[Review Netflix Series Adaptasi Buku] The Alienist

In the 19th century, persons suffering from mental illness were thought to be alienated from their own natures. Experts who studied them were therefore known as alienists.

The Alienist
serial Netflix, The Alienist © TNT | Netflix | Paramount Television
serial Netflix, The Alienist © TNT | Netflix | Paramount Television

Judul: The Alienist
Diangkat dari: The Alienist dan The Angel of Darkness (Dr. Laszlo Kreizler #1 dan #2) oleh Caleb Carr
Sutradara: Jakob Verbruggen
Bahasa: Inggris
Jumlah episode: 10 (season 1), 8 (season 2)
Tahun rilis: 2018—2020
Penayang: TNT, Netflix
Produksi: TNT, Paramount Television
Genre: period drama (drama sejarah), psychological thriller, misteri, suspense

serial Netflix, The Alienist © TNT | Netflix | Paramount Television

Sinopsis (series)

The Alienist adalah serial bergenre psychological thriller dengan latar New York pada tahun 1986. Ini adalah periode di mana Amerika Serikat tengah menghadapi gempuran inovasi di bidang teknologi yang memunculkan golongan borjuis sekaligus lonjakan tingkat kemiskinan.

Sebuah kasus pembunuhan sadis terhadap anak-anak lelaki yang dipekerjakan sebagai PSK membuat komisaris polisi baru, Theodore Roosevelt kelimpungan. Roosevelt meminta bantuan Dr. Laszlo Kreizler, John Schuyler Moore , dan Sara Howard untuk memecahkan kasus tersebut secara diam-diam.

Kreizler adalah seorang alienist, dokter kejiwaan yang khusus mempelajari gangguan kepribadian akut dan penyimpangan perilaku yang pada masa itu membuat para penderitanya dikucilkan. Profesi yang ditekuni Kreizler dan pandangan-pandangan kontroversialnya membuat pria bangsawan ini ikut dikucilkan dari kalangan terhormat New York.

Kreizler pun bekerja sama dengan orang-orang buangan seperti dirinya dalam memecahkan kasus pembunuhan terhadap anak-anak tersebut.

Para Tokoh

Dr. Laszlo Kreizler (Daniel Brühl)

Daniel Brühl sebagai Dr. Laszlo Kreizler di The Alienist © TNT | Netflix | Paramount Television

Kreizler adalah pria keturnan bangsawan Hungaria yang memilih profesi alienist. Fokusnya adalah anak-anak dengan gangguan kejiwaan. Sedikit banyak, motivasi Kreizler sebagai alienist dipengaruhi masa kecilnya sendiri yang traumatis. Kreizler banyak meminta pendapat mantan pasien dan kriminal untuk memecahkan kasus.

John Schuyler Moore (Luke Evans)

John Schuyler Moore (Luke Evans) di The Alienist © TNT | Netflix | Paramount Television
John Schuyler Moore (Luke Evans) di The Alienist © TNT | Netflix | Paramount Television

John adalah pelukis yang bekerja sebagai ilustrator surat kabar. Ia adalah teman kuliah Kreizler. Dikenal tampan dan berkarisma, John bermasalah dengan alkohol dan hobi menyewa PSK. Dua ‘hobi’ tersebut melekat pada dirinya sejak saudara lelakinya tewas tenggelam dan tunangannya memutuskan hubungan.

Sara Howard (Dakota Fanning)

Sara Howard (Dakota Fanning) diThe Alienist © TNT | Netflix | Paramount Television
Sara Howard (Dakota Fanning) diThe Alienist © TNT | Netflix | Paramount Television

Sara adalah sepupu dan objek kekaguman John, seorang perempuan cerdas yang jarang menunjukkan emosinya. Ia menjadi perempuan pertama yang dipekerjakan Departemen Kepolisian New York. Sara sempat menjalani rehabilitasi karena depresi setelah ayahnya tewas.

Level of Interest

Review

Sudah nonton The Alienist? Ini adalah Netflix limited series yang diangkat dari novelnya Caleb Carr. Saya belum pernah baca bukunya, tapi suka banget sama series-nya. Bahas bentar, yuk!

