[Review Buku] Wanita oleh Paul I. Wellman, Kisah Hidup Theodora, dari Wanita Penghibur menjadi Maharani Byzantium

Judul: Wanita
Penulis:
Paul I. Wellman
Bahasa:
Indonesia
Format:
hardcover, 528 hal.
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama (2005)
Genre:
fiksi sejarah, drama, roman

Cerita

Dikutip dari Goodreads:

Theodora adalah pelacur muda di Konstantinopel. Dia sangat cerdas, pemberani, dan setia. Sifat-sifat itu membawanya dari lumpur jalanan Konstantinopel sampai ke puncak kemaharajaan.

Kecerdasan dan ketegasannya selalu menyelamatkannya. Dia pernah dibuang dari Konstantinopel, lalu sekali lagi diusir sehingga terpaksa mengarungi keganasan Sahara.

Perlahan tapi pasti, Theodora membawa dirinya kembali ke Konstantinopel. Tapi tidak lagi sebagai pelacur, melainkan menjadi maharani.

4 Points:

Story

Setting

Characterization

Writing style

Moral/interesting trivia

 

Level of Interest

 

Review

Ini adalah historical fiction yang cukup lawas, bahkan lebih lawas daripada Lucrezia Borgia yang saya ulas kapan hari. Terbitnya di tahun 1953, tetapi saya rasa masih menarik dibaca di zaman sekarang.

The Female mencoba mereka ulang kehidupan Theodora, seorang ratu dari Kekaisaran Byzantium (Kekaisaran Romawi Timur). Perempuan yang disebut-sebut sebagai penguasa di balik layar bagi Justinianus I. Seorang tokoh yang digambarkan sebagai ratu pemberani dan bijaksana di satu sumber, namun dihujat sebagai wanita amoral dan kejam di sumber lainnya.

Lukisan mosaik Theodora di Basilika San Vitale, Ravenna. Photo:
Lukisan mosaik Theodora di Basilika San Vitale, Ravenna. Photo: AwesomeStories

Theodora selalu menjadi tokoh yang lekat dengan citra kontroversial. Dan buku ini mencoba untuk membuat pembaca memahami ‘isi kepala’ Theodora. Tentunya tidak mungkin benar-benar memahami pemikiran seseorang yang hidup berabad-abad lalu. Namun setidaknya buku ini bisa membuat kita meraba-raba latar belakang setiap keputusan penting yang diambil Theodora dan direkam sejarah kemudian hari.

Theodora di cerita Paul I. Wellman adalah seorang wanita yang ambisius, tak jarang manipulatif. Sementara itu, Justinianus digambarkan sebagai seorang penguasa yang berpotensi besar, namun belakangan justru kurang tanggap dalam menjalankan kewajibannya. Tokoh-tokoh lain di dalam cerita ini pun sedikit banyak menggunakan muslihat untuk memastikan ambisi mereka tercapai.

Dari Jalan Hawa ke Istana

Kisah Theodora dimulai dari kolong amphiteater. Theodora kecil mengikuti ibu dan kakaknya, Komito yang berprofesi sebagai aktris merangkap wanita penghibur. Atau kita pakai saja istilah yang digunakan oleh penerjemah buku ini agar lebih gamblang, yaitu pelacur.

Kalau ibu dan kakaknya cuma bisa bertahan hidup dari pekerjaan tersebut, Theodora memutuskan nasibnya harus berbeda. Berbagai cara ditempuh Theodora sampai dia bisa menempati sebuah rumah apik di Jalan Hawa. Jalan Hawa adalah kompleks yang barangkali bakal bernama Gang Dolly jika berada di Indonesia.

Tablo Leda dan Si Angsa yang disebut Procopius sebagai titik balik popularitas Theodora sebagai wanita penghibur juga disebutkan di dalam buku. Pertunjukan yang diatur Theodora dengan muslihat itu membuatnya menjadi salah satu pelacur paling berkuasa. Benar-benar berkuasa, karena koneksi dan pengaruh yang dia miliki disebut setingkat pejabat provinsi.

Setelah menjadi simpanan seorang gubernur bernama Hecebolus, ditelantarkan di tengah gurun, dan kembali ke Konstantinopel bersama gerombolan pengemis yang menjadi kawannya, memulai dari nol lagi di Jalan Hawa, akhirnya Theodora berhasil menarik perhatian Justinianus yang saat itu masih berstatus pangeran. Dari sana Theodora berhasil menjadikan dirinya permaisuri, otomatis menjadi wanita paling berkuasa di Romawi.

Intinya, novel tebal ini penuh dengan intrik, bumbu yang sempurna untuk membuat pembaca terus penasaran sampai bab terakhir.

Sekelumit Tradisi Kuno Romawi

Selain kisah Theodora yang memikat, Wanita juga menyuguhkan sekelumit traadisi kuno Kerajaan Romawi yang mungkin kurang masuk akal bagi manusia modern seperti kita. Bagaimana seorang ratu harus melahirkan di hadapan para anggota dewan untuk memastikan keabsahan sang ahli waris tahta. Tentang pesta seks dengan para pelacur yang dilakukan para penguasa secara terbuka. Dan bagaimana praktik perbudakan masih subur dan dianggap legal.

Pokoknya, Wanita karya Paul I. Wellman ini adalah cerita yang kaya. Sarat informasi sejarah, intrik, drama, dan pastinya menyenangkan untuk dibaca.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.