13 Buku Fiksi buat Pecinta Tanaman


Kalian suka tanaman, nggak? Saya, sih, suka banget. Saya termasuk pecinta tanaman yang latah memajang mini houseplants di jendela gara-gara tren berkebun dan koleksi tanaman hias di awal pandemi. Walaupun begitu, urusan gemar-menggemari tetumbuhan memang bukan hal baru buat saya. Tiga dekade saya tinggal di rumah yang penampilannya mirip kios pedagang bunga ini.

Saya kurang bertangan dingin kalau dibandingkan Ibuk. Tapi, setidaknya cukup sukses menumbuhkan paprika, bayam, dan kangkung sampai bisa dipanen berkali-kali. Belasan jenis mawar yang rajin berbunga di rumah adalah hasil lapar mata dan kalap saya tiap mampir ke pasar bunga. Saya juga punya kebiasaan aneh memperhatikan tanaman liar di pinggir jalan dan ‘menandai’ mana saja yang bisa dimakan.

Karena buku dan tanaman adalah dua hal yang saya sukai, menyenangkan juga rasanya kalau bisa menemukan bacaan yang mengusung tema tumbuhan, bunga, atau berkebun. Apalagi kalau bacaannya fiksi. Saya sangat tidak keberatan berimajinasi piknik di tengah taman mawar, menjelajahi kebun rahasianya Frances Hodges Burnett, atau sekadar menikmati detail gambar pohon bunga sakura di manga.

Herannya, fiksi dengan tema ini ternyata tidak sering saya temukan. Daftar rekomendasinya di internet pun kurang variatif. Fiksi yang judulnya menggunakan nama bunga memang seabrek. Apalagi yang sampulnya berbunga-bunga. Karya-karya Mira W atau cetakan lama novel Harlequin misalnya. Tapi, ada berapa yang benar-benar bicara tentang bunga?

Iseng, saya cari-carilah novel dan manga tentang tanaman dan berkebun. Terkumpul belasan judul, meskipun yang sudah saya baca tak sampai separuhnya. Inilah daftarnya.

1. If You Fall In Love In Our Cafe – Washio Mie [read]

If You Fall in Love in Our Cafe © m&c

Judul ini termasuk satu dari beberapa shojou-manga Washio Mie yang berlatar di sebuah kafe fancy dengan pelayan cantik-ganteng. Kalau judul lain menceritakan kisah cinta para pelayan yang berbeda di setiap bab, If You Fall In Love In Our Cafe ini fokus ke hubungan Sumika alias Junka-chan dan Mutsumi.

Mustumi, si tokoh utama pria punya hobi berkebun. Jadi, dia mengubah salah satu sudut di kafe menjadi taman cantik. Dia sering mengajak Junka-chan untuk menikmati keindahan bunga sambil minum teh bunga atau kopi yang dihias dengan daun mint dari tanaman peliharaannya.

Sebenarnya tidak banyak jenis tanaman hias yang dibicarakan di sini. Tapi detail taman dan houseplants di manga ini cukup memanjakan mata. Yah, artwork-nya memang khas shojou-manga.

2. For The Rose – Yoshimura Akemi [read]

For The Rose karya Akemi Yoshimura. © Elex Media Komputindo

Nah, ini manga yang bermain dengan isu keluarga disfungsional dengan tokoh utama cewek gendut bernama Yuri. Si Yuri ini anak yatim piatu yang selalu digambarkan jelek, bukan plain atau sekadar tidak menarik. Tapi. dia punya kepribadian charming yang membuat semua orang mau tak mau jadi sayang kepadanya.

Yuri yang sebatang kara setelah neneknya meninggal tiba-tiba disuruh tinggal bersama tiga saudara seibu yang ganteng dan cantik luar biasa. Ketiganya punya perangai buruk. Namun, hidup bersama Yuri membuat hati mereka terbuka sedikit demi sedikit.

