[Review buku & film]: The Three Investigators & The Secret of Terror Castle

Siapa yang sempat tergila-gila dengan Trio Detektif di masa kecil? Saya rasa kamu harus lahir di tahun 1970-1980-an untuk merasakan hype-nya mereka. Tetapi karena novel-novel ini sudah diterbitkan kembali beberapa tahun belakangan, anak-anak tahun 1990-an atau 2000-an pun bisa menikmati kisah-kisah mereka. Meskipun begitu, saya curiga pembeli cetakan baru ini tetap anak-anak 70-an dan 80-an seperti saya.

Alfred Hitchcock & Trio Detektif Dalam Misteri Puri Setan (Alfred Hitchcock & Trio Detektif #1)
Alfred Hitchcock & Trio Detektif Dalam Misteri Puri Setan (Alfred Hitchcock & Trio Detektif #1)

Judul: Alfred Hitchcock & Trio Detektif Dalam Misteri Puri Setan (Alfred Hitchcock & Trio Detektif #1)
Judul asli: Alfred Hitchcock and The Three Investigators in The Secret of Terror Castle
Penulis: Robert Arthur
Bahasa: Indonesia
Format: paperback, 218 hal.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (1982)
Genre: Fiksi, petualangan, misteri, anak, remaja

Sinopsis

Taken from Goodreads

Selama lebih dari 20 tahun belum ada seorang pun yang tahan berada di PURI SETAN sepanjang malam.

Hantu biru yang bermain orgel, kabut kengerian, jeritan menyeramkan, erangan dan desahan, sanggup membuat orang yang terberani sekalipun lari tunggang langgang.

Apa – atau siapa – yang menghantui puri itu?

TRIO DETEKTIF bertekad untuk menyelidikinya – dengan jalan mendatangi puri itu pada malam hari!

1 Point for:

Story

Setting

check sign

Characterization

Writing style

Moral/interesting trivia

Level of Interest

Review (buku)

Di postingan kali ini saya akan membahas buku dan film Trio Detektif yang berjudul The Secret of Terror Castle. Seneng banget saya masih punya yang cetakan lama, hasil berburu di kios buku loak pasar minggu.

Seperti biasa buku-buku tentang Trio Detektif mengangkat kisah misteri berbalut horor yang ternyata tidak ada unsur supernaturalnya sama sekali. Seperti konklusi cerita-cerita Scooby-Doo gitulah. Misteri kali ini juga begitu. Trio Detektif yang masih baru berdiri ingin mencari nama. Dan Jupiter alias Jupe mengincar Alfred Hitchcock sebagai klien pertama.

Singkat cerita, tiga detektif pra-remaja ini lantas menyelidiki Puri Setan. Puri ini dimiliki mendiang Stephen Terril, seorang aktor film bisu yang sangat berpengaruh pada masa jayanya. Karir yang surut membuat aktor ini memutuskan untuk mengakhiri hidup dan kabarnya hantu sang aktor berbakat masih berada di dalam kediamannya.

Setelah ditakut-takuti beberapa hantu, beberapa tokoh yang membuat kasus semakin pelik, dan disesatkan berbagai asumsi keliru, akhirnya Jupe, Pete, dan Bob (sebagian besar Jupe) berhasil mengungkap kebenaran di balik kasus kali ini.

Seperti yang dijelaskan dalam laman Goodreads-nya, buku ini sempat menyinggung nama Indonesia. Tapi cuma sekali, jadi tidak berpengaruh apa-apa terhadap perkembangan cerita.

Kalau harus menilai buku ini secara objektif sebagai seorang pembaca dewasa, buku pertamanya Trio Detektif ini bakal mendapatkan rating yang sangat rendah. Pasalnya keistimewaan buku ini memang terletak pada sisi nostalgianya.

Tak ada analisis rumit atau plot twist yang mencengangkan. Tetapi saya merasa senang membaca buku ini sambil mengingat seperti apa kekaguman lugu saya sebagai anak SD yang membaca kisah mereka dulu. Saya juga sempat tersenyum sendiri karena teringat dulu saya mengeja nama mereka dengan Jup, Pet, dan Bob (Andres).

Bagi yang ingin menikmati bacaan klasik sambil mengenang masa kanak-kanak, buku ini layak menjadi bacaan.

 

The Three Investigators & The Secret of Terror Castle
The Three Investigators & The Secret of Terror Castle. Photo credit: Amazon UK

Judul: The Three Investigators and the Secret of Terror Castle
Sutradara: Florian Baxmeyer
Bahasa: Inggris
Tahun rilis: 2009
Produksi: Studio Hamburg International Production (SHIP), Two Oceans Production
Genre: Petualangan, misteri, anak, remaja

Sinopsis

Taken from IMDB

A new case for the cult detectives! Not by coincidence, a mysterious videotape falls into the hands of Jupiter Jones (CHANCELLOR MILLER), Pete Crenshaw (NICK PRICE) and Bob Andrews (CAMERON MONAGHAN) during Jupiter’s birthday party in Rocky Beach. On it is a recording of Jupiter’s long dead parents. In their message they want to communicate to their son the key to an especially tricky riddle.

