[Review] Diet Kenyang dengan Cooking Hypnotherapy: Jangan Harap Diajarin Ilmu Hipnotis Biar Kenyang Seharian

Diet Kenyang dengan Cooking Hypnotherapy.

Judul: Diet Kenyang dengan Cooking Hypnotherapy
Penulis: Dewi Hughes
Bahasa: Indonesia
Format: hardcover, 69 hal.
Penerbit: Grasindo (2017)
Genre: Non-fiksi, resep masakan, motivasi

Sinopsis

#DietKenyang dengan Cooking Hypnotherapy ini bukan hanya membahas masalah makan. Ini bukan hanya sebuah diet untuk tubuh. Tak kalah penting, pikiran juga harus diberi nutrisi dan dikuatkan dengan ilmu hypnotherapy.

Diet menjadi jauh lebih ringan dan mudah ketika kita sudah mampu mengelola pikiran.

Saya sudah membuktikan keterampilan menanamkan sugesti melalui hypnotherapy dan telah berhasil memberi ‘big change to my life’. Mengubah dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Dalam sekejap, saya menjadi sehat dan bahagia.

Langsing itu… bonus!

Level of Interest

My Review

Ah, iya. Saya baca buku ini beberapa bulan lalu. Pinjam dari Frita Ayu yang mess-nya saya kunjungi buat mengantar Syahrin Alia tes CPNS.

Waktu itu buku ini sempat ramai dibicarakan karena penulisnya sendiri sedang viral di dunia maya. Prsenter Dewi Hughes yang seingat saya bobotnya lebih dari 100 kilo berubah langsing cantik karena pola makan yang dia namakan diet kenyang. Diet tapi kenyang. Bikin turun puluhan kilo. Ini, sih, impian semua orang yang kelebihan berat badan, ya. Apalagi cewek-cewek doyan makan yang punya cita-cita kurus seperti saya. Jadilah Mbak Hughes diundang ke berbagai talkshow di televisi. Bukunya pun jadi bikin banyak orang penasaran.

Lantas bagaimana isinya? Mungkin yang pernah nonton salah satu wawancara Hughes sudah paham kalau diet kenyang ini perpaduan antara clean eating dan hypnotherapy. Soalnya Hughes memang seorang ahli hypnotherapy bersertifikat.

Mereka yang mau coba diet kenyang lewat buku ini tentunya tidak dibekali teknik menghipnotis diri sendiri. Tapi Hughes berbagi ‘mantra-mantra’ yang bisa ditanamkan di dalam diri saat keinginan buat nggragas menggoda. Bahwa tubuh itu anugerah yang harus dirawat dengan gaya hidup sehat. Bahwa makanan yang minim bumbu dan dimasak sendiri itu sama enaknya dengan junk food. Bahwa enak atau nggak enak, bisa atau nggak bisa itu cuma ada di kepala kita sendiri, bukan sesuatu yang tidak bisa dikendalikan.

Buku yang tipis sekali tapi full halaman berwarna ini sebenarnya lebih mirip diary. Di mana Hughes berbagi cerita mengenai kesehatan yang semakin bermasalah karena obesitas, diet yoyo yang selalu gagal atau hasilnya tak bertahan lama, sampai pencerahan yang dia dapatkan sehingga mulai konsisten menjalani hidup sehat. Cerita-cerita kecil yang semoga bisa jadi inspirasi untuk banyak orang.

Di buku itu Hughes juga memberikan beberapa resep clean eating yang bisa dicoba di rumah. Menurut saya kebanyakan raw food, seperti smoothie dan salad yang cuma diblender. Tapi kata Hughes ini real food, yang setelah saya gugling artinya adalah whole foods yang melalui proses pengolahan seminim mungkin. Meskipun ada juga menu yang dimasak matang seperti ikan bakar dan pisang panggang. Karena janji Hughes memang tetap bisa turun bobot tanpa harus melaparkan diri. Boleh makan berapa kali pun, jam berapa pun. Jadi wajar kalau makanannya harus seperti ini. Buah dan sayur. Non-garam, non-gula, minim minyak, dengan proses pengolahan sesederhana mungkin.

Bahan-bahannya masih masuk akal. Dalam artian bisa dibeli di pasar tradisional atau supermarket biasa. Nggak ada chia seeds, kale, flax seeds, spirulina powder atau ‘super food‘ lainnya yang lumayan nyekek buat kantong warga sipil. Warga sipil yang mampunya beli kubis sama labu siam kayak saya. Bukan warga sipil yang enteng saja mengeluarkan isi dompet untuk rolled oats atau blueberry organik. Soalnya Hughes memang menekankan penggunaan buah dan sayuran lokal. Khusus buah, Hughes memilih produk alam Indonesia karena biasanya memiliki citarasa kecut segar yang bisa menyeimbangkan kekurangan rasa.

Meskipun harga buah tetap lebih mahal daripada sayur, kalau pakai resep-resep Hughes ini saya rasa nggak bakal habis Rp 50.000,- untuk makan tiga kali sehari. Tetapi belinya, ya, harus dalam jumlah besar untuk dipakai selama beberapa hari atau satu minggu sekalian. Kalau beli sedikit-sedikit pasti tetap mahal jatuhnya.

Saya sendiri juga sempat kepincut mencoba diet kenyang ini. Dan memang hasilnya cukup signifikan. Tapi kunci diet memang motivasi diri, ya. Dan karena motivasi saya kurang kuat, saya pun ‘gugur’ dalam waktu sebulan setelah turun 3 kilo. Ahahah…Naik lagi? Jelas…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.