[Review Buku & Film] Anna Karenina: Sebuah Sindiran Terhadap Kaum Borjuis Rusia

Anna Karenina Vol. 1 & 2 (KPG)
Anna Karenina Vol. 1 & 2 (KPG)

Judul: Anna Karenina
Penulis: Leo Tolstoy
Bahasa: Indonesia
Format: Paperback
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (2007), first published 1877 (Rusia)
Genre: Drama sejarah, roman, klasik
Latar tempat: St.Petersburg
Latar waktu: Abad 19

 

Sinopsis

Anna Karenina adalah kisah tragis tentang Countess Anna Karenina, seorang wanita bangsawan dan sosialita yang sudah menikah, dan perselingkuhannya dengan Count Vronskii yang memesona. Vronskii ingin menikahi Anna jika dia setuju untuk meninggalkan suaminya, Count Karenin, seorang pejabat pemerintah senior.

Keputusan Anna untuk mempertahankan Vronskii membuat posisinya rentan terhadap tekanan norma sosial Rusia, hukum moral Gereja Orthodok Rusia, dan hati nuraninya sendiri. Sementara Vronskii justru masih bisa menjalani kehidupan sosialnya seperti biasa. Dari hari ke hari gesekan di antara dirinya dan Vronskii semakin tajam. Anna begitu takut kehilangan kendali atas hidupnya yang sudah dia serahkan sepenuhnya kepada sang kekasih gelap.

Di sisi lain, sebuah cerita pararel mengisahkan Konstantin Lëvin, petani kaya raya yang ingin menikahi Kitty, adik ipar dari kakak lelaki Anna. Perbedaan gaya hidup, filosofi, dan iman menjadi konflik utama bagi Levin dan Kitty.

Novel ini mengeksplorasi beragam topik sepanjang kurang lebih seribu halamannya. Beberapa di antaranya mencakup evaluasi sistem politik feodal yang ada di Rusia pada saat itu. Tidak hanya di pemerintahan Rusia tetapi juga pada tingkat karakter individu, keluarga, agama, moralitas, gender dan kelas sosial.

5 Points for:

check signStory

check signSetting

check sign

Characterization

check signWriting style

check signMoral/interesting trivia

Level of Interest

Review (buku)

Singkatnya, buku ini menceritakan tentang Anna dan Konstantin, meskipun bisa dikatakan jalan hidup keduanya hampir tidak berhubungan. Satu-satunya interaksi Anna dan Levin yang kuingat adalah ketika Levin menemani kakak iparnya, Stiva Oblonskii mengunjungi adiknya, Anna di bagian kedelapan. Anna dan Levin adalah dua pribadi yang sangat bertolak belakang. Anna merupakan perempuan berkepribadian menarik, populer di kalangan bangsawan, dan bersuamikan pria yang jauh lebih tua. Sementara itu, Levin adalah lajang idealis dan kaku yang lebih suka berada di luar lingkup pergaulan ningrat Rusia.

Dalam perkembangan cerita, Anna berselingkuh dengan Aleksei Vronskii, bangsawan muda yang berkepribadian menarik mirip dirinya. Akibat keseriusan hubungannya dengan Vronskii, Anna dikucilkan oleh kalangan bangsawan. Sepanjang cerita, Anna terus terombang-ambing antara pilihan untuk bercerai dan menikahi Vronskii atau tetap mempertahankan pernikahannya di atas kertas walaupun ia hidup bersama Vronskii dan anak hasil hubungan mereka. Kebimbangan Anna ini menimbulkan penderitaan bagi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Dalam kisah Anna, kita dapat melihat sikap munafik dan bias kaum aristokrat Rusia waktu itu. Bagi para bangsawan, perselingkuhan adalah hal yang lumrah selama pihak-pihak yang melakukannya bisa menjaga kepantasan perilaku mereka di muka umum. Ibu Vronskii bahkan sempat merasa bangga karena putranya dapat memikat wanita sekelas Anna. Tetapi begitu keduanya terang-terangan berselingkuh hubungan tersebut langsung dipandang sebagai aib. Dalam hal ini, Anna mendapat tekanan mental lebih berat daripada Vronskii yang seorang pria. Kesusilaannya sebagai wanita dipertanyakan hingga ia dianggap tidak pantas berada dalam lingkungan terhormat. Sedangkan Vronskii yang sejak awal sudah menjalani kehidupan liar lebih dimaklumi, bahkan masih diterima dengan baik dalam pergaulan. Keadaan ini menimbulkan krisis kepercayaan diri bagi Anna hingga ia mulai menjadi obesesif dan paranoid. Perubahan sikap Anna itu membuat Vronskii jenuh dan merasa terkungkung hingga semakin lama semakin memperkeruh hubungan mereka.

