Saya kepingin nulis review yang berbobot untuk buku-buku berbobot. Apa daya tingkat kecerdasan cuma seadanya. Sudah begitu, lagi reading slump juga. Meskipun setiap hari masih baca, belakangan lebih sering baca manga atau manhwa ringan-ringan. Jadi, mungkin bulan ini bakal lebih sering mengulas manga.
Kali ini, saya kepingin mengulas The Apothecary Diaries (Kusuriya no Hitorigoto). Ini adalah judul manga favorit saya saat ini.
The Apothecary Diaries berawal dari web novel karya Natsu Hyūga. Versi novel ini dilengkapi ilustrasi karya Touko Shino.
Awalnya, The Apothecary Diaries terbit online di situs Shōsetsuka ni Narō sejak 2011. Terus diterbitkan sebagai light novel di bawah naungan Shufunotomo pada 2012.
Kemudian, dibuatlah adaptasi manga-nya dengan Nekokurage sebagai mangaka. Seri manga ini diterbitkan oleh Monthly Big Gangan, imprint-nya Square Enix sejak 2017.



Nah, Shogakukan ternyata juga menggarap manga The Apothecary Diaries lewat Monthly Sunday Gene-X (Sunday GX) kepunyaan mereka di tahun yang sama. Mangaka-nya adalah Minoji Kurata.
Sementara itu, versi manga yang digambar oleh Minoji Kurata diterjemahkan oleh Elex Media Komputindo dan terbit dengan judul The Pharmacist’s Monologue: Maomao’s Palace Case Files.
Anime-nya juga sudah ada, lho! Season pertama The Apothecary Diaries bisa ditonton di Netflix. Season keduanya bakal tayang tahun 2025.
Judul: The Apothecary Diaries
Penulis: Natsu Hyūga (artwork oleh Nekokurage)
Bahasa: Indonesia
Format:paperback
Penerbit: m&c! (2021)
Genre: fiksi, seinen, misteri, manga, drama

Cerita
Diadaptasi dari Square Enix:
Maomao, seorang ahli herbal muda diculik dan dijual sebagai pelayan ke istana dalam. Walaupun Maomao bermimpi hidup bebas di luar istana, ia justru ‘melangkah ke pusaran bada’ tanpa sengaja.
Maomao memecahkan misteri di balik ‘kutukan’ yang menewaskan para pangeran pewaris tahta dengan kemampuan analisisnya. Kecerdasan Maomao menarik perhatian Jinshi, kasim tampan yang berurusan langsung dengan para selir agung.
Berawal sebagai pelayan rendahan, Maomao segera naik pangkat menjadi pencicip makanan untuk selir kesayangan Kaisar. Diam-diam, Jinshi juga menugaskan Maomao untuj memecahkan berbagai kasus yang terjadi di dalam istana.
Para Tokoh
Maomao
Ahli herbal berusia 17 tahun yang diculik dan dijadikan pelayan di istana dalam. Maomao terobsesi pada ilmu pengobatan dan racun hingga tak jarang menguji racun pada dirinya sendiri.
Ketahanan Maomao terhadap racun membuatnya dijadikan pencicip makanan, sementara kemampuan analisisnya membuat para petinggi istana meminta sarannya dalam memecahkan berbagai kasus.
Jinshi
“Kepala kasim” berwajah jelita dan cerdas yang tugasnya adalah memastikan kesejahteraan para selir di istana dalam. Ia sering memanfaatkan kemampuan Maomao untuk menyelesaikan berbagai kasus. Sifat Maomao yang sedikit asosial membuat Jinshi senang mengusilinya. Hanya sedikit orang yang mengetahui kalau “Jinshi” hanyalah identitas samaran belaka. Sebenarnya, ia memiliki posisi yang sangat penting di istana.
Gaoshun
Pelayan setia Jinshi yang sering dibuat repot dengan kelakuan majikannya. Jika tidak memungkinkan bagi Jinshi untuk menemui Maomao, Gaoshun bertugas menjadi perantara di antara keduanya.
Karena sudah mengurus Jinshi sejak kecil, Gaoshun sudah seperti bapak baginya. Meskipun selalu tenang dan sabar, ia sering dibuat pusing oleh majikannya itu.
Selir Gyokuyou/Giokyo-hi (Noble Consort)
Selir kesayangan Kaisar yang berasal dari negeri asing. Ia memiliki kecantikan mencolok khas barat. Maomao bekerja sebagai pelayan dan pencicip racun untuknya di Istana Jade.
Gyokuyou dikenal sebagai selir yang ramah dan humoris. Karena usianya memang baru 19 tahun, ia sulit menaharan rasa penasaran terhadap kasus yang ditangani Jinshi dan Maomao.
Selir Lihua/Lifa-hi (Wise Consort)
Salah satu selir favorit Kaisar yang menghuni Istana Kristal dan dikenal karena kecantikan serta keanggunannya. Lifahi/Lihua sempat melahirkan anak lelaki, tapi harus kehilangan anaknya karena paparan racun di dalam makeup.
Lifahi/Lihua selalu siap memberikan bantuan kepada Maomao. Ia menjadi pendukung Maomao setelah nyawanya diselamatkan gadis itu.
Selir Lishu/Lishu-hi (Virtuous Consort)
Mantan selir kaisar terdahulu yang dinikahi saat masih berumur 9 tahun. Karena masih belia dan kurang tegas, Lishu sering dirundung para pelayan.
Lishu memuja ketampanan Jinshi dan cenderung ketus terhadap Maomao. Meskipun sikapnya kurang simpatik, Lishu beberapa kali ditolong Maomao.
Selir Ahduo/Aduo-hi (Pure Consort)
Istri pertama Kaisar yang memiliki kecantikan maskulin. Ia sempat melahirkan putra mahkota bertahun-tahun lalu. Sayangnya, Aduo harus kehilangan anak lelaki dan rahimnya karena komplikasi saat melahirkan.
Aduo dianggap sebagai figur ibu oleh Lishu. Ia juga sangat dekat dengan Jinshi yang disebut sangat mirip dengannya. Saat sudah keluar dari istana pun, Aduo masih membantu Jinshi dalam menjalankan misi rahasia.
Selir Loulan (Pure Consort)
Pengganti Aduo sebagai Pure Consort. Ia adalah putri dari salah satu politisi paling berpengaruh di istana.
Loulan adalah selir yang paling misterius. Ia selalu mengenakan pakaian mewah dengan riasan tebal sehingga sulit untuk mengetahui seperti apa wajahnya yang sesungguhnya.
Luomen
Ayah angkat Maomao yang dulunya berprofesi sebagai tabib istana. Ia adalah tabib genius yang sempat dikirim ke negeri barat untuk mempelajari ilmu kedokteran modern.
Karena dianggap gagal menangani persalinan Aduo, Luomen dihukum menjadi kasim dan dibuang dari istana. Kini, ia mengelola klinik kecil di tengah kawasan prostitusi.
Lakan
Keponakan Luomen sekaligus ayah kandung Maomao. Ia adalah ahli strategi militer istana yang ditakuti banyak politisi dan pejabat karena kecerdikannya. Ia sering meminta Jinshi dan Maomao untuk menyelidiki kasus di luar istana.
Lakan terobsesi untuk mendapatkan pengakuan Maomao, tapi harus menerima kenyataan kalau sang putri membencinya. Setelah terpisah belasan tahun, akhirnya ia bisa bersatu dengan ibu Maomao, mantan PSK kelas atas yang kini menderita penyakit kelamin.
Jyoka/Joka, Meimei, dan Pairin