Ceritanya dimulai dari penemuan mayat bocah lelaki dalam kondisi mengenaskan di bawah jembatan New York. Tubuhnya dimutilasi. Beberapa organ vitalnya hilang. Ini adalah kasus kesekian dengan modus operandi yang sama, namun kepolisian enggan untuk menyelidikinya secara serius. Pasalnya, para korban adalah bocah-bocah imigran homoseksual yang menjadi PSK dan karenanya dianggap sebagai aib bagi New York.

Karena alasan politis, Theodore Roosevelt (Brian Geraghty) meminta Dr. Laszlo Kreizler, Sara Howard, dan John Schuyler Moore menyelidiki untuknya. Mereka bertiga dibantu oleh detektif kembar Marcus dan Lucius Isaacson yang memperkenalkan metode baru dalam forensik. Dua pelayan setia Kreizler, Cyrus dan Stevie juga sering turun tangan membantu.

Ketegangan yang Terasa Nyata berkat Penggarapan Apik

adegan pertama The Alienist © TNT | Netflix | Paramount Television
adegan pertama The Alienist © TNT | Netflix | Paramount Television

Dari segi sinematografi, The Alienist mengingatkan saya pada The Abominable Bride-nya Sherlock. Latarnya adalah perkotaan di abad 19 yang muram dan menambah kesan mencekam.

Series ini langsung ‘nampol’ saya sejak adegan pertama. Soalnya, penonton langsung disuguhi adegan penemuan mayat yang beneran gruesome. Special effect makeup-nya memang jempolan. Kelihatan realistis banget dan…sinematik. Saya nggak bisa memberikan komentar yang lebih berbobot, karena memang kurang paham istilah-istilah film.

Menurut saya, serial ini bagus di caranya membangun ketegangan. Apalagi setiap si pembunuh muncul—meskipun cuma sekelebatan—saya ikutan panik banget.

Tiga Tokoh Utama yang Menyedot Perhatian

John Schuyler Moore (Luke Evans), Sara Howard (Dakota Fanning) dan Laszlo Kreizler (Daniel Brühl) di The Alienist © TNT | Netflix | Paramount Television
John Schuyler Moore (Luke Evans), Sara Howard (Dakota Fanning) dan Laszlo Kreizler (Daniel Brühl) di The Alienist © TNT | Netflix | Paramount Television

Dalam serial ini, Dr. Laszlo Kreizler diperankan oleh si Dr. Zemo di Marvel Cinematic Universe alias Daniel Brühl. Eksentrik dan problematiknya dapet. Selain itu, saya terkesan dengan suara dan artikulasinya aktor yang satu ini. Setiap dialog yang diucapkan Kreizler jadi meninggalkan kesan mendalam. Bagi saya seperti mendengarkan voice over Morgan Freeman di The Shawshank Redemption.

Meskipun judulnya The Alienist, bukan cuma Kreizler yang mendominasi setiap episode. John Moore dan Sara Howard juga sukses menarik perhatian saya selama dua season. Terutama Dakota Fanning yang jadi alasan saya menonton serial ini. Walaupun jauh lebih muda daripada dua lawan mainnya, Fanning nggak lantas ‘ketutupan’. Saya rasa, ini memang kelebihannya sebagai aktris. Sejak masih anak-anak pun, Dakota Fanning selalu mendominasi layar di antara aktor-aktris lain yang berusia jauh lebih tua darinya.

John Schuyler Moore (Luke Evans) dan Sara Howard (Dakota Fanning) di The Alienist © TNT | Netflix | Paramount Television
John Schuyler Moore (Luke Evans) dan Sara Howard (Dakota Fanning) di The Alienist © TNT | Netflix | Paramount Television

Kalau ada yang kurang sempurna dari akting para pemeran utama The Alienist, paling cuma chemistry yang kurang di antara Luke Evans dan Dakota Fanning. Padahal, cinta bertepuk sebelah tangan John kepada Sara adalah gagasan yang terus-menerus disodorkan kepada penonton. Tapi, butuh dua season bagi saya untuk bisa melihat John dan Sara sebagai pasangan. Itu pun karena mendadak kisah cinta mereka harus berakhir tak bahagia.

