[Review Buku] Papa and Daddy’s Homecooking

Sudah lama saya suka cooking manga. Belakangan ini, judul yang lagi saya ikuti adalah Papa to Oyaji no Uchi Gohan atau Papa and Daddy’s Homecooking. Sejauh ini, saya sudah baca sampai volume 10. Soalnya, di toko buku memang volumenya baru sampai situ. Berikut ini ulasan seadanya dari saya.

Papa and Daddy's Homecooking Volume 4
Papa and Daddy’s Homecooking Volume 4 © m&c!

Judul:Papa and Daddy’s Homecooking
Penulis: Yuu Toyota
Bahasa: Indonesia
Format:paperback
Penerbit: m&c! (2021)
Genre: seinen, komedi, drama, fiksi, slice of life

Cerita

Taken from Goodreads:

Sengoku, seorang terapis yang diserahi tanggung jawab membesarkan anak dari mantan pacarnya.

Harumi, editor komik yang harus membesarkan anaknya seorang diri setelah bercerai dengan istrinya.

Mereka sama-sama kewalahan dalam mengurus anak, memutuskan tinggal bersama dalam satu kamar apartemen di pinggiran kota.

Inilah kisah para pria yang memutuskan belajar tentang masakan rumahan dari nol!

5 Points for:

Story

Setting

Characterization

Writing style

Moral/interesting trivia

Level of Interest

heart 5

Review

Papa and Daddy’s Homecooking ini ceritanya keluarga banget, tentang dua single father yang memutuskan hidup bersama untuk kepraktisan. Walaupun begitu, ini bukan cerita yaoi atau shounen-ai.

Papa and Daddy’s Homecooking ini bercerita tentang Sengoku dan Harumi yang baru belajar menjadi seorang orangtua tunggal. Harumi diceraikan istrinya dan diminta merawat putra mereka. Sementara itu, Sengoku tiba-tiba diminta mantan pacarnya yang berniat sekolah di luar negeri untuk mengurus putri mereka.

Harumi bermasalah dengan pekerjaan rumah tangga, sementara Sengoku kesulitan dalam berkomunikasi dengan anak. Jadilah dua pria yang aslinya kenalan lama ini memutuskan untuk menyatukan rumah tangga. Mereka tinggal berempat di apartemen Harumi dan pelan-pelan belajar menjadi orangtua yang bisa diandalkan.

Saat buntu dengan urusan dapur, mereka kerap meminta solusi kepada Akane dan Yukari, kakak adik yang mengelola kafe sekaligus kelas memasak.

Manga yang Menghangatkan Hati

Ini adalah jenis manga dengan cerita yang menghangatkan hati. Setiap tokoh yang tampil sebagai ‘main casts’, ‘regular casts’, sampai ‘recurring’ ditampilkan kepada pembaca dengan masalah masing-masing. Biasanya masalah itu terpecahkan atau mendapatkan solusi di akhir bab, disertai dengan adegan makan bareng yang bikin pembaca lega sekaligus ikutan laper.

Menurut saya, Sengoku adalah ayah yang keren. Ia menganggap dirinya kurang sebagai orangtua karena dulunya ia adalah anak yang tak bahagia. Pada kenyataannya, tipe anak seperti ini memang kerap berakhir jadi orangtua yang problematik. Namun, kelebihan Sengoku adalah menyadari kalau ia berpotensi menjadi ayah yang buruk gara-gara masa kecilnya. Hal itu menjadikannya berusaha keras untuk memberikan kehidupan yang normal dan bahagia kepada putrinya, Airi.

Harumi paling bermasalah dengan komunikasi. Ia kesulitan menyampaikan perasaan dan pendapatnya. Masalah yang sama juga dialami anak lelakinya, Seiichiro. Mereka baru belajar untuk lebih berani mengutarakan pendapat saat mulai tinggal bersama Sengoku dan Airi yang dari sananya memang blak-blakan.

Yukari dan Akane juga punya latar belakang KDRT seperti Sengoku, tapi mereka punya satu sama lain. Karena itulah, kepribadian mereka juga tak sepahit Sengoku. Walaupun begitu, kakak beradik ini juga punya trauma tersendiri.

Kisah tokoh-tokoh lain di manga ini juga cukup menghangatkan hati. Pokoknya, manga ini memang seperti ‘comfort food’ yang meninggalkan rasa nyaman setelah halaman terakhir setiap volumenya ditutup.

Manga yang Bikin Lapar

Tujuan pertama baca cooking manga, apa lagi kalau bukan memanjakan mata dengan gambar makanan enak? Karena saya juga hobi masak, cooking manga yang paling saya sukai adalah yang disertai resep. Ya, seperti Papa and Daddy’s Homecooking ini.

Sebagian besar makanan yang ditampilkan di sini adalah homecooking yang tidak terlalu ribet. Namun beda dengan What Did You Eat Yesterday? yang hampir selalu menampilkan masakan Jepang rumahan, manga ini juga kerap menampilkan masakan barat. Soalnya, Sengoku dan Harumi memang bertekad untuk membuat Airi dan Seiichiro makan lahap.

Namanya juga cooking manga, jadi selalu ada adegan masak dan makan bareng. Seringnya saat makan malam di rumah, kadang juga di dapur Yukari. Beberapa kali di rumah tokoh-tokoh lain.

Kalau melihat resep-resep dari cooking manga, saya rasa orang Jepang punya kecenderungan untuk memodifikasi resep masakan non-Jepang dengan menambahkan puree atau saus tomat. Kapan hari, saya lihat Indian curry di Shinmai Shimai no Futari Gohan (Two New Rice Cakes) ditambahi puree tomat. Kali ini, Sengoku menambahkan tomat kalengan dan saus tomat sekaligus pada beef stroganoff.

Intinya, gambar dan resep masakan yang ditampilkan di sini terlihat enak semua. Beberapa di antaranya sudah cukup familiar juga di Indonesia. Misalnya spaghetti napolitan, okonomiyaki, sushi, korokke. dan yakiniku.

Ada satu resep makanan yang sudah sudah sempat saya praktikkan juga, sih. Tapi, itu buat unggahan selanjutnya sajalah, ya.

Papa and Daddy’s Homecooking Spin-off?

Saya dengar, Papa and Daddy’s Homecooking ini juga dibikinkan spin-off oleh Yuu Toyota. Tokoh utamanya tetap Harumi dan Sengoku, tapi ceritanya fokus di fragmen adegan saat mereka lagi minum-minum dan ngemil berdua saja. Judulnya Papa to Oyaji no Uchi Nomi.

Saya nggak tahu apakah Airi dan Seiichiro juga mampir di spin-off ini. Bisa jadi karakter mereka sama sekali nggak muncul. Seperti di Nohara Hiroshi’s Lunch Style yang fokusnya cuma Papa Shin-chan. Shin-chan dan Misae cuma muncul kakinya doang. Tapi, judul yang terakhir saya sebut ini mangaka-nya memang bukan Yoshito Utsui yang bikin Crayon Shin-chan.

Kira-kira spin-off ini bakal diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia juga, nggak, ya? Semoga saja.

Nah, segitu saja kesan-kesan saya tentang manga Papa and Daddy’s Homecooking.

2 thoughts on “[Review Buku] Papa and Daddy’s Homecooking

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.