The Three Investigators do not hesitate for a second: immediately, they make their way to the abandoned property of the mad inventor Terrill, located in a lonesome wood in Northern California. The place is rumored to be haunted! Although Jupiter, Pete and Bob are a shrewd team, they must gather all of their courage and resolve to enter the ghostly ruins. It quickly becomes clear that there is something very odd going on and that the building appears to be cursed.

But that’s not enough: the persistent Sheriff Hanson (JONATHAN PIENAAR) has it in for the boys. And his daughter Caroline (ANNETTE KEMP) – who has supernatural abilities – casts her eye at Bob and sees in him a soul-mate from the dim and distant past. Without a doubt, this is the craziest and scariest case the Three Investigators have ever had to deal with…

 

Level of Interest

Review (film)

Kalau saya tidak iseng membuka laman Wikipedia Three Investigators alias Trio Detektif, mungkin saya tidak akan pernah tahu kalau tiga penyidik remaja ini puya film sendiri. Lumayan baru pula. Saya pikir kalau ada adaptasi layar lebar Trio Detektif pasti produksi tahun 1980-an.

Meskipun bukunya berlatar tahun 1960-an, film ini rilis pada tahun 2009. Dan meskipun diadaptasi dari buku pertama, ini justru film keduanya Trio Detektif. Film pertamanya adalah The Three Investigators and the Secret of Skeleton Island yang rilis di tahun 2007.

Judul, tema, dan unsur-unsur ceritanya sama, tetapi keseluruhan kisahnya sendiri beda 180 derajat. Jadi saya rasa mustahil untuk membandingkan buku dengan filmnya. Misteri yang tersembunyi di balik puri Stephen Terril benar-benar berbeda. Begitu juga dengan biang keladi semua kesulitan yang dihadapi Trio Detektif.

Karena diproduksi di zaman serba internet, peralatan yang digunakan di markas pun sudah serba canggih. Komputer dengan touch screen, GPS, dan scanner yang rasanya kelewat rumit untuk dibuat anak SMP bisa kita temukan di sini.

Oh iya, melihat para pemeran Jupe, Pete, dan Bob saya jadi tersadar kalau Trio Detektif itu cuma anak SMP. Karena sampul bukunya selalu menggambarkan tiga remaja yang terlihat seperti anak SMA dan kadang mahasiswa, saya jadi lupa kalau usia mereka masih pra-remaja.

(ki-ka) Bob, Jupe, dan Pete memperkenalkan diri sebagai The Three Investigators. Photo credit: YouTube
(ki-ka) Bob, Jupe, dan Pete memperkenalkan diri sebagai The Three Investigators. Photo credit: YouTube

Jupe (Chancellor Miller) digambarkan tepat seperti bukunya, gempal dan kurang gesit. Tetapi pemimpin grup yang seharusnya memiliki sorot mata cerdas ini menurut saya justru lebih terkesan grumpy dan menunjukkan tatapan bosan seperti muak dengan ketololan orang-orang di sekitarnya. Kedua orangtua Jupe tidak pernah disinggung di buku-buku Trio Detektif. Tetapi di sini bisa kita lihat sosoknya meskipun cuma lewat potongan adegan di dalam video.

Peter Crenshaw alias Pete diperankan oleh Nick Price yang jangkung, tegap, dan ganteng sekali. Saya rasa di umur 18-19 dia bakal cocok memerankan tokoh utama untuk film komedi romantis remaja.

Sementara Bob (Cameron Monaghan) terlihat seperti anak kelas 6 SD dengan perawakannya yang mungil dan bintik-binting merah di wajahnya. Dia juga masih terlihat culun sekali kalau dibandingkan dengan kedua rekannya.

Tokoh-tokoh favorit yang sering muncul di cerita Trio Detektif juga bisa kita temui di The Three Investigators and the Secret of Terror Castle ini. Antara lain Mathilda dan Titus Jones dan Worthington si sopir Rolls Royce antik.

Karena menggunakan grafik komputer yang cukup bagus (bener, nggak, sih istilahnya grafik komputer?), sosok hantu dan monster yang bertugas jadi pelengkap unsur misteri juga terlihat lebih nyata. Tetapi ceritanya sendiri saya rasa lebih dominan petualangan dan komedi.

Jujur saja, film ini bahkan jauh lebih ngglethek daripada bukunya. Tetapi bolehlah untuk tontonan iseng kalau kamu termasuk penggemar Trio Detektif seperti saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.