggak musim dengan bakso ikan rasa keju. Bisa juga pakai acar lobak-wortel ala HokBen (bikin sendiri aja), paprika, dan tauge. Di percobaan terakhir perilla sedang nggak musim dan stok lettuce keburu habis. Jadi saya skip lettuce dan mengganti perilla dengan daun bayam raja (daun bayam yang lebar-lebar). Daun bayamnya dicelup air panas 1 detik agar tidak langu.

Bahan filling vietnam roll. Photo: Tantri Setyorini
Bahan filling vietnamese roll. Photo: Tantri Setyorini
Bahan filling vietnamese roll. Photo: Tantri Setyorini
Bahan filling vietnamese roll. Photo: Tantri Setyorini

5. Perilla sering dijual di supermarket khusus barang impor dengan nama daun kenif. Biasanya dijual dalam kemasan vakum dengan isi yang cukup banyak. Dalam resep ini dia berfungsi sebagai wrapper lapis kedua agar rice paper tidak mudah sobek terkena bahan isian yang berair. Perilla ini aroma dan rasanya cukup tajam, seperti kombinasi daun mint dan kenikir. Daunnya berlugut halus, jadi kadang bikin lidah agak sakit kalau makan terlalu banyak. Nggak semua orang cocok dengan sayuran ini. Tapi saya sendiri termasuk yang suka.

6. Daun bawang perai sebaiknya pakai sedikit saja agar rasanya tidak pahit.

7. Saya sempat memakai timun dan kyuri sebagai isian. Rasanya sama saja, cuma timun lokal sepertinya lebih berair.

8. Untuk ayam, sepertinya di resep asli memang sengaja cuma direndam air, nggak pakai direbus. Tapi karena saya nggak yakin ayam beli di pasar aman buat sashimi, jadi saya rebus dulu sampai matang, baru direndam garam. Bahkan seandainya pakai fillet ayam yang sashimi grade di super market pun saya tetap nggak pede. Makan ikan mentah okelah, tapi kalau daging sapi atau ayam saya nggak bernyali.

9. Rice paper harus digulung benar-benar rapat agar hasil akhir summer roll-nya kokoh dan nggak gampang terburai saat diiris. Tapi ini sebenarnya PR sekali, karena rice paper Vietnam itu benar-benar lengket. Jadi mesti sabar dan pelan-pelan banget.

10. Saus bisa menggunakan sambal bangkok seperti resep asli atau menggunakan saus kecap asin campur wijen. Beberapa resep summer rolls lain ada yang pakai saus kacang kental seperti bumbu gado-gado. Saya sendiri biasanya bikin dari irisan cabai rawit yang direbus bersama cincangan bawang putih, sedikit garam, gula, dan cuka. Kalau lagi malas, tinggal encerkan saus sambal botolan dengan air, kasih gula, cincangan bawang putih, terus rebus sampai mendidih.

Vietnamese summer roll. Photo: Tantri Setyorini
Vietnamese summer roll. Photo: Tantri Setyorini

Demikian resep summer rolls ala Ayari yang sudah dimodifikasi oleh saya. Jujur ini adalah resep dari manga paling njlimet yang pernah saya praktikkan. Padahal bahan-bahannya kebanyakan mentah. Tapi persiapannya lumayan lama dan ribet. Bagian paling PR adalah menggulung rice paper dengan rapi dan ketat, tapi nggak sampai sobek.

Secara pribadi saya suka rasa summer rolls ini karena renyah dan rasa dari masing-masing sayuran mentahnya terasa bergantian saat dikunyah. Cocok dimakan kalau lagi bosan dengan sayur yang ditumis atau dibikin sup. Juga oke buat orang yang malas makan salad. Sensasi rasanya memang beda, lho, meskipun sama-sama mentah.

Jadi sudah posting 5 resep dari 4 manga ini. Besok-besok praktik resep apa lagi, ya?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.