[Review Adaptasi Manga] The Files of Young Kindaichi: 5th Generation

Sudah nonton live action terbaru Kindaichi? Beberapa waktu lalu saya menemukan dorama ini di Disney+Hotstar. Sebelumnya saya kurang mengikuti Kindaichi, jadi baru tahu kalau versi 2022 yang ada di Disney itu sudah generasi kelima. Yuk, langsung kita bahas saja.

The Files of Young Kindaichi 5th Generation ©2022 NTV
The Files of Young Kindaichi 5th Generation ©2022 NTV

Judul: The Files of Young Kindaichi 5th Generation
Diangkat dari: The Files of Young Kindaichi /The Kindaichi Case Files (Kindaichi Shonen no Jikenbo)
Sutradara:  Hisashi Kimura, Syunpei Maruya
Bahasa: Jepang
Jumlah episode: 10
Tahun rilis: 2022
Stasiun televisi: NTV
Genre: drama kriminal, detektif, remaja, misteri, thriller
Bisa ditonton di: Disney+Hotstar

Sinopsis

Hajime Kindaichi adalah seorang murid SMA yang malas dan terlihat tak meyakinkan. Tak ada yang menduga kalau ia memiliki IQ 180 dan kemampuan analisis luar biasa.

Kindaichi memanfaatkan kemampuan yang diwarisinya dari sang kakek—seorang detektif swasta berbakat—untuk memecahkan kasus-kasus pembunuhan yang kebetulan ditemuinya.

Kindaichi kerap membantu Inspektur Osamu Kenmochi dari departemen kepolisian Tokyo untuk memecahkan kasus pembunuhan pelik. Ia juga sering didampingi sahabat masa kecilnya, Miyuki Nanase.

Level of Interest

Review

The Files of Young Kindaichi: 5th Generation dibuka dengan story arc Tujuh Misteri SMA Fudo. Cerita ini diambil dari series pertama yang diterbitkan di Indonesia dengan judul Detektif Kindaichi saja.

Kindaichi punya banyak series. Kalau pakai judul versi Elex Media Komputindo, ada Detektif Kindaichi, Kindaichi Case, Kindaichi File, Kindaichi Special Case, Kindaichi R (Returns), dan Detektif Kindaichi 37 Tahun. Nah, dorama ini mengambil cerita dari berbagai series Kindaichi. Tujuh Misteri SMA Fudo sendiri bukan kasus pertama di series Detektif Kindaichi.

Garis besar ceritanya sama semua. Tapi, ada beberapa detail yang diubah—saya kira untuk menjadikan cerita lebih realistis atau menjadikan pelaku pembunuhan terasa lebih humanis.

Shunsuke Michieda (Naniwa Danshi) sebagai Hajime Kindaichi di The Files of Young Kindaichi 5th Generation ©2022 NTV
Shunsuke Michieda (Naniwa Danshi) sebagai Hajime Kindaichi di The Files of Young Kindaichi 5th Generation ©2022 NTV

Kasus-kasus di manga Kindaichi biasanya formulaic, kan? Jadi, kadang alurnya sudah ketebak sejak awal. Kali ini, kreator The Files of Young Kindaichi: 5th Generation memilih satu kasus yang konsep ceritanya berbeda, yaitu Kindaichi the Killer. Pada kasus ini, Kindaichi dijebak dan dijadikan tersangka utama. Jadi, penonton diajak lari-larian oleh Hajime—kabur dari polisi sambil mencari pembunuh yang sebenarnya.

Idol Dorama yang Didominasi Talent Johnny’s

Taisho Iwasaki (Tokyo B Shonen) dan Shunsuke Michieda (Naniwa Danshi) sebagai Saki dan Hajime Kindaichi di The Files of Young Kindaichi 5th Generation ©2022 NTV
Taisho Iwasaki (Tokyo B Shonen) dan Shunsuke Michieda (Naniwa Danshi) sebagai Saki dan Hajime Kindaichi di The Files of Young Kindaichi 5th Generation ©2022 NTV

The Files of Young Kindaichi: 5th Generation ini bolehlah saya sebut idol dorama. Soalnya, dua pemeran utamanya memang idol. Hajime Kindaichi diperankan oleh Shunsuke Michieda, anggota grup Naniwa Danshi asuhan Johnny’s. Ada juga Taisho Iwasaki dari Tokyo B Shonen yang memerankan Saki (Saya lupa dia Ryuta Saki atau Ryuji Saki). Dia ini anak Johnny’s juga.

Shunsuke Michieda cukup pantas jadi si detektif remaja bertampang culun. Gaya slengekan dan agak begonya pas. Tapi, ya, masih terlalu ganteng untuk memerankan Hajime. Aktingnya juga belum matang benar.

Hajime Kindaichi (Shunsuke Michieda), Miyuki Nanase (Moka Kamishiraishi), Isamu Kenmochi (Ikki Sawamura), dan Saki (Taisho Iwasaki) di The Files of Young Kindaichi 5th Generation ©2022 NTV
Hajime Kindaichi (Shunsuke Michieda), Miyuki Nanase (Moka Kamishiraishi), Isamu Kenmochi (Ikki Sawamura), dan Saki (Taisho Iwasaki) di The Files of Young Kindaichi 5th Generation ©2022 NTV

Chemistry Hajime dan tokoh-tokoh lain juga ‘suam-suam kuku’. Baik chemistry dengan Miyuki, Inspektur Kenmochi, sampai Saki.

Sayangnya, dua karakter yang menurut saya paling menarik di seluruh series Kindaichi malah nggak muncul. Mereka adalah Inspektur Kengo Akechi dan si jigoku no gugutsushi, Yoichi Takato. Satunya adalah rival, sementara yang lain adalah musuh besar Kindaichi.

Mayat Bergelimpangan di Tiap Episode, Tapi, kok, Nggak Bikin Tegang

Beralih ke detail produksi, saya tidak merasa ada yang istimewa dari dorama ini. Pengambilan gambarnya tidak wow. Tidak ada scene yang mendebarkan atau bikin tegang.

Begitu juga dengan special effect makeup-nya. Atau malah nggak ada special effect makeup, ya? Kelihatannya, budget buat drama ini memang nggak terlalu besar.

Biasanya, mayat di film atau drama semacam ini jauh lebih gruesome, kan? Ada luka menganga, darah berceceran, tak jarang disertai organ dalam yang menyembul keluar. Kalaupun nggak sampai gruesome, setidaknya bisa bikin saya ngeri. Jauh bener kalau mau saya bandingkan dengan film Tag (2015) atau serial Netflix, The Alienist.

Mayat-mayat di Kindaichi ini kesannya kayak main-main. Cuma pakai riasan pucat dan coretan darah seadanya. Jadi, penonton mana bisa tegang nontonnya?

Pada dasarnya, tak ada yang benar-benar istimewa dari dorama ini. Baik dari segi akting, pengambilan gambar, atau setting. Lebih cocok buat nostalgia dan hiburan ringan saja. Kalau langganan Disney+Hotstar dan sudah kehabisan watchlist, ya, coba ditonton saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.