[Resep dari Manga] Carrot Potage ala Hanamaru’s Kitchen

Alhamdulillah, balik lagi dengan hasil praktik masak resep dari manga. Kali ini dari manga Hanamaru’s Kitchen karya Nishimura Tomoko. Resep yang saya pilih adalah carrot potage.

Apa sih potage? Saya juga nggak begitu tahu. Intinya, potage atau pottage adalah kombinasi antara sup kental dan bubur dari Prancis. Teksturnya mirip puree yang biasa dibuat MPASI. Biasanya, makanan ini dibuat dari sayuran dan daging yang dimasak lama sekali sampai hancur. Katanya, dulu ini makanan orang miskin di Eropa.

Potage yang dibuat oleh tokoh Hana dan Kazuya di manga lebih mirip sup krim, karena dibuat dengan campuran krim dan susu, lalu hasilnya masih disaring. Resep aslinya seperti ini, ya.

Resep carrot potage Hanamaru's Kitchen. Photo: Tantri Setyorini
Resep carrot potage Hanamaru’s Kitchen.© Tantri Setyorini

Nah, berikut saya tuliskan lagi resepnya biar lebih enak dibaca. Itu kan tulisannya kecil-kecil banget, ya. Bikin jereng betul.

Hanamaru’s Kitchen Carrot Potage

Carrot potage Hanamaru's Kitchen. © Tantri Setyorini
Carrot potage Hanamaru’s Kitchen. © Tantri Setyorini

Bahan (2 porsi):

  • 200 ml susu
  • 50 ml krim
  • 30 gram mentega (butter)
  • 1 buah wortel besar
  • 1 buah kaldu blok
  • 1/2 buah bawang bombai
  • garam secukupnya
  • merica secukupnya
  • peterseli secukupnya

Cara Membuat Carrot Potage:

  1. Kupas bawang bombai dan bersihkan kulit luar wortel. Kemudian iris-iris setebal 2 mm.
  2. Panaskan mentega di panci, kemudian tumis bawang dan wortel dengan api sedang.
  3. Larutkan kaldu blok dengan 300 ml air panas, kemudian tuang ke tumisan bawang dan wortel. Bumbui dengan garam dan merica. Angkat setelah tumisan matang.
  4. Jika tumisan dan kaldu tadi sudah cukup dingin, haluskan dengan blender. Saring hasilnya agar hasil akhir sup halus.
  5. Tuang kembali sup yang sudah disaring ke dalam panci, kemudian tuangi susu dan cream. Panaskan dengan api sedang. Setelah mendidih, kecilkan api dan masak lagi selama 1 menit.
  6. Angkat sup dari kompor, kemudian tuang ke dalam mangkuk. Sajikan dengan taburan peterseli cincang.

Nah, berikut ini beberapa poin yang saya dapatkan dari hasil trial and error berkali-kali.

Catatan:

  • Rasa sup bakal lebih manis kalau menggunakan wortel impor. Wortel lokal cenderung langu dan kurang banyak airnya.
  • Saya nggak pakai kaldu blok dan rasanya tetap oke.
  • Kalau mau lebih manis, silakan ditambah gula sedikit. Tapi wortel-bombai saja sebenarnya sudah memberikan rasa manis yang pas.
  • Ditambah 1 siung bawang putih yang ikut ditumis dan dihaluskan bersama bombai-wortel juga tambah enak.
  • Saya pakai krim encer (light cream) for cooking. Ini jenis krim yang paling cocok buat masakan dan saus.
  • Krim bisa membantu meningkatkan konsistensi sup dan menambah rasa creamy. Kalau nggak ada, kadang saya ganti dengan susu cair dan sedikit tepung terigu sebagai pengental. Tapi rasanya bakal lebih light daripada potage dengan krim asli.
  • Sup ini cocok banget dimakan panas-panas sama crouton, irisan baguette (roti prancis), atau garlic bread. Paling sedep memang pake garlic bread yang dibuat dari irisan baguette, diolesi butter dicampur bawang putih parut, terus dipanggang teflon sampai renyah.

Sup ini enak dimakan panas atau pun dingin. Nggak perlu pakai crouton atau baguette pun sudah bikin kenyang. Kalau lagi nggak enak badan, makan sup ini panas-panas dikasih merica yang banyak bisa bikin badan anget, lho. Banyak vitaminnya juga.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.