Levin, sebagai pria ningrat pedesaan yang membenci gaya hidup aristokrat mengalami kesulitan-kesulitannya sendiri saat gagal mendapatkan cinta Kitty Scherbatskaya, gadis muda dari keluarga terhormat yang lebih tertarik pada Vronskii. Penolakan keras Levin terhadap pola pikir kaum bangsawan ibukota membuatnya dipermalukan setiap kali mendatangi jamuan sosial. Menikahi Kitty membawa banyak perubahan dalam pemikiran Levin dan membuatnya terpaksa mengurangi kekerasan sikapnya. Pada akhirnya segala permasalahan antara Levin dengan Kitty beserta keluarganya malah mempererat kasih sayang dan pengertian di antara keduanya.

Melalui benak Levin yang seorang tuan tanah dan filsuf terlihat bahwa saat itu Rusia sedang dalam masa peralihan menuju modernisasi, terutama dalam pertanian. Meskipun ia berpendapat sistem pertanian dan kepemilikan tanah perlu dirubah, tapi menurutnya kaum petani Rusia belum siap untuk itu. Ia juga berpendapat aristokrasi perlu dihapuskan.

Akhirnya Anna yang berada di puncak depresi merasa hubungannya dengan Vronskii tidak bisa diperbaiki lagi dan ia memutuskan untuk memberi pelajaran pada Vronskii dengan menyudahi hidupnya. Anna melemparkan dirinya ke bawah lokomotif yang lewat dan mati terlindas roda kereta api, meninggalkan Vronskii yang kecewa terhadap keputusan Anna untuk menyakitinya dengan bunuh diri.

Sementara itu, Levin setelah menjalani pertengkaran demi pertengkaran dengan Kitty menyadari betapa pentingnya istri dan anak baginya. Ia akhirnya menemukan pencerahan atas kebingungan-kebingungan yang dialaminya sejak berkeluarga dan menyimpulkan setelah ini ia akan bisa hidup bahagia.

Saya membaca novel Anna Karenina lebih karena ketidaksengajaan. Pada awalnya saya lebih tertarik membaca karya Tolstoi yang berjudul War & Peace karena novel itu menginspirasi pembuatan manga Magnolia Waltz. Setelah berhasil menemukan War & Peace di Perpustakaan Umum Kota Malang, saya mengurungkan niat untuk membacanya karena tebal bukunya yang luar biasa. Di sana saya juga sempat menemukan Anna Karenina tapi tidak berminat untuk meminjam karena bukunya terlalu tipis dan tokoh protagonisnya berselingkuh lalu bunuh diri. Baru beberapa minggu kemudian kakak saya meminjam sejumlah novel dan di antaranya terdapat Anna Karenina, dua volume dan sangat tebal. Barulah saya tahu ternyata Anna Karenina versi tipis yang saya temukan di Perpustakaan Kota ternyata sudah diringkas dengan hanya memasukkan adegan-adegan penting. Karena penasaran saya memutuskan untuk mencoba membacanya.