PSK paling elit di Rokushō-kan (Verdigris House) yang dijuluki “Tiga Putri”. Ketiganya memiliki kecantikan, kecerdasan, dan bakat yang luar biasa sehingga tarif mereka pun selangit.
Jyoka, Meimei, dan Pairin membantu mengurus Maomao sejak kecil. Jadi, Maomao menganggap mereka sebagai pengganti figur ibu sekaligus kakak perempuan.
Lihaku
Prajurit muda semi-culun yang sedang meniti karier di militer istana. Ia berteman dengan Maomao karena ketidaksengajaan.
Jinshi beberapa kali salah paham dan cemburu kepada Lihaku. Padahal pemuda itu tergila-gila kepada Pairin.
Guen
Tabib istana dengan kemampuan meragukan yang sering disebut “dokter gadungan” oleh Maomao. Meskipun tidak cakap dalam pengobatan, Guen adalah pribadi yang polos dan baik hati, jadi Maomao sering membantu pekerjaannya secara sukarela.
Guen rela menjadi kasim buat bekerja di istana demi mengumpulkan uang untuk keluarganya yang menekuni usaha pembuatan kertas. Karena merasa senang punya teman mengobrol, ia sering menyiapkan makanan kecil untuk Maomao dan teman-temannya.
Basen
Anak lelaki Gaoshun yang juga bekerja untuk Jinshi. Jika Jinshi atau Gaoshun berhalangan, ia kerap dikirim untuk mendampingi Maomao dalam melakukan penyelidikan.
Karena usianya terbilang muda, ia masih sulit mengendalikan emosi, terutama saat berhadapan dengan kelakuan “ajaib” Maomao dan majikannya.
5 Points for:
☑️Story
☑️Setting
☑️Characterization
☑️Writing style
☑️Moral/interesting trivia
Level of Interest
💗💗💗💗💗
Review
The Apothecary Diaries ini ceritanya mirip-mirip drama lawas Han Hyo Joo, yaitu Dong Yi. Tokoh utamanya, Maomao adalah seorang ahli herbal yang jago analisis. Berkat kecerdasannya, Maomao jadi sering diminta para petinggi di istana untuk memecahkan kasus. Mulai dari Jinshi, Selir Gyokuyou, Selir Lifahi, sampai Kaisar.
Latar ceritanya sendiri adalah kerajaan yang mirip China pada masa Dinasti Tang (setidaknya jika dilihat dari pakaian para wanitanya). Saya tidak ingat ada keterangan di dalam manga yang benar-benar menyebutkan China.
Menurut saya, latar kerajaan inilah yang menjadi daya tarik utama selain tokoh Maomao sendiri. Apalagi, sebagian besar cerita berlatar istana dalam, tempat paling kompetitif untuk bertahan hidup bagi para wanita.
Ada ratusan selir di istana dalam yang bersaing memperebutkan kesempatan untuk sekadar “dikunjungi” Kaisar. Hanya belasan yang berhasil menjadi selir peringkat atas dan empat orang yang menduduki posisi sebagai selir agung.
Empat selir tertinggi ini pun masih harus memperkuat posisi mereka dengan melahirkan calon pewaris tahta. Jadi, saling sikut di istana dalam nggak kalah serius daripada konflik di tengah dewan mentri kaisar.