For The Rose ini punya cerita yang kompleks dengan karakter yang kompleks pula, meskipun konfliknya berputar di dalam rumah itu saja. Dialog-dialognya juga mengena, cukup quotable.

Lalu, bagian tanaman dan berkebunnya di mana? Meskipun tidak bicara soal tetumbuhan, Yoshimura Akemi jelas menyukainya. Tak jarang dia memulai suatu bab dengan deskripsi tumbuh-tumbuhan yang mekar di musim tertentu. Para tokohnya diberi nama seperti bunga-bungaan. Yuri (lili), Fuyo (cotton rose), Sumire (violet), atau Aoi (hollyhock). Karakter mereka juga sering dibandingkan dengan sifat bunga tertentu. Seperti gadis berwatak buruk yang memiliki wajah persis dengan Seri, pacar Sumire yang sudah meninggal. Gadis itu digambarkan sebagai dokuzeri atau seri beracun karena sifatnya bertolak belakang dengan mendiang Seri.

3. Secret Garden – Frances Hodges Burnett [read]

The Secret Garden. © Gramedia Pustaka Utama

Bicara soal fiksi yang berkaitan dengan tumbuhan atau berkebun pasti kurang afdal tanpa menyebutkan Secret Garden. Karya ini dianggap sebagai salah satu novel klasik yang masih populer hingga saat ini.

Secret Garden menceritakan persahabatan antara Mary, Colin, dan Dickon yang tumbuh perlahan di balik tembok yang menyembunyikan taman rahasia milik Lilias Craven. Novel ini juga menyoroti tentang harapan dan keikhlasan untuk melepaskan kesedihan. Sebuah bacaan yang bagus untuk memperkenalkan dunia literatur kepada anak-anak.

4. The Duke I Tempted – Scarlett Peckham [read]

The Duke I Tempted. © Amazon

The Duke I Tempted ini adalah buku pertama dari seri The Secrets of Charlotte Street sekaligus novel pertama Scarlett Peckham. Model historical romance dengan adegan-adegan hot dan happy end yang memang sudah jadi formula genre ini.

Inti ceritanya adalah convinient marriage antara Poppy Cavendish dan Archer, Duke of Westmead. Poppy, panggilan sayang Poplar (genus pohon dari keluarga willow) adalah seorang ahli botani dan penata bunga profesional yang ambisius dan ingin hidup mandiri lewat bisnisnya. Sementara itu, Archer adalah bangsawan yang dihormati namun menyimpan luka batin setelah istrinya meninggal.

Peringatan:
Cerita ini cukup suram dengan nuansa angst yang kental dan indikasi BDSM. Kurang cocok untuk kalian yang lebih suka hisrom ringan dan lucu seperti karya-karya Lisa Kleypas dan Julia Quinn.

5. A Family of His Own – Liz Fielding [read]

A Family of His Own
A Family of His Own © The Stupid Bookworm/Tantri Setyorini

A Family of His Own atau diterjemahkan menjadi Keluarga Impian Dominic oleh Gramedia Pustaka Utama. Novel ini mempertemukan Dominic yang kehilangan istrinya 6 tahun lalu dan Kay, seorang ibu tunggal dengan masa lalu pahit yang mencari nafkah sebagai seorang perawat dan perancang taman.

Sebenarnya tidak ada yang kelewat istimewa dari judul ini. Tipikal roman Harlequin yang konfliknya singkat, kurang tergali, tetapi sangat mudah dinikmati. Kalau lagi niat, dibaca satu jam juga kelar. Tapi ceritanya cukup menyentuh, kok, untuk ukuran Harlequin. Dan di sini benar-benar ada beberapa adegan yang dipinjam dari Secret Garden-nya Hodgson Burnett. Misalnya saja kali pertama Dominic melihat Kay yang berlatar kebun terlantar peninggalan istrinya.

