[Review buku] And Then He Kissed Her (Girl Bachelors #1) – What’s Wrong With Secretary Kim-nya HisRom

And Then He Kissed Her. Photo credit: Goodreads

Judul: And Then He Kissed Her – Kecupan Sang Viscount (Girl Bachelors #1)
Penulis: Laura Lee Guhrke
Bahasa: Indonesia
Format: paperback (424 hal.)
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2015)
Genre: fiksi, historical romance (roman sejarah), drama

Sinopsis

Taken from Goodreads:

Viscount Harrison Marlowe menyebabkan skandal di kalangan bangsawan: lewat perceraiannya dengan istri Amerika-nya, lewat keputusannya untuk memiliki penerbitan, dan lewat keyakinannya bahwa wanita harus diperlakukan setara dengan pria dan, berdasarkan hal itu, mempekerjakan sekretaris wanita. Akibat editorial yang ia terbitkan di surat kabar yang mendiskreditkan pernikahan dan keputusan bulatnya untuk tidak pernah menikah lagi, Harry tidaklah tampak seperti jenis pria yang diincar wanita. Tapi ternyata, setiap wanita di kalangan atas melihat Harry sebagai tantangan dan yakin bisa menaklukan Harry.

Miss Emmaline Dove, sekretaris wanita Harry, biasanya menjadi pembawa kabar buruk bagi serentetan kekasih Harry yang patah hati. Ia mengatur jadwal Harry, mengerjakan berbagai urusan bisnisnya, juga berbelanja hadiah yang nantinya akan dikirim kepada kekasih Harry ketika pria itu ingin memutuskan hubungan. Meskipun tidak suka dengan sikap Harry, Emma tetap bekerja untuk Harry dengan harapan pria itu akan menerbitkan buku etiket yang ditulisnya. Ketika ia sadar bahwa Harry menolak hasil karyanya tanpa pernah membaca satu halaman pun, Emma berhenti dari bekerja dan menjungkirbalikkan dunia Harry.

Level of Interest

Review

Ngikutin K-drama What’s Wrong With Secretary Kim, nggak? Tayangnya di tvN dan baru tamat awal bulan ini. Benar-benar drama yang lucu dan full chemistry. Dan kenapa saya sebut-sebut Secretary Kim di review ini? Soalnya drama itu memiliki premis yang sama dengan buku ini. Hampir persis sama bahkan.

What's Wrong With Secretary Kim? Photo credit: tvN/Kakao Page
What’s Wrong With Secretary Kim? Photo credit: tvN/Kakao Page

Secretary Kim dan Sajangnim Lee di cerita ini adalah Miss Emmaline Dove dan Viscount Harrison Marlow. Emma sudah bekerja sebagai sekretaris pribadi untuk Harry selama 15 tahun (kalau nggak salah, sih). Emma adalah sekretaris sempurna yang selalu tahu apa yang harus dilakukan, termasuk bagaimana menangani para perempuan simpanan Harry atau hadiah apa yang harus dibeli untuk saudara-saudara perempuannya. Jadwal penerbitan surat kabar, launching buku, sampai daftar penagihan naskah dari para penulis yang dibawahi penerbitan Harry pun Emma yang mengatur. Singkatnya, Harry mengandalkan Miss Dove dalam segala hal.

Tapi suatu pagi, tiba-tiba Miss Dove alias Emma tidak muncul untuk bekerja. Kantor penerbitan jadi berantakan dan Harry pun kalang kabut. Lagi bingung-bingungnya atas misteri hilangnya Miss Dove, Harry malah dikejutkan dengan surat pengunduran diri wanita itu.

Harry tak mengerti mengapa Emma ingin mengundurkan diri sementara ia selalu memperlakukan wanita itu dengan baik dan memberikan gaji besar. Rupanya, Emma kecewa karena Harry tidak mau meluangkan waktu untuk memeriksa naskah yang dia ajukan. Padahal Emma sudah payah untuk menulis karya seumur hidupnya itu, yang adalah buku panduan etiket untuk gadis lajang.

Jadi Harry yang cocky itu mendatangi Emma dan mencoban untuk membujuknya dengan cara apa pun. Dia tidak menyangka bahwa Emma bakal bersikeras untuk berhenti, bahkan setelah ditawari kenaikan gaji. Dan dia membuat kesalahan terbesar dengan mengatakan buku Emma membosankan. Tak bakal laku. Jadi bisa kita bayangkan betapa terlukanya harga diri Emma.

Kemudian Emma membawa manuskripnya ke perusahaan kompetitor Harry. Tidak seperti asumsi Harry, buku itu jadi best seller dan mendatangkan banyak uang. Satu bentuk balas dendam yang manis dari Miss Emmaline Dove. Dan Harry yang merasa kalah sama sekali tidak puas. Kelanjutannya bisa ditebak.

Meskipun memiliki premis yang sama dengan What’s Wrong with Secretary Kim?, buku ini jelas memiliki lebih banyak adegan seks dan lebih sedikit konflik. Sangat khas historical romance. Masalahnya hanya berkisar pada dua karakter utama cerita, yaitu Harry dan Emma.

Plotnya cukup menjanjikan di bagian awal sampai tengah. Tapi dari sana ceritanya mulai bikin bosen. Saya pikir konsep good girl gone bad itu sudah kelewat basi buat historical romance. Saya bahkan nggak bisa menganggap sifat angkuh Harry menawan, karena menurut saya beberapa sikap dan kata-katanya terhadap Emma tak termaafkan. Karena itulah saya heran kenapa Emma bisa menganggap pesona Harry tak tertahankan. Lha wong tapuk-able gitu. Atau mungkin saya saja yang sedang tidak mood dengan roman picisan. Atau bisa juga saya memang tidak suka karakter-karakter rekaan Laura Lee Guhrke dan caranya untuk menciptakan chemistry di antara kedua tokoh utama. And Then He Kissed Her ini adalah karya pertamanya yang saya baca.

Saya membeli buku ini karena lagi sale. Rasa-rasanya bisa dipahami kenapa bisa sampai banting harga begitu. Biasanya buku-buku tebal dan serius yang didiskon habis-habisan itu isinya bagus. Setidaknya menurut saya bagus. Cuma tidak sesuai dengan selera pasar Indonesia saja. Entah karena materinya terlalu asing atau ceritanya yang terlalu berat. Tapi kalau yang didiskon novel roman cheesy macam buku ini, aduh, biasanya harga memang berbanding lurus dengan kualitas. Ada kalanya saya bisa menemukan hisrom yang memuaskan dengan harga murah meriah. Seperti seri Lessons in Love yang saya beli Rp70.000 untuk tiga buku dan sudah kebaca sekitar 5 kali. Tapi itu termasuk anomali kalau kata saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.