Anna Karenina (edisi tipis). Photo credit: BukubukuLaris
Anna Karenina (edisi tipis). Photo credit: BukubukuLaris

Anna Karenina adalah novel terberat yang pernah saya baca. Saya menghabiskan hampir 3 bulan untuk menyelesaikannya, lebih lama daripada waktu yang kubutuhkan untuk membaca Taiko karangan Eiji Yoshikawa. Saya berhasil menyelesaikan Taiko yang terdiri dari 10 bagian dalam waktu yang lebih singkat karena meskipun sangat panjang dan terlalu banyak tokoh di dalamnya, ceritanya sendiri masih terpusat pada Hideyoshi Toyotomi. Selain itu, budaya Jepang dalam Taiko relatif mudah dipahami bagiku yang akrab dengan kebudayaan timur. Sementara itu, Anna Karenina yang terdiri dari 8 bagian justru lebih menyulitkan untuk dibaca karena isinya yang kelewat padat dan kurang familiar.

Penulisan nama-nama tokoh saja sudah bikin pusing

Kesulitan pertama yang terasa saat mulai membaca novel ini adalah nama-nama tokohnya yang tidak biasa. Setidaknya, dalam novel ini setiap tokoh selalu disebut dengan dua nama lengkap. Sebagai contoh, Anna mempunyai dua nama, yaitu Anna Arkadyevna dan Anna Karenina. Anna Arkadyevna merupakan nama lahir, sedangkan Anna Karenina merupakan nama resmi yang terdiri dari nama depan dan keluarga. Selain itu ada aturan maskula-femina dalam penyebutan nama keluarga. Misalnya, suami Anna adalah Karenin, sementara untuk istrinya ditulis Karenina. Sedangkan nama-nama keluarga yang berakhiran dengan huruf ‘i’ seperti Scherbatskii dan Vronskii ditulis Scherbatskaya dan Vronskaya untuk para wanitanya.

Bukan hanya nama, gelar kebangsawanan di Rusia pun berbeda. Sebagai pembaca setia historical romance, saya yang lebih akrab dengan gelar kebangsawanan Inggris dan Perancis hanya tahu bahwa kaum ningrat Rusia banyak yang bergelar Pangeran dan Putri meskipun mereka belum tentu keturunan langsung Tsar dan Tsarina. Ternyata ‘Graf’ yang artinya Pangeran di sini merupakan gelar tertinggi untuk bangsawan di luar keluarga inti kerajaan, setara dengan Duke di Inggris dan Comte di Perancis.

Opini yang begitu detail dan ‘memabukkan’ atas kondisi sosial Rusia di abad 19

Kesulitan kedua yang saya temukan dalam membaca Anna Karenina adalah penggambaran jalan pikiran tokoh-tokoh penting dalam cerita tersebut yang sangat-sangat-sangat detail.  Saya memberikan rating empat bintang di Goodreads untuk buku ini karena penokohannya yang terasa sangat manusiawi dengan proses pemikiran yang sama seperti kita semua. Dalam Anna Karenina tidak ada karakter yang cenderung positif atau negatif. Semuanya digambarkan sebagai kepribadian abu-abu yang mempunyai sisi buruk dan sisi baik di saat bersamaan.

Tolstoy memasukkan opininya terhadap sistem politik, konsep keluarga, feodalisme,  agama, dan budaya aristokrasi di tengah masyarakat Rusia yang tengah menghadapi modernisasi dengan detail. Dijabarkan melalui singgungan setiap unsur budaya dengan masing-masing karakter, terutama Levin. Inilah kekuatan novel Anna Karenina. Tapi ini juga membuat Anna Karenina yang sebenarnya beralur cepat jadi setebal itu. Edisi terjemahan yang saya baca ini saja sampai harus dipisah menjadi dua buku, masing-masing terdiri dari limaratusan halaman dengan ukuran font sangat kecil pula. Bisa dibilang saya sampai mabuk huruf, kekenyangan, dan nyaris muntah-muntah karena membaca buku ini.