Mayoritas ceritanya disampaikan melalui narasi Maomao, terutama dalam bentuk inner dialogue. Meskipun penyendiri dan cenderung menyimpan pendapatnya untuk menghindari masalah, Maomao selalu berurusan dengan kasus misterius di lingkungan istana. Ia sering memecahkan kasus tersebut dengan pengetahuan mendalamnya dalam pengobatan tradisional dan racun.
Sebagian besar kasus yang ditangani Maomao adalah kematian misterius di dalam istana yang berkaitan dengan intrik politik. Kadang, Maomao juga diminta untuk mewujudkan permintaan aneh-aneh dari orang penting, atau memecahkan teka-teki yang berhubungan dengan keamanan negara.
Kasus-kasus yang dipecahkan Maomao di awal cerita baru kelihatan benang merahnya puluhan chapter kemudian. Saya sampai gemes-gemes excited. Oh, ternyata kasus yang dulu itu hubungannya sama konflik yang ini/orang ini. Seru banget pokoknya.
Makin banyak kasus yang ditangani Maomao, makin banyak rahasia gelap di istana yang terbongkar. Pada satu titik, Maomao jadi mengetahui rahasia yang berkaitan dengan asal-usulnya juga. Twist di The Apothecary Diaries ini juga lumayan banyak, tapi kadang bikin saya makin bingung. Soalnya njelimet banget.
Karakter-Karakter Eksentrik yang Bikin Cerita Makin Greget
Selain setting dan bumbu-bumbu intrik yang greget, Maomao sebagai tokoh utama dengan sifat-sifatnya yang cuma bisa saya deskripsikan dengan kata “eksentrik” tentu menjadi daya tarik juga. Anaknya dingin dan creepy, tapi diimbangi dengan rasa keadilan yang seringnya dia sesali sendiri. Soalnya bagi Maomao, makin sedikit orang yang mengenalnya, makin aman hidupnya.
Maomao selalu berusaha agar dirinya tak menarik perhatian. Untuk alasan yang sama, ia menyembunyikan kecantikannya dengan freckles palsu. Padahal aslinya cakep banget sampai bikin pengawal istana bengong.
Selain Maomao, Jinshi yang jadi karakter utama pria The Apothecary Diaries juga bikin kisah Maomao lebih berwarna. Digambarkan sebagai pria berpengaruh di istana dalam dengan paras feminin yang ‘sanggup menghancurkan negara’, Maomao mengira Jinshi adalah kepala kasim. Padahal, posisinya di istana jauh lebih krusial lagi. Latar belakangnya tak kalah ruwet daripada Maomao.
Satu lagi yang patut ditunggu dari setiap chapter The Apothecary Diaries adalah perkembangan hubungan Maomao dan Jinshi. Sama cepetnya kayak siput, wong Maomao cuma tertarik sama ilmu racun.

Sementara itu, Jinshi adalah tipe yang cenderung menarik perhatian gebetan dengan bersikap usil atau annoying. Tentunya pendekatan seperti ini tak cocok dengan karakter Maomao yang agak asosial. Tapi, kita nikmati sajalah interaksi kocak dua orang dengan karakter bertolak belakang ini.

Aneka Trivia tentang Pengobatan Tradisional
Sesuai judulnya, The Apothecary Diaries menyuguhkan berbagai trivia yang berkaitan dengan pengobatan tradisional. Banyak hal-hal di sekitar kita yang ternyata mengandung racun dan itu baru saya ketahui gara-gara manga ini. Misalnya, madu atau wewangian tertentu.
Pokoknya seru, deh. Manga ini memang benar-benar selera saya. Semoga jumlah volumenya nggak kebanyakan seperti Detektif Conan atau Detektif Kindaichi.