Menyuguhkan Berbagai Topik dalam Balutan Misteri Pembunuhan

The Alienist bermain-main dengan gagasan bahwa setiap orang punya ‘bakat’ untuk menjadi pembunuh. Sembari melacak identitas sang psikopat, penonton diajak mencari tahu tentang hal-hal yang bisa membuat manusia melewati ‘garis batas’.

Series ini nggak cuma fokus pada investigasi pembunuhan. Perkembangan karakter dan hubungan ketiga tokoh utamanya sudah pasti. Selain itu, The Alienist juga menyajikan berbagai topik yang pada masa itu masih dianggap kontroversial.

The Alienist nggak cuma bicara soal psikopati dan kaitannya dengan ilmu psikologi. Topik penyimpangan seksual, criminal profiling, trauma, ilmu forensik, LGBT, isu SARA, ketimpangan ekonomi, kelas sosial, kesetaraan gender, sampai korupsi juga ikutan dibahas. Pokoknya komplet dan seru banget. Saya rekomendasikan banget buat ditonton.

Dr. Laszlo Kreizler : The Book Series

buku pertama Dr. Laszlo Kreizler, The Alienist (Caleb Carr) © 2006 Random House
buku pertama Dr. Laszlo Kreizler, The Alienist (Caleb Carr) © 2006 Random House

The Alienist didasarkan pada book series Dr. Laszlo Kreizler karya Caleb Carr. Novel pertamanya terbit tahun 1994 dan total ada tiga buku. Khusus buku ketiga yang berjudul Surrender, tokoh utamanya adalah Dr. Trajan Jones. Dia ini psikolog kriminal yang mengidolakan Dr. Laszlo Kreizler sampai disebut Kreizler expert.

Karena berlatar Amerika Serikat di sekitar periode Gilded Age, series ini juga banyak memasukkan tokoh nyata. Salah satunya adalah future president, Theodore Roosevelt yang saat itu masih jadi komisaris polisi dan diceritakan sebagai teman kuliah Kreizler serta John Moore (plus bosnya Sara).

Trivia

Theodore Roosevelt

The Alienist memasukkan beberapa tokoh nyata. Sara Howard misalnya, terinspirasi dari penyidik wanita pertama New York, Isabella Goodwin. Lalu, ada juga Paul Kelly, pendiri sindikat mafia Five Points Gang. Tapi, tokoh nyata yang paling sering muncul adalah Theodore Roosevelt.

Theodore ‘Ted’ Roosevelt lebih dikenal sebagai presiden ke-26 Amerika Serikat. Boneka beruang cokelat diberi nama Teddy Bear gara-gara dirinya. Presiden AS ke-32, Franklin Delano Roosevelt juga masih ada hubungan keluarga dengannya.

Sembari menapaki karier sebagai politisi, Roosevelt sempat menjabat sebagai komisaris di Departemen Kepolisian New York. Posisi ini didudukinya dari 1895 sampai 1897.

Gilded Age

The Alienist conjures up the Gilded Age and its untarnished underside: verminous tenements and opulent mansions, corrupt cops and flamboyant gangsters, shining opera houses and seamy gin mills.

—Goodreads

Gilded Age adalah periode industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi besar-besaran di Amerika Serikat pada 1870 sampai 1900. Era ini ditandai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, seiring dengan meningkatnya permintaan buruh.

Upah yang jauh lebih tinggi daripada Eropa memicu gelombang masuknya jutaan imigran pada era ini. Karena sebagian besar imigran merupakan buruh tanpa keahlian, mereka menjadi penerima upah terendah.

Tingkat kemiskinan meningkat signifikan, berbanding lurus dengan pertambahan jumlah konglomerat. Karena itulah, Gilded Age dianggap sebagai era di mana perbedaan kelas sosial dan ketimpangan ekonomi mencapai puncaknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.