Terakhir, inskonsistensi penerjemah dalam penggunaan istilah atau penulisan nama di sepanjang buku meskipun tidak terlalu penting tapi terasa cukup mengganggu.

Anna Karenina (2012). Photo credit: IMDB
Anna Karenina (2012). Photo credit: IMDB

Judul: Anna Karenina
Sutradara: Joe Wright
Bahasa: Inggris
Tahun rilis: 2012
Produksi: Working Title Films, StudioCanal
Genre: Drama, roman, fiksi sejarah

Sinopsis

Anna Karenina is a 2012 British historical romance film directed by Joe Wright. Adapted by Tom Stoppard from Leo Tolstoy‘s 1877 novel of the same name.

The film depicts the tragedy of Russian aristocrat and socialite Anna Karenina, wife of senior statesman Alexei Karenin, and her affair with the affluent officer Count Vronsky which leads to her ultimate demise.

4 Points for:

Story

Setting

Characterization

Cinematography

Moral/interesting trivia

Level of Interest

Review (film)

Saya termasuk orang yang menonton adapatasi layar lebar Anna Karenina setelah membaca bukunya. Bisa ditebak, saya jadi mengapresiasi filmnya lebih rendah. Sebuah novel yang kompleks seperti Harry Potter dan The Hunger Games saja sulit diadaptasi ke film dengan akurasi yang memuaskan. Apalagi novel seberat dan sedetail Anna Karenina. Akan sangat sulit untuk memindahkan kedalaman cerita dan karakternya ke potongan gambar bergerak. Dan memang itulah yang terjadi pada film ini.

Anna Karenina versi tahun 2012 ini bisa dikatakan patuh terhadap cerita. Sinematografinya begitu kaya warna. Kostum-kostum yang digunakan begitu dramatis. Sutradara memasukkan berbagai jenis kesenian di dalam film. Mulai dari seni tari, pertunjukan boneka, drama teater, sampai seni lukis pun ada. Benar-benar eyecatchy dan kreatif. Tetapi membuat konsentrasi penonton jadi terdistraksi dari esensi cerita itu sendiri. Saya jadi tidak merasakan sisi riil ceritanya yang begitu kental di novel.

Anna Karenina (2012). Photo credit: Critics At Large
Anna Karenina (2012). Photo credit: Critics At Large
Anna Karenina (2012). Photo credit: Moviestorrents.net
Anna Karenina (2012). Photo credit: Moviestorrents.net

Akting Keira Knightley dan Jude Law terasa sangat menonjol di sini. Membuat karakter Aaron Taylor-Johnson yang juga berporsi besar seolah terlupakan. Sangat disayangkan karakter Levin dan Kitty kurang ditampilkan di dalam film. Mungkin sutradara memang lebih ingin fokus pada tragedi hidup Anna. Dan jujur saya lumayan bosan menonton mbak Keira main film ber-setting lawas. Setelah The Duchess, Pride & Prejudice, Atonement, King Arthur, Silk, Pirates of The Caribbean, rasanya kok seperti nggak ada aktris lain yang bisa memerankan karakter klasik.

Para Tokoh

Dari pengamatan saya tokoh-tokoh penting dalam cerita ini secara berurutan sesuai porsi perannya bagi perkembangan cerita adalah sebagai berikut:

Anna Arkadyevna Karenina (Keira Knightley)

Anna Karenina. Photo credit: Working Title Films, StudioCanal
Anna Karenina. Photo credit: Working Title Films, StudioCanal

Perempuan muda yang populer dalam pergaulan karena kecantikan, kepribadian, dan kelas sosial suaminya tetapi tidak bahagia dengan kehidupan pernikahannya.