6. Les Milles Fleurs – Nami Akimoto [read]

© Elex Media Komputindo

Nah, kalau manga lama ini memang benar-benar bicara soal tumbuhan, taman, dan hobi berkebun. Chika adalah anak pemilik toko bunga yang benar-benar cinta berkebun. Semua jenis tanaman bisa ditumbuhkannya hingga berbunga indah. Hanya satu tanaman yang tidak berhasil dibuatnya berbunga selama bertahun-tahun. Tanaman dari bibit bunga yang diberikan seorang anak lelaki di masa kecilnya.

Setelah cintanya ditolak oleh Shu, Chika yang galau iseng mengunjungi taman di rumah yang pernah ditinggali si anak lelaki pemberi bibit bunga. Ternyata, anak itu sudah tak ada di sana. Tamannya yang dulu ditumbuhi bunga-bunga paling cemerlang tak terurus dan Chika justru bertemu dengan pemuda yang mirip dengan anak lelaki itu, namun dengan kepribadian yang bertolak belakang.

7. Heart Blossoms – Aya Kanno [read]

© Elex Media Komputindo

Kokoro ni Hana wo!! yang diterjemahkan Heart Blossoms ini saya baca saat masih diterbitkan di majalah komik Hanalala. Ceritanya lumayan mengharukan dengan artwork memanjakan mata khas shoujo manga.

Heart Blossoms menceritakan lima saudara yang sebenarnya tidak memiliki hubungan darah. Hanayagi Sakura harus berpisah dengan empat saudara angkatnya setelah kematian kedua orangtua adopsi mereka. Setelah cukup dewasa, Sakura bertekad untuk menyatukan keluarganya dan menghidupkan kembali toko bunga milik ibunya.

Sakura pun mengajak keempat saudaranya untuk tinggal bersama dan membuka toko Hanayagi lagi, kali ini dengan format yang berbeda. Rindo, Ran, Tsubaki, dan Himawari mengerahkan keahlian masing-masing untuk membantu operasional toko. Ternyata, hal itu tak mudah dilakukan karena tantangan demi tantangan terus menghampiri mereka berlima.

8. The Heirloom Garden – Viola Shipman [to-be-read]

© Amazon

Nah, The Heirloom Garden ini belum saya baca. Selain menyuguhkan cerita menyentuh dan deskripsi tentang berbagai tanaman, katanya novel ini juga dilengkapi ilustrasi.

Saya ringkas saja sinopsisnya, ya. Iris Maynard kehilangan alasan hidup setelah suami dan anak perempuannya meninggal. Iris lalu mengurung diri di dalam rumahnya dan melarikan diri dari kesedihan dengan membudidayakan daylily dan mawar.

Abby Peterson menjadi tetangga baru Iris. Dia tinggal bersama suami yang mengalami trauma perang dan seorang anak perempuan yang tengah mencari jati diri. Kehidupan keluarga Abby yang ‘riuh’ mau tak mau membuat Iris tertarik.

Kecintaan terhadap bunga menumbuhkan keakraban di antara Iris dan Abby. Keduanya mulai berbagi rahasia terdalam, saling menguatkan, dan saling mendukung dalam menghadapi hidup.

9. Hana Wants This Flower to Bloom! [read]

© Kodansha

Manga yang satu ini ber-genre josei romance dengan nuansa komedi yang modelnya mirip karya-karya Enjoji Maki atau Yoshihara Yuki. Kalau kalian suka komedi romantis yang ringan, Hana Wants This Flower to Bloom! cocok masuk TBR list.

Manga ini menceritakan Hana yang di awal bab memergoki tunangannya berselingkuh. Seiring dengan mood-nya yang kacau balau, semua tanaman yang dipeliharanya juga ikutan mati. Jadi, Hana ini memang suka berkebun dan punya blog yang dia fungsikan sebagai jurnal berkebun.