Konstantin Dmitrich Levin (Domhnall Gleeson)

Konstantin Levin. Photo credit: Working Title Films, StudioCanal
Konstantin Levin. Photo credit: Working Title Films, StudioCanal

Seorang idealis berwatak keras yang sulit berintraksi dengan orang lain dan terobsesi kepada adik sahabatnya semasa kuliah.

Putri Yekaterina ‘Kitty’ Scherbatskaya (Alicia Vikander)

Photo credit: Working Title Films, StudioCanal
Kitty Scherbatskaya. Photo credit: Working Title Films, StudioCanal

Gadis cantik berusia 18 tahun yang naif dan masih mencari jati dirinya, objek obsesi Levin.

Graf Aleksei Kirilovich Vronskii (Aaron Taylor-Johnson)

Photo credit: Working Title Films, StudioCanal
Count Vronskii. Photo credit: Working Title Films, StudioCanal

Perwira muda dan tampan bergaya hidup bebas yang populer di kalangan bangsawan, terobsesi kepada Anna hingga rela membuang karir militernya demi Anna dan anak mereka, Annie.

Graf Stepan ‘Stiva’ Arkadyich Oblonskii (Matthew McFadyen)

Stiva Oblonskii. Photo credit: Working Title Films, StudioCanal

Bangsawan periang, baik hati, dan berpikiran sederhana yang kurang bertanggungjawab terhadap pernikahan dan keluarganya, kakak kandung Anna.

Putri Darya ‘Dolly’ Aleksandrovna Oblonskaya (Kelly MacDonald)

Photo credit: Working Title Films, StudioCanal
Dolly Oblonskaya. Photo credit: Working Title Films, StudioCanal

Istri Oblonskii sekaligus kakak kandung Kitty dan sahabat bagi Anna dan Levin, istri yang penurut dan tabah menghadapi ketidaksetiaan Oblonskii demi kebahagiaan anak-anaknya.

Aleksei Aleksandrovich Karenin (Jude Law)

Photo credit: Working Title Films, StudioCanal
Count Karenin. Photo credit: Working Title Films, StudioCanal

Bangsawan konservatif dengan reputasi tanpa cela. Ia terombang-ambing antara perasaan benci dan kasihan pada Anna. Ia sempat menutup mata atas perselingkuhan istrinya demi alasan kepantasan sosial dan mencegah aib karena perceraian.

Trivia:

  • Novel Anna Karenina mempopulerkan kutipan yang menjadi kalimat pembuka bukunya, yaitu “Happy families are all alike; every unhappy family is unhappy in its own way.”
  • Leo Tolstoy merupakan nama barat yang diberikan penerbit dari luar Rusia. Nama asli Tolstoy sebenarnya adalah Graf (Pangeran) Lev Nikolayevich Tolstoy dan nama pena-nya adalah L.N. Tolstoy.
  • Banyak pendapat yang mengatakan bahwa tokoh Konstantin Levin merupakan duplikat Tolstoy sendiri. Levin dan Tolstoy memiliki banyak persamaan dalam ideologi, pemikiran, gaya hidup, latar belakang, dan riwayat. Bahkan nama Levin diduga diambil dari nama depan Tolstoy, Lev.
  •  Tolstoy dan Fyodor Dostoyevsky, sastrawan  Rusia pengarang Crime & Punishment yang seangkatan dengannya, saling mengagumi satu sama lain tetapi tidak pernah bertemu langsung.
  • Robert Pattinson tadinya sempat dipertimbangkan untuk memerankan Vronskii dalam film ini.
Advertisements

2 comments

  1. kak, itu pinjem novel terjemahannya dimana? soalnya proposal literari saya tentang novel anna karenina juga, susah paham kalo harus baca versi inggris mana 1000 halaman lebih 😦

    Like

    • Duh, aku pinjem buku itu dr bosnya kakakku dan sekarang udah dibalikin. Tp coba cek di perpustakaan kota deh. Biasanya sih ada. Atau kamu cek di blognya anggota BBI yang lain. Setahuku banyak yang punya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.