Hana bertemu seorang pria ganteng di stasiun, lalu bertemu lagi dengannya saat kencan buta. Hana tertarik, tapi Akikazu menolaknya. Singkat cerita, terjadilah suatu momen yang membuat Hana curiga kalau Akikazu adalah Sunmoon, teman online-nya selama empat tahun terakhir. Intinya, kedua tokoh utama ini dipertemukan dan dipersatukan oleh hobi berkebun, sih.

10. Kiss Wood – Ahn Sung Ho [to-be-read]

Kiss Wood

Terus, ada manhwa berjudul KissWood yang premisnya cukup menarik. Ceritanya tentang Sul, seorang maniak tumbuhan langka yang memiliki kebun rindang di dalam ruangan.

Suatu hari, kebun milik Sul terbakar habis. Dia sendiri terluka parah. Selagi terbaring koma, Sul memasuki dimensi lain berupa hutan lebat dengan spesies tumbuhan yang belum pernah dia lihat. Sekilas dunia ini tampak sempurna bagi Sul. Namun tentu saja, nothing is as good as it seems.

11. The Signature of All Things – Elizabeth Gilbert [to-be-read]

© Amazon

The Signature of All Things ini adalah novel karya penulis Eat, Pray, Love; Elizabeth Gilbert yang mengambil latar akhir abad 18 dan awal abad 19. Kisahnya berpusat pada Alma Whittaker, seorang ahli botani berbakat yang jatuh cinta kepada Ambrose Pike, seorang pelukis.

Alma adalah seorang ilmuwan yang berpikiran realistis dan jernih, sementara Ambrose adalah seniman pemimpi. Namun pasangan dengan karakter bertolak belakang ini dipersatukan keinginan mereka untuk memahami dunia dan mekanisme yang menggerakkan semua kehidupan.

Katanya, novel ini menggunakan latar tempat yang kaya dan hasil riset mendetail untuk membangun cerita. Tokoh-tokohnya pun sangat variatif. Tapi, kalau belum baca sendiri, mana bisa tahu, kan?

Honorable Mentions

12. Sad Cypress – Agatha Christie [read]

© Gramedia Pustaka Utama

Agatha Christie memang sering memasukkan topik tentang kebun atau berkebun di novelnya. Ada Greenshaw’s Folly yang tokoh utamanya adalah si cerdik Miss Marple. Lalu, ada juga Sad Cypress yang menampilkan detektif swasta Hercule Poirot.

Latar belakang kasus di novel ini adalah persoalan cinta entah segi berapa dan harta. Ada kebun mawar yang dituding sebagai sumber racun pembunuh. Mawar yang dimaksud adalah Rosa ‘Zephirine Drouhin’ (Bourbon Rose) yang dikenal sebagai varietas mawar tak berduri.

13. The Midnight Rose – Lucinda Riley [read]

Midnight Rose
Midnight Rose

Midnight rose adalah salah satu varietas mawar langka yang ada di kebun milik Lord Astbury. Kebun itu pernah menjadi saksi bisu tragedi cinta antara Anahita, seorang bangsawan India yang ‘terdampar’ di Inggris bersama Donald Astbury. Ini salah satu fiksi terbaik yang saya baca di tahun 2016, dengan unsur drama dan roman yang sangat kental.

Pembaca diajak membongkar kisah cinta lama yang turut mengubah hidup tiga orang, Ari Malik, Rebecca Bradley, dan Lord Astbury, Jr. Alur maju-mundur dan sebegitu banyak tokoh dari tiga generasi sekaligus dengan rentang waktu yang begitu panjang pula, tetapi sama sekali tidak membuat saya bosan untuk membacanya.  Nggak rugi pokoknya sudah beli buku ini di Big Bad Wolf.

Jadi, itulah daftar novel, manga, dan manhwa tentang tumbuhan dan berkebun yang kayaknya bisa dijadikan referensi.

2 thoughts on “13 Buku Fiksi buat Pecinta Tanaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.